Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Parkir Nuthuk di Jalan Mangkubumi Yogyakarta, Wisatawan Ditarik Tarif Rp50 Ribu

image-gnews
Parkir Ngabean di sekitar kawasan Malioboro, Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono
Parkir Ngabean di sekitar kawasan Malioboro, Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Meskipun patroli sempat digencarkan, aksi palak berkedok parkir kembali terjadi di Kota Yogyakarta. Hal ini terungkap dari unggahan media sosial instragam @merapi_uncover pada Kamis, 28 Desember 2023 dini hari.

Seorang wisatawan melayangkan keluhannya setelah jadi korban parkir nuthuk atau di luar ketentuan tarif resmi di kawasan Jalan Mangkubumi, yakni hingga Rp 50 ribu tanpa karcis.

"Ada 3 juru parkir, yang 2 markirin saya narik uang parkir 20 ribu, tapi yang 1 markirin teman saya narik uang parkir 50 ribu, tidak dikasih karcis sama sekali," kata wisatawan itu.

Lebih parahnya, saat hendak meminta penjelasan, juru parkir itu justru kesal dan emosi dengan mengucap perkataan bernada tinggi ke wisatawan itu.

Diselidiki Dinas Perhubungan

Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta pun langsung bergerak menyelidiki unggahan yang ramai di media sosial itu.

"Hari ini kami sudah memanggil untuk mengklarifikasi para juru parkir yang ada di lokasi (Jalan Mangkubumi) itu, " kata Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Golkari Made Yulianto, Kamis.

Golkari menuturkan, di lokasi yang dimaksud wisatawan itu hanya ada dua juru parkir resmi yang memiliki surat izin beroperasi dari Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta. Kalau ada juru parkir lebih banyak, biasanya itu pembantu juru parkir resmi.

"Kalau yang melakukan (parkir nuthuk) itu juru parkir resmi kami akan langsung cabut surat tugasnya," kata dia. "Tapi kalau yang melakukan itu bukan juru parkie resmi, kami teruskan ke tim saber pungli untuk tindakan lanjut," kata dia.

Golkari pun meminta wisatawan tidak takut melaporkan dugaan pungutan liar atau pungli berkedok parkir di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini. 
Pelaporan ke Satgas Saber Pungli Kota Yogya bisa dilakukan lewat nomor hotline 08971724000.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Jika kondisinya memungkinkan, bisa diam-diam difoto juru parkir yang nakal itu secara diam diam untuk penindakan," kata dia.

Golkari berharap wisatawan juga lebih waspada dan jeli dengan lokasi parkir yang dipilih dan memastikan juru parkirnya menyediakan karcis resmi yang dikeluarkan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Tarif parkir resmi Kota Yogyakarta 

Sebelumnya Kepala Bidang Perparkiran Kota Yogyakarta Imanudin Aziz menyatakan parkir kendaraan di Kota Yogyakarta telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2019 tentang Perparkiran. 

Adapun tarif parkir Tepi Jalan Umum (TJU) diatur dalam Perda nomor 1 tahun 2020 tentang retribusi pelayanan parkir di TJU. Dia menjelaskan parkir TJU di Kota Yogyakarta terbagi tiga kawasan yaitu kawasan I, II dan III.

Kawasan I sifatnya premium dengan tarif progresif tidak seperti kawasan II dan III yang berlaku tarif tetap atau flat sekali parkir. Contoh kawasan I premium tarif sepeda motor Rp 2.000 untuk 2 jam pertama serta jam ketiga dan seterusnya  dikenai Rp 1.500/jam. 

Jadi jika parkir sepeda motor di Jalan Suryatmajan Kota Yogyakarta selama 4 jam berarti tarifnya Rp 5.000. Untuk mobil kawasan I tarif 2 jam pertama Rp 5.000, jam ketiga dan seterusnya Rp 2.500/jam. Apabila parkir mobil 4 jam berarti, tarifnya Rp 10.000.

PRIBADI WICAKSONO

Pilihan Editor: Cek Tempat Parkir Resmi di Kota Yogyakarta Ini agar Terhindar dari Aksi Nuthuk

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sleman Larang Tiga Bus Study Tour Beroperasi karena Tak Laik Jalan

1 jam lalu

Ilustrasi bus (Pixabay)
Sleman Larang Tiga Bus Study Tour Beroperasi karena Tak Laik Jalan

Tak hanya bus study tour yang jadi sasaran pemeriksaan kelayakan, jip wisata di lereng Merapi dan Tebing Breksi juga.


Raffi Ahmad Mundur Dari Proyek Beach Club Gunungkidul, Ini Respons Pemda DIY

1 hari lalu

Raffi Ahmad di depan view Pantai Krakal, Yogyakarta untuk memulai bisnis barunya. Foto: Instagram.
Raffi Ahmad Mundur Dari Proyek Beach Club Gunungkidul, Ini Respons Pemda DIY

Proyek resor dan beach club itu yang awalnya melibatkan Raffi Ahmad itu digadang akan beroperasi 2025, tapi masih saat ini sebatas wacana.


Kembali Beroperasi, Apa yang Baru dari Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta?

2 hari lalu

Wajah baru Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pascarevitalisasi selama tiga bulan. Dok. Istimewa
Kembali Beroperasi, Apa yang Baru dari Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta?

Museum Benteng Vredeburg tak lagi hanya pusat edukasi sejarah dan budaya, tapi juga sebagai ruang baru berkumpul anak muda dan keluarga.


Tanah Milik Keraton Berpeluang untuk Program Tapera? Ini Kata Sultan

2 hari lalu

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) dan  Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di Istana Negara, Jakarta, Senin 10 Oktober 2022. Presiden Joko Widodo melantik Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY masa jabatan 2022-2027 sesuai dengan Undang-Undang No. 13/2012 tentang Keistimewaan DIY. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Tanah Milik Keraton Berpeluang untuk Program Tapera? Ini Kata Sultan

Belakangan ramai pro kontra soal pembangunan perumahan buruh melalui program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).


Kian Coreng Kota Wisata, Yogyakarta Minta Bantuan Pusat Atasi Darurat Sampah

3 hari lalu

Tumpukam sampah di tengah pembatas jalan Affandi atau Gejayan Kota Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Kian Coreng Kota Wisata, Yogyakarta Minta Bantuan Pusat Atasi Darurat Sampah

Persoalan darurat sampah di Yogyakarta tak kunjung usai pasca kebijakan desentralisasi dilakukan sejak awal Mei atau bertepatan penutupan permanen Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Piyungan pada awal Mei 2024.


FKH UGM Kirim Ratusan Mahasiswa dan Alumni sebagai Petugas Pemeriksaan Hewan Kurban

3 hari lalu

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM mengirim sebanyak 350 mahasiswa dan alumni sebagai petugas pemeriksa hewan kurban di seluruh Kabupaten/kota di seluruh DIY. UGM.ac.id
FKH UGM Kirim Ratusan Mahasiswa dan Alumni sebagai Petugas Pemeriksaan Hewan Kurban

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM mengirim ratusan mahasiswa dan alumni untuk menjadi petugas pemeriksaan hewan kurban di Yogyakarta.


Ini Kandidat Kepala Daerah Kabupaten/Kota Terkuat di Yogyakarta Versi Survei Golkar

4 hari lalu

DPD Golkar DIY umumkan hasil survei elektabilitas kandidat Pilkada 2024 tahap pertama Sabtu (8/6). Tempo/Pribadi Wicaksono
Ini Kandidat Kepala Daerah Kabupaten/Kota Terkuat di Yogyakarta Versi Survei Golkar

DPD Golkar DIY telah merampungkan survei tahap pertama elektabilitas kandidat kepala daerah di lima kabupaten/kota di DIY untuk Pilkada 2024


Kenang Maestro Ketoprak Bondan Nusantara, Taman Budaya Yogyakarta Siapkan Pentas Khusus

4 hari lalu

Taman Budaya Yogyakarta. Dok. Istimewa
Kenang Maestro Ketoprak Bondan Nusantara, Taman Budaya Yogyakarta Siapkan Pentas Khusus

Gelar Karya Maestro jadi ajang mengangkat kembali karya sejumlah maestro seni, kali ini seni ketoprak.


Asal-usul Gerabah Kasongan, Kerajinan Keramik Asal Bantul

5 hari lalu

Pengrajin gerabah di Kasongan, Yogyakarta. TEMPO/Arie Basuki
Asal-usul Gerabah Kasongan, Kerajinan Keramik Asal Bantul

Gerabah Kasongan cukup kondang karena memiliki ciri khas yang unik. Di mana letaknya?


Dapat Investasi, Studio Alam Gamplong Yogyakarta Bakal Dikembangkan jadi Destinasi Berkualitas

6 hari lalu

Salah satu sudut destinasi Studio Alam Gamplong di Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Dok. Istimewa
Dapat Investasi, Studio Alam Gamplong Yogyakarta Bakal Dikembangkan jadi Destinasi Berkualitas

Studio Alam Gamplong awalnya untuk keperluan syuting film, tapi kemudian dikembangkan jadi daya tarik wisata.