Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

5 Destinasi Wisata Mali, Cagar Alam hingga Suasana Perkotaan

image-gnews
Masjid Raya Djenne merupakan bangunan yang terbuat dari lumpur terbesar di dunia dan dianggap oleh banyak arsitek sebagai gaya arsitektur Sudano-Sahelian terbaik. Masjid yang terletak di kota Djenne, Mali ini dibangun di atas tanah seluas 5.625 meter persegi dengan ketebalan dinding antara 41 cm dan 61 cm. Masjid ini terbuat dari bata lumpur yang dijemur di bawah matahari, sedangkan bagian luarnya diplester dengan lumpur yang lembut. wikipedia.org
Masjid Raya Djenne merupakan bangunan yang terbuat dari lumpur terbesar di dunia dan dianggap oleh banyak arsitek sebagai gaya arsitektur Sudano-Sahelian terbaik. Masjid yang terletak di kota Djenne, Mali ini dibangun di atas tanah seluas 5.625 meter persegi dengan ketebalan dinding antara 41 cm dan 61 cm. Masjid ini terbuat dari bata lumpur yang dijemur di bawah matahari, sedangkan bagian luarnya diplester dengan lumpur yang lembut. wikipedia.org
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Mali salah satu negara di Afrika Barat. Mali memiliki beragam lanskap yang memikat. Mali juga merupakan negara yang memikat untuk ditelusuri budaya dan sejarahnya.

Wisata Mali

1. Djenné

Dikutip dari Backpacker Boy, salah satu tempat paling terkenal di Mali, yakni Djenné. Kota ini memiliki salah satu situs Warisan Dunia UNESCO yang paling penting di Afrika Barat, Masjid Agung Djenné. Kota ini juga pusat perdagangan dan peribadatan Islam pada abad ke-15 hingga ke-17. Masjid ini adalah contoh arsitektur Sudano-Sahelian struktur batu bata lumpur terbesar di dunia. Masjid Agung Djenné dibangun pada abad ke-13, tetapi sejak saat itu telah beberapa kali rekonstruksi.

2. Biosfer Bafing

Cagar alam ini kawasan lindung untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Ada beragam spesies hewan dan tumbuhan di area yang luasnya 6.767 kilometer.  Bafing juga diakui oleh Wild Chimpanzee Foundation sebagai area penting bagi hewan-hewan yang terancam punah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk melestarikan hewan-hewan ini dengan memantau populasi dan mendorong penggunaan sumber daya yang berkelanjutan oleh masyarakat setempat.

3. Sungai Niger

Sungai Niger mengalir melalui beberapa negara, yaitu Niger, Benin, dan Kamerun. Sungai ini mengalir melalui banyak kota di Mali, seperti Bamako, Timbuktu, dan Gao. Cara terbaik menelusuri sungai ini mengikuti tur perahu di sepanjang tepiannya. Melalui tur ini, pengunjung bisa melihat satwa liar lokal seperti buaya dan kuda nil. Penelusuran sungai juga cara untuk mengamati burung di Mali karena ratusan spesies berkumpul di dekat sumber air. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

4. Ségou

Pusat kota ini terletak 235 kilometer di timur laut Bamako. Ini kota penting di Kerajaan Bambara selama abad 18 dan 19. Kota ini berada di bawah kekuasaan Prancis selama periode kolonial dan sebagian besar pengaruh ini bisa dilihat dari arsitekturnya. Fitur utama dari Ségou adalah seni dan kerajinannya. Kota ini terkenal dengan kreasi tembikar, tekstil, dan ukiran Bambara. Segou salah satu tempat diadakan banyak acara. Adapun acara yang paling terkenal, Festival sur le Niger. 

5. Bamako

Bamako kota terbesar di Mali. Kota ini pusat politik dan ekonomi Mali dan memiliki populasi yang beragam. Ada begitu banyak sorotan ikon perkotaan Bamako, Museum Nasional hingga Menara BCEAO. Pertunjukan musik live yang menampilkan genre seperti Mali blues dan musik griot tradisional, antara lain daya pikat kota ini.

Pilihan Editor: Rekomendasi 4 Kuliner Khas Mali: Tiguadege Na, Hingga Nasi Jollof

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Berusia Jauh Melewati 1 Milenium, Ini 5 Destinasi Wisata Favorit Kota Palembang

13 jam lalu

Rumah Kapitan di Kampung Kapitan, Kelurahan 7 Ulu, Palembang. Tempo/Francisca Christy Rosana
Berusia Jauh Melewati 1 Milenium, Ini 5 Destinasi Wisata Favorit Kota Palembang

5 destinasi wisata favorit Kota Palembang yaitu jembatan ampera, benteng kuto besak, masjid agung Palembang, kampung kapitan, dan taman purbakala kerajaan sriwijaya.


7 Destinasi Wisata Sejarah Cirebon, Keraton hingga Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati

23 jam lalu

Peziarah di makam Sunan Gunung Jati di bukit Astana Gunung Sembung di hari pertama Lebaran, Senin, 2 Mei 2022. TEMPO/Abdi Purmono
7 Destinasi Wisata Sejarah Cirebon, Keraton hingga Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati

Cirebon kaya dengan destinasi wisata, terutama wisata sejarah. Berikut adalah 7 destinasi tersebut antara lain Makam Sunan Gunung Jati.


7 Destinasi Wisata Terpopuler di Cirebon, Telaga remis sampai Wisata Kera Plangon

1 hari lalu

Wisata Bahari Kejawanan Cirebon (Instagram/@wbkejawanan)
7 Destinasi Wisata Terpopuler di Cirebon, Telaga remis sampai Wisata Kera Plangon

Destinasi wisata di Cirebon tidak hanya wisata religi dan sejarah, namun banyak juga wisata populer yang patut dikunjungi. Ini daftarnya.


10 Ribu Masyarakat Palembang Padati Masjid Agung hingga ke Jembatan Ampera

2 hari lalu

Sebanyak 10 ribu Masyarakat Kota Palembang memadati Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo hingga Jembatan Ampera dalam rangka pelaksanaan salat Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah atau hari ini, Senin, 17 Juni 2024. TEMPO/Yuni Rahmawati
10 Ribu Masyarakat Palembang Padati Masjid Agung hingga ke Jembatan Ampera

Kasat Lantas AKBP Yenni Diarty mengatakan sebanyak 10.000 masyarakat Kota Palembang memenuhi Masjid Agung hingga jembatan Ampera.


Kurban Idul Adha, Gibran Sumbang Sapi Limosin 700 Kg ke Masjid Agung Al Azhar

3 hari lalu

Sapi limosin sumbangan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sapi ini disebut memiliki bobot 700 kg. TEMPO/Defara
Kurban Idul Adha, Gibran Sumbang Sapi Limosin 700 Kg ke Masjid Agung Al Azhar

Ketua Takmir Masjid Al-Azhar Kebayoran, Zahrudin Sultoni menyebut sapi kurban Gibran ini merupakan yang terbesar di masjid tersebut.


Daftar 5 Destinasi Wisata Paling Direkomendasikan di Pulau Madura

8 hari lalu

Pantai Lombang, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Tempo/Rully Kesuma
Daftar 5 Destinasi Wisata Paling Direkomendasikan di Pulau Madura

Pulau Madura, yang terletak di sebelah utara Jawa Timur, Indonesia, menawarkan keindahan alam yang memikat serta warisan budaya yang kaya.


11 Daftar Negara dengan Suhu Paling Panas di Dunia, Didominasi Benua Afrika

14 hari lalu

Suhu tahunan di bumi terus meningkat karena pemanasan global. Berikut ini daftar negara terpanas di dunia yang didominasi di benua Afrika. Foto: Canva
11 Daftar Negara dengan Suhu Paling Panas di Dunia, Didominasi Benua Afrika

Suhu tahunan di bumi terus meningkat. Berikut ini daftar negara dengan suhu paling panas di dunia yang didominasi di benua Afrika.


Rekomendasi 5 Wisata Pantai Wajib Saat di Kabupaten Gunungkidul: Ada Surga di Watunene...

23 hari lalu

Pantai Watunene. Shutterstock
Rekomendasi 5 Wisata Pantai Wajib Saat di Kabupaten Gunungkidul: Ada Surga di Watunene...

Bak surga tersembunyi, Pantai Watunene berada di antara deretan wisata pantai indah di Kabupaten Gunungkidul. Penasaran?


Lika-liku Lahirnya Kabupaten Gunungkidul

23 hari lalu

Gerbang ruas jalan alternatif Talang-Ngalang yang menghubungkan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta mulai dioperasikan pekan ini. Dok.istimewa
Lika-liku Lahirnya Kabupaten Gunungkidul

Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul pada Jumat Legi, tanggal 27 Mei 1831 atau 15 Besar Je 1758, sebagaimana tertulis dalam Keputusan Bupati Kepala Daerah.


Yogyakarta Siapkan Rambu-rambu Study Tour Pasca Marak Wacana Pelarangan

25 hari lalu

Bus pariwisata mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di Jalan Siluk-Imogiri Bantul Yogyakarta pada Ahad, 21 April 2024 sore. Dok. Istimewa
Yogyakarta Siapkan Rambu-rambu Study Tour Pasca Marak Wacana Pelarangan

Rambu untuk study tour ini agar memberikan rasa aman dalam kegiatan study tour