Selasa, 22 Agustus 2017

Perhutani Lengkapi Wisata Gunung Selok dengan Selfie Deck

Sabtu, 23 April 2016 | 06:05 WIB
Sejumlah pengunjung mengabadikan pemandangan yang diambil dari tempat wisata Puncak Becici, Dusun Gunung Cilik, Gunung Mutuk, Dlingo, Bantul, Yogyakarta, 18 Januari 2016. Puncak Becici termasuk dalam RPH (Resort Pengelolaan Hutan) Mangunan, wilayah kerja Dishutbun Provinsi Yogyakarta. TEMPO/Pius Erlangga

Sejumlah pengunjung mengabadikan pemandangan yang diambil dari tempat wisata Puncak Becici, Dusun Gunung Cilik, Gunung Mutuk, Dlingo, Bantul, Yogyakarta, 18 Januari 2016. Puncak Becici termasuk dalam RPH (Resort Pengelolaan Hutan) Mangunan, wilayah kerja Dishutbun Provinsi Yogyakarta. TEMPO/Pius Erlangga.

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur menawarkan wahana wisata baru berupa selfie deck di kawasan Wanawisata Gunung Selok, Desa Karangbenda, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"Wahana selfie deck itu sengaja kami siapkan bagi wisatawan yang senang berswafoto. Wisatawan bisa berswafoto di atas Gunung Selok, yang berada di ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut," kata Administrator Perum Perhutani KPH Banyumas Timur, Wawan Triwibowo, di Purwokerto, Banyumas, Jumat, 22 April 2016.

Dari atas wahana selfie deck, menurut Wawan, wisatawan bisa berswafoto dengan latar belakang hamparan sawah, hutan, dan Samudra Hindia.

Wawan mengatakan konsep pembangunan wahana selfie deck di Gunung Selok itu berawal dari paradigma baru tujuan wisata yang dilakukan wisatawan, yakni berswafoto, untuk dipasang sebagai gambar profil di berbagai media sosial.

"Sering kali aktivitas swafoto hanya menggunakan sudut pandang atau angle pengambilan foto, meski kenyataannya tidak sebombastis seperti yang tampak di foto. Saya terinspirasi pemanfaatan sudut pandang foto, sebuah batu di tepi laut yang dimanfaatkan untuk berswafoto oleh wisatawan di luar negeri, serta wahana selfie deck Kalibiru (Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta)," kata Wawan.

Karena itu, menurut Wawan, pihaknya mencoba memanfaatkan paradigma itu dengan membangun selfie deck di Gunung Selok.

Wawan mengakui, sejak wahana selfie deck dibangun, kunjungan wisatawan ke Gunung Selok meningkat drastis. Bahkan, dia melanjutkan, wisatawan harus rela antre untuk sekadar berswafoto di atas selfie deck.

"Sebelum ada wahana selfie deck, kunjungan wisatawan ke Gunung Selok dalam sebulan paling hanya 700-1.000 orang. Namun sekarang kunjungan wisatawan pada Sabtu dan Minggu bisa mencapai 500 orang. Bahkan, Sabtu dan Minggu pekan kemarin menembus angka 1.200 pengunjung," katanya.

Wawan mengatakan wisatawan yang ingin berswafoto di selfie deck Gunung Selok cukup membayar tiket tanda masuk Rp3.000 pada hari biasa dan Rp4.000 pada Sabtu/Minggu/Hari libur.

Sebelum menjangkau lokasi selfie deck, Wawan menambahkan, wisatawan harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh beberapa ratus meter di antara keindahan pohon mahoni.

Menurut Wawan, Perhutani juga menggandeng Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mara Seloka Jaya, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Cilacap, dan pemuda setempat untuk mengatur parkir sepeda motor.

"Dengan demikian, kehadiran wahana selfie deck bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar," tutur Wawan.

Disinggung mengenai kemungkinan dikembangkannya wahana baru di Gunung Selok, dia mengatakan untuk sementara masih menawarkan konsep alam.

"Saat ini kami sedang merancang wahana-wahana alam yang bisa meningkatkan jumlah pengunjung di Gunung Selok," ucapnya.

ANTARA


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?