Indonesia Pasarkan Destinasi Wisata Jawa Timur kepada Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pemuda menyuguhkan Tari Ujung saat gunung Bromo mengeluarkan abu vulkanik di Seruni Point, Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, 30 Januari 2016. Aktivitas vulkanis Gunung Bromo terus meningkat. Selain melontarkan lava pijar, gunung dengan ketinggian 2.329 mdpl tersebut juga memuntahkan material berupa pasir dan kerikil. ANTARA/Didik Suhartono

    Dua pemuda menyuguhkan Tari Ujung saat gunung Bromo mengeluarkan abu vulkanik di Seruni Point, Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, 30 Januari 2016. Aktivitas vulkanis Gunung Bromo terus meningkat. Selain melontarkan lava pijar, gunung dengan ketinggian 2.329 mdpl tersebut juga memuntahkan material berupa pasir dan kerikil. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.COKuala Lumpur - Indonesia memasarkan destinasi pariwisata yang ada di Jawa Timur kepada publik Malaysia dalam pameran Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair 2017 di Kuala Lumpur. “Malaysia merupakan pasar utama pariwisata Indonesia yang harus diperhatikan,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata Rizky Handayani di Jakarta, Minggu, 19 Maret 2017.

    Baca: Untuk Kalahkan Bali, Destinasi Wisata Jawa Timur Perlu Ini

    Rizky mengatakan, pada tahun ini, Indonesia menampilkan paviliun seluas 324 meter persegi dengan 36 booth dan tema utama destinasi Jawa Timur. "Indonesia mendapatkan kesempatan menampilkan kesenian Geleng Room Dance dari Jawa Timur sebagai penutup rangkaian acara opening ceremony yang disambut dengan meriah oleh tamu undangan yang hadir," ujarnya.

    Beberapa ikon pariwisata Jawa Timur yang dipromosikan di antaranya arsitektur Rumah Majapahit, Candi Wringin Lawang, juga berbagai citra destinasi dari Jawa Timur, seperti lanskap Gunung Bromo, blue fire Gunung Ijen, dan Kampung Warna-Warni.

    MATTA Fair merupakan pameran business to consumer (B to C) yang rutin diselenggarakan lebih dari 15 kali setiap tahunnya. Di samping itu, MATTA Fair menjadi pameran terbesar di Malaysia yang dikunjungi lebih dari 100 ribu pengunjung selama tiga hari pameran, 17-19 Maret.

    Baca: Seperti Yogyakarta, Titik Nol Surabaya Dijadikan Obyek Wisata

    Tahun ini, Paviliun Indonesia diramaikan oleh 80 pelaku industri, terdiri atas perhotelan, atraksi wisata, travel agent, maskapai Garuda Indonesia, dan sejumlah pelaku industri lain.

    Selain itu, terlibat delapan pemerintah provinsi di acara tersebut, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Juga empat pemerintah kota/kabupaten meliputi Solo, Banyuwangi, Kediri, dan Batu.

    Selama pameran berlangsung, di Paviliun Indonesia dilaksanakan berbagai aktivitas, seperti B to C, pelayanan informasi, pendistribusian bahan-bahan promosi, penyajian kopi, dan gift redemption. Pertunjukan kesenian dari Jawa Timur dan Bengkulu juga digelar di Common Stage MATTA Fair dan Mini Stage Indonesia. Lalu ada demo dan workshop oleh perajin keramik, demo spa, photo booth, serta online market survey.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.