10 Negara Ikuti Karnaval Sampurasun World Ethnic 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengikuti Karnaval Budaya Etnik 2016 di kota Palu, Sulawesi Tengah, 7 Maret 2016. Sejumlah kegiatan seni dan budaya diselenggarakan dalam rangka menyambut Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada 9 Maret 2016. ANTARA/Yusran Uccang

    Peserta mengikuti Karnaval Budaya Etnik 2016 di kota Palu, Sulawesi Tengah, 7 Maret 2016. Sejumlah kegiatan seni dan budaya diselenggarakan dalam rangka menyambut Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada 9 Maret 2016. ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.COJakarta - Ratusan peserta dari sepuluh negara delegasi yang akan ikut ambil bagian pada ajang Karnaval Sampurasun World Ethnic 2016 yang akan digelar Sabtu malam, 27 Agustus 2016, semuanya telah berada di Kota Purwakarta.

    Panitia Karnaval Sampurasun World Ethnic Festival 2016, Asep Supriatna, mengatakan para peserta tersebut berasal dari Amerika Serikat, Rusia, Cina, Australia, Jepang, Selandia Baru, Meksiko, Afrika Selatan, dan Mesir.

    "Tadi pagi (Jumat pagi), mereka ikut cloudless morning dengan menggowes sepeda santai berkeliling Kota Purwakarta," ujar Asep kepada Tempo, Jumat malam, 26 Agustus 2016. 

    Mereka menyusuri ruas jalan Sudirman-Martadinata-Singawinata setelah melakukan start dan finis di Taman Maya Datar depan kompleks kantor Bupati Purwakarta di Jalan Gandanegara Nomor 25. 

    Michael William, anggota delegasi dari Australia, mengaku baru pertama kali merasakan suasana yang tenang, nyaman, dan masyarakatnya ramah, meski Kota Purwakarta berada dalam bekapan wilayah industri. “Pagi ini luar biasa bagi kami. Kami baru pertama kali mengunjungi Purwakarta. Tenang dan sejuk untuk ukuran daerah industri. Ini mencerminkan keseimbangan," kata William.

    William mengaku surprise ketika melihat langsung bangunan-bangunan etnik yang berada di perkotaan Purwakarta, terutama di lingkungan kompleks perkantoran Bupati. Dia pun sempat mengabadikan bangunan Bale Nagri atau Gedung Negara, Bele Paseban atau Pendapa, dan Bale Mayadatar yang semua berarsitektur etnik khas Sunda.

    “Arsitektur di Purwakarta ini unik. Pemandu memberi tahu kami bahwa ini semua bangunan khas Sunda. Kalau seperti ini, Purwakarta memang layak menggelar festival etnik," tuturnya. Ia pun mengaku sempat menjepret beberapa bangunan itu dan dikirimkan ke keluarga serta komunitas etnik di Australia.

    Malam ini, mulai pukul 19.30, semua anggota delegasi peserta karnaval etnik dunia tersebut akan mengikuti acara jamuan makan malam di Taman Pasanggrahan Pajajaran dengan suguhan berbagai menu kuliner tradisional khas Purwakarta, seperti sate maranggi, bakakak ayam, aneka pepes, es ciming, dan es cendol. Selain itu, akan ditampilkan kesenian khas Purwakarta dan beberapa jenis tarian etnik dari sejumlah negara delegasi.

    Masih dalam rangkaian acara Karnaval Sampurasun World Ethnic 2016, tepat pukul 23.00, juga ada acara "Jurung Tandang Tutunggangan Agung", yakni sebuah proses tradisional menurunkan kereta kencana Ki Jaga Rasa dan Nyi Malati yang akan diarak dari Bale Nagri sampai aula Kecamatan Purwakarta. 

    Saat mengawali berlangsungnya Karnaval World Ethnic 2016 pada Sabtu malam, dua kereta kencana yang sempat dipakai sebagai pembawa bendera pusaka pada upacara HUT RI ke-71 di Istana Negara itu akan membawa "Nyai Kidul" diiringi para peserta dari sepuluh negara.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.