Klinik untuk Harimau Sumatera Dibangun di Bengkulu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi harimau Sumatera. dok. TEMPO

    Ilustrasi harimau Sumatera. dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung memulai proses pembangunan klinik harimau Sumatera (Phantera tigris sumatrae) di kompleks Taman Wisata Alam (TWA) Seblat, di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

    Baca: Populasi Harimau Sumatera di Bengkulu Tersisa 17 Ekor

    "Pembangunan klinik mulai dikerjakan di atas lahan dekat dengan kamp gajah di TWA Seblat," kata dokter satwa BKSDA Bengkulu Erni Suyanti Musabine di Bengkulu, Jumat, 31/03.

    Ia mengatakan klinik tersebut dibangun atas kerja sama BKSDA Bengkulu-Lampung dengan lembaga donor US Fish dan Wildlife Conservation melalui Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI).

    Klinik tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain, kandang rehabilitasi, ruang operasi, kandang jepit dan perawatan, laboratorium dan ruang obat dan medis.

    Ada pula ruang periksa dan timbang, ruang dokter hewan, ruang perawat dan gudang pakan.

    "Fasilitas yang ada sudah mirip dengan rumah sakit, tapi ini khusus untuk satwa liar dilindungi, khususnya harimau Sumatera," kata Erni.

    Sebelumnya, Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung Abu Bakar mengatakan klinik itu ditujukan untuk menangani satwa harimau korban konflik dengan manusia. "Terutama akibat terkena jerat pemburu," kata dia.

    Selama ini kata Abu, harimau korban konflik, ditangani seadanya oleh dokter satwa di BKSDA Bengkulu. Bila tak tertangani akibat minimnya peralatan, satwa terancam punah itu terpaksa dikirim ke Taman Safari di Bogor, Jawa Barat.

    Sementara tingkat konflik manusia dengan harimau masih tinggi di wilayah ini dengan jumlah harimau mati akibat konflik pada 2016 sebanyak dua ekor.

    "Padahal kita punya tanggungjawab meningkatkan populasi harimau sumatera di alam liar," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.