Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Waktu Terbaik untuk Mengunjungi Nepal dan Mendaki Himalaya

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Danau Birendra di wilayah Manaslu, Nepal. AP/SNV Nepal, Samir Thapa
Danau Birendra di wilayah Manaslu, Nepal. AP/SNV Nepal, Samir Thapa
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Terletak di jantung pegunungan Himalaya, Nepal menjadi salah satu destinasi yang paling diminati wisatawan. Selain memiliki bentang alam yang menakjubkan, negeri ini juga kaya akan warisan budaya. Daya tarik Nepal tidak hanya mencakup danau-danaunya yang jernih dan pegunungan bersalju yang menawan, namun juga kehangatan keramahtamahannya. 

Kebanyakan wisatawan datang antara Oktober hingga November. Periode ini dinilai waktu yang ideal untuk trekking di dataran tinggi. Sebaliknya, musim sepi, dari bulan Juli sampai September, bertepatan dengan musim hujan, sehingga kurang menguntungkan. 

Tapi setiap wisatawan memiki tujuan yang berbeda saat mengunjungi Nepal. Untuk mencari cuaca bagus hingga harga yang lebih murah, inilah waktu yang pas untuk traveling ke negeri tersebut.

1. Cuaca paling bagus: Oktober hingga November

Waktu terbaik untuk mengunjungi Nepal karena cuacanya yang menyenangkan adalah dari Oktober hingga November. Ini ditandai dengan langit biru cerah dan angin sejuk yang menyegarkan. Pemandangan menakjubkan dan kondisi cuaca kering, masa ini adalah waktu optimal untuk jalan-jalan dan trekking. 

Musim ini menampilkan Nepal dalam kondisi paling hijau, pasca-musim hujan, dengan vegetasi yang semarak. Ini juga merupakan waktu festival, Dashain di Oktober dan Tihar di November. Namun, bersiaplah menghadapi kerumunan orang karena ini adalah musim ramai di Nepal.

2. Waktu trekking & hiking di Himalaya: September hingga November

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bagi penggemar trekking dan hiking, waktu terbaik mengunjungi Nepal adalah pertengahan September hingga November. Cuaca yang menyenangkan dan langit cerah menjadi kondisi optimal untuk mencapai puncak Himalaya. Suhu rata-rata berkisar antara 7 derajat Celcius hingga 22 derajat Celcius , dengan suhu dingin yang cepat pada malam hari. Jalur pendakian, termasuk kawasan Langtang, Everest, Mustang Atas, dan Annapurna, dibuka selama musim ini.

3. Harga paling hemat: Desember hingga Februari

Desember hingga Februari adalah puncak musim dingin. Periode ini dianggap sebagai waktu terbaik untuk mengunjungi Nepal untuk mendapatkan penawaran terbaik dan harga terjangkau. Musim sepi ini jumlah wisatawan lebih sedikit, akomodasi dan paket trekking lebih ramah anggaran. Jika berani menghadapi angin dingin, jalur musim dingin seperti Chisapani Nagarkot dan Ghorepani terbuka, memberikan pemandangan pegunungan yang tertutup salju yang menakjubkan.

4. Waktu bertualang: Oktober hingga November

Oktober hingga November tidak hanya diminati para pendaki yang ingin ke puncak, aktivitas petualangan lainnya juga paling baik dinikmati selama musim puncak ini. Namun, beberapa aktivitas bersifat musiman, seperti arung jeram paling baik dilakukan pada Februari hingga Juli, bungee jumping tersedia sepanjang tahun, dan paralayang paling baik dilakukan pada Maret hingga Mei, dan September hingga Desember. Baik itu ziplining dan paralayang di Pokhara, atau safari satwa liar di Taman Nasional Chitwan, Nepal menawarkan petualangan mendebarkan selama musim ramai.

Hindari mengunjungi Nepal selama musim hujan, dari Juni hingga pertengahan September. Trekking di dataran tinggi berisiko karena banjir, jalan licin, dan tanah longsor. Sebagian besar wilayah ditutup, dan bahkan puncaknya pun tersembunyi oleh awan. Akomodasi, terutama homestay dan bed and breakfast, seringkali ditutup untuk renovasi untuk menyambut high season mendatang.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kenalan dengan Kami Rita, Pendaki yang Pecahkan Rekor Capai Gunung Everest 29 Kali

29 hari lalu

Kami Rita, pendaki yang pecahkan rekor dunia mencapai puncak Gunung Everest sebanyak 29 kali (Instagram/@kamiritasherpa)
Kenalan dengan Kami Rita, Pendaki yang Pecahkan Rekor Capai Gunung Everest 29 Kali

Menurut Guinness Book of World Records, Kami Rita telah mendaki Everest hampir setiap tahun sejak pendakian pertamanya pada 1994.


Sri Lanka Akui 16 Warganya Tewas Saat Berperang dalam Konflik Rusia-Ukraina

32 hari lalu

Maria Andreeva, istri tentara Rusia dalam perang di Ukraina, meletakkan bunga di Makam Prajurit Tak Dikenal dekat tembok Kremlin di Moskow, Rusia, 20 Januari 2024.  REUTERS
Sri Lanka Akui 16 Warganya Tewas Saat Berperang dalam Konflik Rusia-Ukraina

Setidaknya 16 tentara bayaran Sri Lanka tewas dalam perang antara Rusia dan Ukraina, kata wakil menteri pertahanan pulau itu pada Rabu.


Bhutan Hapus Syarat Asuransi Perjalanan yang Diwajibkan saat Pandemi

53 hari lalu

Paro Taktsang atau Tiger's Nest di Bhutan (Pixabay)
Bhutan Hapus Syarat Asuransi Perjalanan yang Diwajibkan saat Pandemi

Penghapusan syarat asuransi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung untuk menjelajahi budaya, bentang alam, dan warisan unik Bhutan.


Traveling ke Patan, Ini 5 Atraksi Menarik di Sana

31 Maret 2024

Patan Durbar Square, Nepal. Unsplash.com/Aaron Santelices
Traveling ke Patan, Ini 5 Atraksi Menarik di Sana

Kalau tertarik mengunjungi Patan di Nepal, setiap sudutnya sangat menarik dieksplorasi dan mengkungkapkan sebuah cerita


Menanti Senat dan Raja, Thailand Selangkah Lagi Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

27 Maret 2024

Komunitas LGBT Thailand berpartisipasi dalam Parade Hari Kebebasan Gay di Bangkok, Thailand, 29 November 2018. REUTERS/Soe Zeya Tun
Menanti Senat dan Raja, Thailand Selangkah Lagi Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

Parlemen Thailand dengan suara bulat menyetujui rancangan undang-undang yang melegalkan pernikahan sesama jenis


Mengenal Pokhara, Ibu Kota Pariwisata Nepal yang Baru Diresmikan

18 Maret 2024

Pokhara, Nepal (Pixabay)
Mengenal Pokhara, Ibu Kota Pariwisata Nepal yang Baru Diresmikan

Pokhara dikenal sebagai pusat wisata Nepal yang terkenal karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan beragam kegiatan rekreasi.


Demi Keselamatan, Pendaki Gunung Everest dari Nepal bakal Diwajibkan Bawa Chip

26 Februari 2024

Ilustrasi pendaki Gunung Everest (Pixabay)
Demi Keselamatan, Pendaki Gunung Everest dari Nepal bakal Diwajibkan Bawa Chip

Chip ini diperkirakan akan mulai berlaku pada musim semi mendatang, yang bertepatan dengan dimulainya musim pendakian di Gunung Everest.


Tips Mendaki Himalaya, Mulai dari Waktu yang Tepat hingga Memilih Pemandu

28 Januari 2024

Gunung Nanda Devi yang tertutup salju terlihat dari kota Auli, di negara bagian Himalaya utara Uttarakhand, India 25 Februari 2014. REUTERS/Stringer
Tips Mendaki Himalaya, Mulai dari Waktu yang Tepat hingga Memilih Pemandu

Perjalanan ke Pegunungan Himalaya butuh persiapan matang karena medan yang berat, suhu yang bervariasi, dan sensitivitas budaya.


7 Destinasi di Bhutan yang Disebut Negara Paling Bahagia di Dunia

18 Januari 2024

Pangeran William dan Kate Middleton, berfoto di depan Biara Paro Taktsang, Bhutan, 15 April 2016. Keduanya sedang dalam kunjungan selama sepekan ke India dan Bhutan.  REUTERS/Cathal McNaughton
7 Destinasi di Bhutan yang Disebut Negara Paling Bahagia di Dunia

Terletak di jantung pegunungan Himalaya bagian timur, Bhutan terkenal karena bentang alamnya yang memesona.


2 Destinasi Liburan Musim Dingin yang Cuacanya Cerah

15 Januari 2024

Antalya, Turki. Unsplash.com/Erik Karits
2 Destinasi Liburan Musim Dingin yang Cuacanya Cerah

Selama musim dingin liburan ke Turki dan Mesir menunjukkan peningkatan pengunjung yang konsisten sepanjang tahun.