Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menilik Jembatan Gantung Akashi Kaikyo di Jepang yang Beroperasi Sejak 26 Tahun Silam

image-gnews
Akashi Kaikyo Bridge mempunyai Ketinggian 298,3M, berada di atas Selat Akashi dan menghubungkan kota Kobe di Pulau Honshu sampai Iwaya di Pulau Awaji. Jembatan ini adalah jembatan terpanjang di dunia kategori jembatan gantung, dengan rentang pusat 1.991 meter. panoramio.com
Akashi Kaikyo Bridge mempunyai Ketinggian 298,3M, berada di atas Selat Akashi dan menghubungkan kota Kobe di Pulau Honshu sampai Iwaya di Pulau Awaji. Jembatan ini adalah jembatan terpanjang di dunia kategori jembatan gantung, dengan rentang pusat 1.991 meter. panoramio.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pada 26 tahun lalu, jembatan gantung Akashi Kaikyo dibuka untuk pertama kalinya, tepatnya pada 5 April 1998. Jembatan yang berada di wilayah Barat-Tengah Jepang ini menjadi salah satu jembatan gantung yang paling panjang di dunia. 

Jembatan megah dengan enam jalur ini menghubungkan Kota Kobe di Pulau Utama Honshu, menuju Iwaya di Pulau Awaji. Jembatan Akashi Kaikyo memiliki panjang 12.831 kaki atau 3.911 meter. 

Jembatan ini juga menjadi bagian dari jalan Tol Kobe-Awaji-Naruto yang dapat terhubung lebih jauh ke Pulau Shikoku. 

Dengan keindahannya, jembatan Akashi Kaikyo juga disebut Pearl Bridge. Jembatan ini memiliki tiga rentang, yaitu dengan rentang pusat 1.991 meter dan dua sisi rentang lainnya masing-masing berukuran 960 meter.

Terpanjang dan Tertinggi 

Berdiri di atas permukaan Selat Akashi, jembatan ini ditopang dua menara dengan tinggi 297 meter. Hal ini juga menjadikan Jembatan Akashi Kaikyo sebagai salah satu jembatan tertinggi di dunia. 

Jembatan ini berdiri di area yang secara seismik tidak stabil. Bahkan, jembatan ini beberapa kali harus menghadapi badai yang dahsyat dan gempa bumi. 

Jembatan ini dibangun dengan memperhatikan faktor keamanan dari bencana alam tersebut. Dilintasi kendaraan setiap hari, jembatan ini dirancang agar mampu menahan angin dengan kecepatan 290 km per jam, menahan gempa hingga kekuatan 8,5 SR, dan menahan derasnya arus selat. 

Sebelumnya, rentang pusat jembatan ini didesain untuk berukuran 1.990 meter. Akan tetapi, gempa Kobe pada tahun 1995 membuat dua menara penyangga yang sedang dibangun akhirnya bergeser 1 meter lebih jauh. Meskipun demikian, menara tersebut tidak mengalami kerusakan. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selat Akashi merupakan salah satu jalur laut tersibuk di dunia, dilintasi hampir 1000 kapal setiap harinya. Kondisi alam yang kurang stabil membuat perairan ini sempat dihantam badai pada 1955 dan mengakibatkan 168 orang meninggal dunia. 

Peristiwa tersebut juga salah satu faktor yang mendorong pemerintah untuk menyediakan sarana prasarana transportasi yang aman, tidak hanya kapal yang dapat sewaktu-waktu diterjang badai. Oleh karena itu pula, standar keamanan jembatan ini sangat diperhatikan. 

Selain keindahannya membentang di atas selat dan dihias dengan lampu jalan, Jembatan Akashi Kaikyo juga memiliki pusat pameran di lokasi yang sama. Pusat Pameran Jembatan Akashi Kaikyo memperlihatkan bagaimana proses pembangunan dan upaya mempertahankan kekokohan jembatan tersebut. 

Pameran tersebut banyak memuat informasi soal struktur jembatan, bahkan jembatan lain yang ada di Jepang. Hal tersebut membuat pameran ini kental dengan informasi bersifat teknis, namun menarik. 

Selain itu, ada pula layanan Akashi Kaikyo Bridge Guided Tour yang akan membawa pengunjung menikmati pemandangan melalui tur jembatan. Pengunjung juga akan dibawa ke puncak salah satu menara. 

Adapula Maiko Marine Promenade, dimana pengunjung dapat berjalan di bawah Jembatan Akashi Kaikyo. Ruang ini berada di 50 meter di atas air. Selain menikmati pemandangan dan melihat kapal yang melintas dekat lokasi jembatan gantung, pengunjung juga dapat menikmati kudapan di kafe serta membeli cinderamata.  

BRITANNICA | JAPANESE STATION
Pilihan editor: 5 Jembatan Gantung Populer untuk Wisata di Bogor dan Sukabumi

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Top 3 Dunia: Cina Ogah Campuri Hubungan Rusia-Korut hingga Makan Gratis Jepang

1 hari lalu

Seorang siswa menyantap makan siang gratis mereka di SMP Senju Aoba di Tokyo, Jepang 29 Juni 2022. REUTERS/Issei Kato
Top 3 Dunia: Cina Ogah Campuri Hubungan Rusia-Korut hingga Makan Gratis Jepang

Berita Top 3 Dunia pada Sabtu 22 Juni 2024 diawali Cina yang menolak mengomentari kesepakatan Rusia-Korea Utara


Kapal Induk Tenaga Nuklir AS Tiba di Korea Selatan untuk Latihan Militer

2 hari lalu

Theodore Roosevelt (CVN 71), kapal induk bertenaga nuklir berlabuh di Busan, Korea Selatan, 22 Juni 2024. Song Kyung-Seok/Pool via REUTERS
Kapal Induk Tenaga Nuklir AS Tiba di Korea Selatan untuk Latihan Militer

Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, Theodore Roosevelt, tiba di kota pelabuhan Busan di Korea Selatan


WNI Revi yang Hilang di Jepang Langsung Ditangkap di Bandara, Kemlu: Belum Ada Pelanggaran Keimigrasian

2 hari lalu

Judha Nugraha, Direktur perlindungan WNI & BHI Kementerian Luar Negeri. antaranews.com
WNI Revi yang Hilang di Jepang Langsung Ditangkap di Bandara, Kemlu: Belum Ada Pelanggaran Keimigrasian

Hingga kini, WNI Revi Cahya Sulihatun masih diselidiki oleh otoritas setempat dan mendapat pendampingan dari KJRI Osaka.


Jepang Ajak Indonesia Diskusikan Program Makan Gratis

2 hari lalu

Seorang siswa menyantap makan siang gratis mereka di SMP Senju Aoba di Tokyo, Jepang 29 Juni 2022. REUTERS/Issei Kato
Jepang Ajak Indonesia Diskusikan Program Makan Gratis

Pemerintah Jepang berencana mengundang Pemerintah Indonesia untuk mendiskusikan program makan gratis


Korea Selatan Panggil Duta Besar Rusia karena Kesepakatan dengan Korea Utara

2 hari lalu

Korea Selatan Panggil Duta Besar Rusia karena Kesepakatan dengan Korea Utara

Kementerian luar negeri Korea Selatan memanggil duta besar Rusia sebagai protes atas perjanjian antara Rusia dan Korea Utara


Catat Rekor Baru, Jepang Dilanda Gelombang Kasus Infeksi STSS Bakteri Pemakan Daging, Apakah Itu?

3 hari lalu

Bakteri
Catat Rekor Baru, Jepang Dilanda Gelombang Kasus Infeksi STSS Bakteri Pemakan Daging, Apakah Itu?

Infeksi STSS bakteri pemakan daging yang mematikan dan langka secara misterius menyebar dengan cepat di Jepang. Penyakit apakah ini?


Jepang Targetkan 60 Juta Kunjungan Wisatawan Asing di Tengah Masalah Overtourism

3 hari lalu

Wisatawan mengambil foto Gunung Fuji yang muncul di sebuah toko serba ada di kota Fujikawaguchiko, prefektur Yamanashi, Jepang 28 April 2024. Kyodo via REUTERS
Jepang Targetkan 60 Juta Kunjungan Wisatawan Asing di Tengah Masalah Overtourism

Tahun lalu, Jepang menarik lebih dari 25 juta wisatawan dari luar negeri, setelah mereka mencabut pembatasan kunjungan di era pandemi.


KJRI akan Temui Lagi Revi Cahya WNI yang Sempat Dilaporkan Hilang di Osaka Jepang

3 hari lalu

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha. ANTARA/Yashinta Difa/aa.
KJRI akan Temui Lagi Revi Cahya WNI yang Sempat Dilaporkan Hilang di Osaka Jepang

KJRI Osaka telah bertemu dengan Revi Cahya, WNI yang dilaporkan hilang pada 10 Juni lalu. Ternyata Revi ditahan otoritas Jepang


Penyelidikan WNI yang Sempat Hilang di Osaka Jepang Diperkirakan 1 Bulan

3 hari lalu

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha. Sumber: dokumen Kementerian Luar Negeri
Penyelidikan WNI yang Sempat Hilang di Osaka Jepang Diperkirakan 1 Bulan

KJRI telah menemui Revi Cahya Windi Sulihatun, WNI yang sempat dinyatakan hilang di Osaka Jepang.


Revi Cahya Windi Sulihatun, WNI yang Hilang di Jepang Ditahan di Kejaksaan Distrik Osaka

3 hari lalu

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha. ANTARA/Yashinta Difa/aa.
Revi Cahya Windi Sulihatun, WNI yang Hilang di Jepang Ditahan di Kejaksaan Distrik Osaka

Di surat tersebut tertulis bahwa otoritas Jepang telah menahan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Revi Cahya Windi Sulihatun.