Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Hati-hati Pakai Masker Mata saat Tidur di Pesawat, Bisa Ganggu Kesehatan Mata

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

image-gnews
Ilustrasi pemakaian penutup mata di pesawat. Shutterstock
Ilustrasi pemakaian penutup mata di pesawat. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Hati-hati menggunakan aksesori untuk perjalanan, karena dapat menyebabkan masalah kesehatan. Salah satunya adalah eye mask atau masker mata. Biasanya sering digunakan wisatawan untuk tidur di pesawat penerbangan jarak jauh. 

Beberapa destinasi liburan populer membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama dengan penerbangan. Banyak wisatawan menggunakan masker mata untuk membantu mereka tidur selama perjalanan. Namun ahli kacamata di Feel Good Contacts, Khuram Sawar, mempertingkatan bahaya menggunakan masker mata saat tidur di pesawat.

Masker mata solusi tidur di pesawat

Menurut dia, masker mata merupakan solusi yang cukup baik untuk membantu wisatawan yang kesulitan tidur dalam penerbangan jarak jauh. Suasanan gelap saat memakai masker mata dapat membantu tubuh meningkatkan lebih banyak melatonin, memperbaiki pola tidur dan lebih rilesk.

"Penelitian menunjukkan semakin gelap lingkungan tidur akan semakin baik untuk tidur," katanya, seperti dilansir dari laman Express UK. 

Masker mata rawan infeksi

Namun Khuram mengingatkan masker penutup mata harus dibersihkan secara teratur untuk mencegah infeksi. Masker mata dapat menampung bakteri, kotoran, riasan, minyak alami, dan keringat jika tidak dicuci atau diganti secara teratur. 

"Sebagai aksesori umum untuk membantu wisatawan tidur di lingkungan asing, wisatawan harus mencuci masker mata secara teratur untuk menghindari infeksi," ujarnya. 

Tips memilih masker mata

Sedangkan terkait dengan jenis masker penutup mata, Khumar menyarankan agar menggunaka masker mata yang memiliki bahan kain bernapas yang lebih mudah dicuci dan nyaman dipakai. Kalau wisatawan merasa sakit saat memakai masker, atau menemukan residu saat melepasnya, sebaiknya hentikan pemakaiannya dan berkonsultasi dengan ahli. 

Selain itu, Khuram mengingatkan wisatawan agar menghindari penggunaan masker yang terlalu ketat karena dapat memberikan tekanan berlebihan pada mata. Hal ini dapat merusak kornea dan mempercepat perkembangan penyakit mata yang sensitif terhadap tekanan. Masker mata yang ketat mencegah air mata melumasi mata, sehingga mata kering dan rentan rusak. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Penting juga bagi Anda memilih masker mata yang pas dan tidak terlalu ketat untuk melindungi mata Anda dari kerusakan jangka panjang," ujarnya. 

 Untuk mencegah hal ini, wisatawan harus mengenakan masker yang memiliki kontur yang mencegah terlalu banyak tekanan pada mata. Misalnya masker yang dilengkapi bantalan tambahan sehingga lebih nyaman dipakai dan memanaskan area untuk merangsang produksi air mata dan menghindari kekeringan.

Tips tidur di pesawat tanpa masker mata

Tanpa masker mata pun ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan agar wisatawan bisa nyaman tidur di pesawat. Mulai dari mempertimbangkan zona waktu tujuan penerbangan, memperhatikan jenis minuman yang diminum, memilih tempat duduk, menggabungkan rutinitas perwatan kulit serta kebiasaan sebelum tidur yang disederhanakan. 

Atau seperti yang dilakukan salah satu penumpang pesawat Jetstar di Australia beberapa waktu lalu. Menurut laporan DMarge, penumpang itu menggunakan lengan hoodie dan kacamata hitam sebagai pengganti masker mata. Penumpang itu menggunakan lengan hoodie dan menyampirkannya ke mata. Agar lengan hoodie tetap di tempatnya, dia menggunakan kaca mata hitam di atasnya. Cara ini mungkin bisa dicoba jika lupa membawa masker mata. 

EXPRESS UK | CONDE NAST TRAVELLER | EXPLORE

Pilihan editor: 5 Cara agar Bisa Tidur Nyenyak di Pesawat

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Timbunan Sampah di Yogyakarta Capai 5 Ribu Ton, Pemda : Sudah Darurat

22 jam lalu

Tumpukam sampah di tengah pembatas jalan Affandi atau Gejayan Kota Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Timbunan Sampah di Yogyakarta Capai 5 Ribu Ton, Pemda : Sudah Darurat

Volume timbunan sampah di Yogyakarta kian memprihatinkan pasca TPA Piyungan ditutup permanen awal Mei 2024 lalu.


Puluhan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Di 4 Titik Pantai Gunungkidul

23 jam lalu

Petugas pantai di Gunungkidul mengobati wisatawan tersengat ubur-ubur. Dok.istimewa
Puluhan Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Di 4 Titik Pantai Gunungkidul

Puluhan wisatawan di kawasan pantai selatan Gunungkidul Yogyakarta tersengat ubur-ubur Minggu 23 Juni 2024.


Trik Mensiasati Aturan Batasan Cairan saat Bepergian dengan Pesawat

3 hari lalu

Ilustrasi koper. Freepik.com
Trik Mensiasati Aturan Batasan Cairan saat Bepergian dengan Pesawat

Supaya tidak menghabiskan uang untuk mengemas cairan ada beberapa trik yang dapat dilakukan sebelum naik pesawat


3 Tips Hindari Heatstroke saat Liburan Musim Panas di Eropa

3 hari lalu

Ilustrasi liburan musim panas. Freepik.com/Master1305
3 Tips Hindari Heatstroke saat Liburan Musim Panas di Eropa

Berikut ini beberapa tips agar tetap aman liburan musim panas di tengah terik matahari


Melukat Jadi Wisata Spiritual yang Diminati Wisatawan di Bali, Begini Proses dan Tata Caranya

4 hari lalu

Wisatawan mancanegara melakukan ritual melukat atau pembersihan diri di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Rabu, 24 April 2024. Ritual tersebut direncanakan masuk dalam agenda World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali yang akan diselenggarakan pada 18-25 Mei 2024 mendatang. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Melukat Jadi Wisata Spiritual yang Diminati Wisatawan di Bali, Begini Proses dan Tata Caranya

Melukat adalah ritual khas yang ditujukan untuk membersihkan diri dan biasa dilakukan oleh umat Hindu maupun masyarakat Bali. Ini tata caranya.


Batik Air Tambah Frekuensi Penerbangan Rute Ambon - Makassar

5 hari lalu

Batik Air. Dok. Bandara Juanda
Batik Air Tambah Frekuensi Penerbangan Rute Ambon - Makassar

Maskapai Batik Air menambah frekuensi penerbangan rute Ambon - Makassar untuk meningkatkan konektivitas udara dan pelayanan ke masyarakat di Maluku.


6 Daya Tarik Ibiza Selain Pesta dan Hiburan Malam

5 hari lalu

Ibiza, Spanyol. Unsplash.com/Bach Ngunyen
6 Daya Tarik Ibiza Selain Pesta dan Hiburan Malam

Ibiza menyimpan banyak daya tarik untuk wisatawan yang berlibur ke Spanyol


48 Pantai di Spanyol Tercemar Limbah Termasuk Ibiza dan Canary

6 hari lalu

Ibiza, Spanyol (Pixabay)
48 Pantai di Spanyol Tercemar Limbah Termasuk Ibiza dan Canary

Menurut aktivis Ecologists in Action sebanyak 48 pantai di Spanyol tercemar limbah, sampah hingga kotoran manusia


Sandiaga Sebut Bebas Visa untuk Tarik Minat Wisatawan Mancanegara: Indonesia Sejak Pandemi Belum Berubah

6 hari lalu

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengunjungi sentra Tenun dalam Festival Rimpu Mantika Sabtu 27 Apri 2024.
Sandiaga Sebut Bebas Visa untuk Tarik Minat Wisatawan Mancanegara: Indonesia Sejak Pandemi Belum Berubah

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan yang paling mudah dilakukan pemerintah dalam menarik wisatawan mancanegara adalah tanpa menggunakan visa.


Terpopuler: Rupiah Terpuruk Bos Apindo Sebut Cost of Doing Business Makin Mahal, Basuki Hadimuljono Sebut Rumah Menteri di IKN Bisa Digunakan saat 17 Agustus

7 hari lalu

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo, Shinta Kamdani saat ditemui di Kantor Apindo, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2024. Tempo/Aisyah Amira Wakang.
Terpopuler: Rupiah Terpuruk Bos Apindo Sebut Cost of Doing Business Makin Mahal, Basuki Hadimuljono Sebut Rumah Menteri di IKN Bisa Digunakan saat 17 Agustus

Pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (dolar AS) membuat para pengusaha resah.