Sungai Brantas Dibendung untuk Wisata Kuliner  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sungai Brantas, Kediri, Jawa Timur. TEMPO/ Dwidjo U Maksum

    Sungai Brantas, Kediri, Jawa Timur. TEMPO/ Dwidjo U Maksum

    TEMPO.CO, Malang - Pemerintah Kota Malang berencana membendung Sungai Brantas di belakang Balai Kota. Bendungan itu bakal dibangun sepanjang taman rekreasi Kota Malang sampai ke Pasar Burung Splindid. "Dikembangkan juga untuk wisata air dan kuliner," kata Wali Kota Malang Mochammad Anton, Kamis, 22 Mei 2014.

    Bendungan tersebut akan terintegrasi dengan taman rekreasi kota yang berisi aneka jenis burung. Rencana pembangunan bendungan sudah digodok sejak beberapa tahun untuk memenuhi kebutuhan air minum warga Malang. Perusahaan Daerah Air Minum Kota Malang juga akan mengolah air yang berasal dari Sungai Brantas sebagai bahan baku air minum. Selama ini air minum berasal dari sejumlah sumber di Kota Batu dan Kabupaten Malang.

    Sedangkan pedagang Pasar Burung Splindid akan dipindahkan ke Pasar Induk Gadang. Anton mengundang investor untuk membangun bendungan tersebut. Investor asal Malaysia, katanya, telah menyatakan siap berinvestasi. Mereka telah melihat langsung calon lokasi bendungan.

    Investor itu menyanggupi mengucurkan dana sesuai kebutuhan. Bila terwujud, bendungan itu akan dimanfaatkan menjadi wisata air, termasuk aneka wahana permainan air. Di atas air bakal dijajakan aneka kuliner khas Malang. Sehingga bendungan akan menjadi obyek wisata menarik. Sebab selama ini tidak banyak obyek wisata di Kota Malang. Para wisatawan yang berkunjung ke Malang umumnya memilih berwisata ke Kabupaten Malang dan Kota Batu.

    Pemerintah Kota Malang tengah berkomunikasi dengan Perum Jasa Tirta 1 selaku pengelola daerah aliran Sungai Brantas. Menurutnya, Jasa Tirta tak keberatan dibangun bendungan untuk wisata air dan bahan baku air minum.

    Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Malang, Nuzul Nurcahyo, mengatakan dibutuhkan kajian lebih lanjut sebelum bendungan itu dibangun. Kajian dilakukan melalui pendekatan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Apalagi daerah aliran Sungai Brantas cukup deras sehingga harus dikelola dengan baik. "Kajian akan melibatkan para ahli dan akademisi," katanya. (Baca pula: Tepian Kali Brantas Terlarang Untuk Bangunan)

    EKO WIDIANTO

    Berita lain:
    Ini Pemain Incaran Van Gaal di MU
    Pimpinan KPK Batalkan Rapat Bahas Abraham Samad
    Anggun Siap Tampil di World Music Awards 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.