Minggu, 18 November 2018

Oleh-Oleh yang Manis, Legit dan Gurih dari Padang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelamai di Padang, Sumatera Barat. Tempo/Febrianti

    Gelamai di Padang, Sumatera Barat. Tempo/Febrianti

    TEMPO.CO , Jakarta:Jalan-jalan ke Padang, Sumatera Barat, jangan lupa beli oleh-olehnya. Berbagai makanan ringan tradisional kini banyak dijadikan oleh-oleh khas Padang. Biasanya makanan tradisional ini sudah dikemas dengan baik, dan siap dibawa sebagai buah tangan.

    Ranah Minang tidak hanya kaya dengan kuliner yang penuh bumbu dan serba pedas. Banyak juga makanan ringan yang legit, gurih dan manis yang terbuat dari bahan baku lokal seperti ubi kayu, tepung ketan, tepung beras, kelapa dan gula tebu.

    Inilah makanan ringan yang bisa dijadikan pilihan. Mudah dicari di toko khusus oleh-oleh atau di berbagai kedai makanan ringan Pasar Raya Padang.

    Gelamai
    Panganan yang satu ini biasanya untuk hantaran dalam pesta perkawinan di beberapa daerah di Sumatera Barat. Di Pariaman dan Payakumbuh dinamai gelamai, sedangkan di daerah Muaro Sijunjung dinamai Kalamai. Namun resepnya masih sama. Mirip dodol, warnanya coklat tua mengkilat, tetapi rasanya lebih lembut di lidah. Legit serta agak berminyak karena menggunakan santan kental.

    Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan larutan gula merah yang dicampur santan. Adonan ini dimasak lama dalam kuali besar hingga kental dan berminyak. Lalu dituangkan ke papan cetakan. Dibuat seharian dalam kuali besi yang sangat besar dengan pengaduk yang mirip pendayung sampan. Untuk oleh-oleh, gelamai dijual dalam wadah cantik dari keranjang rotan. Satu keranjang Rp20.000. Ada juga yang dibungkus dalam kambut mungil atau sejenis anyaman pandan, satu kambut Rp5.000.

    Pinyaram
    Pinyaram ini seperti kue cucur. Bahannya dari tepung beras yang dicampur dengan cairan gula merah, lalu digoreng dalam kuali yang langsung menjadi cetakannya. Untuk pesta pernikahan biasanya dimuat dalam ukuran besar sebesar piring, lalu dipotong-potong. Tetapi untuk oleh-oleh, dibuat kecil-kecil dan sebungkus berisi 10 buah pinyaram harganya Rp10.000. Ada yang coklat dan ada yang putih. Pinyaram coklat menggunakan gula merah, sedangkan yang putih menggunakan gula pasir. Rasanya manis.

    Kue Sapik
    Kue sapik ini mirip kue semprong. Hanya bentuknya yang beda, tidak digulung seperti semprong, tetapi saat diangkat dari cetakan pemanggang, masih panas kue ini dilipat dan dijepit, karena itu namanya kue sapik.
    Rasanya garing dan manis. Makanan ini terbuat dari tepung beras, telur, gula pasir, santan dan bubuk kulit kayu manis. Ada juga yang terbuat dari ketan hitam, sehingga warnanya coklat kehitaman dan dinamai kue sapik sipulut hitam. Dikemas dalam kantong plastik transaparan dan disusun rapi. Harganya mulai Rp 10 hingga Rp 15 ribu

    Keripik Sanjai
    Keripik Sanjai atau keripik balado ini berasal dari Sanjai di Bukittinggi. Namun kini di Padang juga sudah banyak yang memproduksi keripik balado ini. Keripik ini dari ubi kayu yang diiris tipis membujur panjang, digoreng kering, lalu diolesi saus pedas dari racikan cabai, bawang merah, merica, dan gula. . Keripik balado dijual seharga Rp24 ribu per setengah kilogram.

    Kacang Tojin
    Kacang tojin ini sebenarnya makanan kecil saat lebaran yang rasanya gurih dan renyah. Sama dengan kacang bawang goreng. Terbuat dari kacang tanah kupas, dipilih yang berukuran agak kecil agar garing saat digoreng. Sebelum digoreng, kacang tanah ini dibumbui dengan bawang putih. Setelah digoreng, dicampur dengan bawang goreng serta daun seledri goreng sehingga warna hijau daun seledri menambah kontras kacang goreng. Satu kemasan kacang tojin ukuran setengah kilogram dijual seharga Rp27.000.

    Arai Pinang
    Kue yang satu ini juga kudapan khas lebaran, namun sudah diproduksi untuk oleh-oleh. Rasanya renyak, gurih dan wangi minyak kelapa. Bahannya sederhana, hanya tepung beras yang disangrai, santan, garam dan sedikit kapur sirih agar hasilnya renyah.

    Adonan ini dibulatkan lalu dipipihkan dengan arai pinang (mayang/bunga pinang). Lalu digoreng. Saat mencetak, diolesi minyak kelapa sehingga kue arai pinang menjadi renyah dan wangi. Ada juga kue arai pinang yang dicampur dengan saus dai rebusan gula. Harga arai pinang kemasan setengah kilogram Rp11 ribu dan pakai saos gula Rp20 ribu.

    Karak Kaliang
    Bentuknya seperti angka delapan, nama lainnya kerupuk 88 dengan warna kuning terang dari pewarnaan menggunakan kunyit, banya juga khas, ada aroma kunyit. Cita rasanya gurih. Bahan bakunya juga sederhana, tepung singkong, kunyit dan garam. Adonannya dicetak seperti angka delapan lalu digoreng garing. Harganya Rp14 ribu untuk kemasan setengah kilogram.

    FEBRIANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.