Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

10 Makanan Khas Madura, Kampung Halaman Mahfud MD

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Ilustrasi Membakar Sate
Ilustrasi Membakar Sate
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Madura terkenal dengan sate dan bebeknya, tetapi makanan khas kampung halaman calon wakil presiden (cawapres Mahfud MD ini tidak hanya itu. Banyak jenis makanan lain yang tak kalah lezatnya. 

Sebagai pulau penghasil garam dan cengkih di masa lalu, kuliner Madura terasa kaya akan rempah. Berikut 10 makanan khas Madura yang bisa dicoba saat berkunjung ke sana. 

1. Nasi Serpang

Nasi serpang merupakan olahan nasi campur khas Madura, tepatnya daerah Bangkalan. Nasi serpang berisi dengan banyak lauk-pauk seperti kerang tumis pedas, telur asin, krecek tahu, kering tempe, dan dendeng sapi Madura. Pelengkap lainnya adalah serundeng dan rempeyek kacang, serta lebih nikmat dengan sambal terasi. Uniknya, nasi ini dibungkus dengan daun pisang. 

2. Topak Ladeh

Topak ladeh biasanya ditemukan pada hari-hari besar seperti Idul Fitri. Makanan berkuah berisi campuran daging sapi dengan kacang panjang, jeroan sapi atau daging ayam, serta potongan telur rebus.

Selain itu, ada juga yang memberikan tambahan bubuk jagung manis untuk menambah cita rasa makanan. Kuahnya kental yang terbuat dari santan, dan disajikan bersama lontong atau ketupat. 

3. Sate Madura

Sate Madura yang asli khas Madura menggunakan kecap dan bawang merah. Selain itu, sate ini juga menggunakan sedikit petis, dan kemiri sehingga bumbunya agak kental dan lebih gurih. Sate Madura nantinya akan disajikan bersama nasi atau lontong, acar timun dan bawang sebagai pelengkap sate. Harga sate Madura ini Rp 15.000/porsi.

4. Soto Madura

Soto Madura berbahan dasar daging sapi, soun, perkedel kentang, kentang goreng, telur rebus, jeroan, dan lontong dengan kuah santan. Soto ini memakai sandung lamur, daging sapi dengan lapisan lemak tebal. Kuahnya memakai kemiri dengan aroma yang khas menjadikannya terlihat kuning keruh. 

5. Tajin Sobih

Bubur tajin sobih diambil dari nama asalnya, yakni Desa Sobih di Kabupaten Bangkalan, Madura. Makanan ini memiliki empat macam isi yakni bubur putih, bulatan putih, bubur lonjongan cokelat dan sagu mutiara, dan dikemas menggunakan daun pisang. Sausnya menggunakan gula merah yang sudah dimasak pekat yang dituangkan di atasnya. Tekstur bubur ini lembut dengan rasa manis bercampur gurih.

6. Kaldu Kokot

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kaldu kokot dalam bahasa Jawa berarti tulang sapi. Bahan dasar utamanya kaki sapi dengan bumbu bawang putih, bawang merah, pala dan jahe. Uniknya, kuahnya terbuat dari olahan kacang hijau, rempah, dan potongan kikil. Hidangan ini sudah terkenal sejak tahun 70-an. 

7. Bebek Songkem

Bebek songkem diolah dengan bumbu khas dan dikukus dalam bungkusan daun pisang. Menu ini dianggap langka. Bebek ini dimasak utuh tanpa dipotong-potong. Setelah dibersihkan, bebek dibumbui, dan dibungkus menggunakan daun pisang, selanjutnya di kukus selama beberapa waktu. Bebek khas Madura ini nikmat dimakan dengan nasi hangat dan sambal, serta lalapan. 

8. Soto Mata Sapi

Hidangan khas Madura lainnya adalah soto mata sapi. Seperti namanya, soto ini berbahan dasar mata sapi ditambah dengan tulang sapi. Menurut penggemarnya, air yang keluar dari mata sapi terasa sangat gurih. Soto ini dimasak dengan rempah khas yang menjadikan warnanya sedikit merah. Penyajiannya biasanya berupa irisan daging sapi, yang disiram kuah soto mata sapi dengan lontong atau juga bisa menggunakan nasi dan sambal.

9. Lorjuk

Lorjuk adalah kerang bambu khas daerah Pamekasan. Kerang berbentuk panjang seperti bambu ini banyak ditemukan di pesisir pantai berlumpur pada saat air laut surut. Kerang lalu dikeringkan di bawah matahari agar bisa disimpan lama. 

Lorjuk diolah dengan digoreng, pepes, ada juga yang dijadikan camilan rengginang lorjuk. Lorjuk juga bisa dijadikan soto yang rasanya gurih dan sedikit manis.

10. Kue Apem

Kue apem dari Sumenep terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan, kelapa, dan ragi, dan topping-nya berupa saus berbahan gula merah yang telah dicampur jahe dan kayumanis. Camilan ini biasanya akan dijual pagi hari sebagai menu sarapan masyarakat lokal. Makanan khas Madura ini memiliki banyak penyebutan, mulai dari kue apem Madura, kue apam Madura, hingga kue apen Madura. Kue jajanan  ini disebut-sebut mampu mengembalikan stamina.

LAYYIN AQILA 

Pilihan Editor: Sejarah Hubungan Madura dan Majapahit, Petilasan di Sampang

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Peluncuran Film Dokumenter Artidjo Alkostar, Judul Diambil dari Riset tentang Gelandangan

4 hari lalu

Sutradara film dokumenter Artidjo, Puguh Windrawan menjelang pemutaran perdana film tersebut di Ruang Auditorium Fakultas Hukum UII di Kampus Terpadu UII di Jalan Kaliurang Km.14,5, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat, 14 Juni 2024 sore. TEMPO/Pito Agustin Rudiana.
Peluncuran Film Dokumenter Artidjo Alkostar, Judul Diambil dari Riset tentang Gelandangan

Film berdurasi sekitar 50 menit itu mengisahkan secara singkat kehidupan Artidjo Alkostar masa kecil hingga meninggal pada 2021.


Beri Kuliah di PDIP, Mahfud Md Ungkit Ucapan Prabowo Indonesia Bubar di 2030

5 hari lalu

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Politikus Ganjar Pranowo dan Mahfud MD hadiri di pembukaan Rapat Kerja Nasional V PDIP,  Ancol, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2024. Dalam orasinya Mega mengatakan partainya tak akan mundur meski merasa pemilu kali ini partainya telah dirugikan, dia tetap menyuarakan kepada kadernya untuk terus maju untuk menegakan sistem demokrasi. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Beri Kuliah di PDIP, Mahfud Md Ungkit Ucapan Prabowo Indonesia Bubar di 2030

"Kalau keadilan dan kemakmuran tidak ada, jangan-jangan nanti tidak sampai 2045 seperti kata buku Ghost Fleet," ujar Mahfud Md.


Beri Kuliah ke Kader PDIP, Mahfud Md: Kita Sedang Kehilangan Arah Hukum

5 hari lalu

Mahfud MD saat mengunjungi UII Yogyakarta Rabu, 8 Mei 2024. Dok.istimewa
Beri Kuliah ke Kader PDIP, Mahfud Md: Kita Sedang Kehilangan Arah Hukum

Mahfud Md menyoroti kondisi hukum dan demokrasi di Indonesia saat mengisi Sekolah Hukum PDIP.


Mahfud Md akan Beri Kuliah di Sekolah Hukum PDIP Hari Ini

5 hari lalu

Ganjar Pranowo, Megawati, dan Mahfud MD menghadiri Rakernas ke V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, Jumat, 24 Mei 2024. Keduanya duduk di antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto: Tim Media PDIP
Mahfud Md akan Beri Kuliah di Sekolah Hukum PDIP Hari Ini

Mahfud Md direncanakan akan menghadiri Sekolah Hukum PDIP pagi ini.


Daftar 5 Destinasi Wisata Paling Direkomendasikan di Pulau Madura

7 hari lalu

Pantai Lombang, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Tempo/Rully Kesuma
Daftar 5 Destinasi Wisata Paling Direkomendasikan di Pulau Madura

Pulau Madura, yang terletak di sebelah utara Jawa Timur, Indonesia, menawarkan keindahan alam yang memikat serta warisan budaya yang kaya.


21 Tahun Jembatan Suramadu, Berikut 7 Fakta Pembangunan Jembatan Berbiaya Rp 4,5 Triliun

8 hari lalu

Suasana Jembatan Suramadu di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 27 Oktober 2018. ANTARA
21 Tahun Jembatan Suramadu, Berikut 7 Fakta Pembangunan Jembatan Berbiaya Rp 4,5 Triliun

Jembatan Suramadu 21 tahun. Ini 7 fakta pembangunan Jembatan Suramadu alias Surabaya-Madura yang menjadi salah satu ikon di Jawa Timur.


Kilas Balik 21 Tahun Jembatan Suramadu, Ini Kontribusi Presiden dari Sukarno hingga SBY

9 hari lalu

Penumpang kapal Kirana VII melihat arsitektur Jembatan Suramadu di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 8 Juni 2022. Jembatan Suramadu merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Kilas Balik 21 Tahun Jembatan Suramadu, Ini Kontribusi Presiden dari Sukarno hingga SBY

Jembatan Suramadu menyatukan Pulau Madura dan Jawa. Kecuali Jokowi, presiden sebelumnya berkontribusi mewujudkan jembatan ini.


Dulu Taperum Sekarang Tapera, Berikut Riwayat Lembaga Tangani Tabungan Perumahan Rakyat

12 hari lalu

Brosur tabungan perumahan rakyat (Tapera) di Kantor Pelayanan Badan Pengelola Tapera, Jakarta, Selasa 4 Juni 2024. Presiden Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tapera sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan dan akuntabilitas pengelolaan dana Tapera. TEMPO/Tony Hartawan
Dulu Taperum Sekarang Tapera, Berikut Riwayat Lembaga Tangani Tabungan Perumahan Rakyat

Taperum untuk PNS merupakan program yang dibentuk pada 1993. Kini diwacanakan diberlakukan potong gaji 3 persen untuk Tapera kepada seluruh pekerja.


Ini Alasan Mahfud MD Sebut Putusan MA Destruktif dan Tidak Progresif

13 hari lalu

Mahfud MD saat mengunjungi UII Yogyakarta Rabu, 8 Mei 2024. Dok.istimewa
Ini Alasan Mahfud MD Sebut Putusan MA Destruktif dan Tidak Progresif

Mantan Ketua MK yang juga cawapres pada Pemilu 2024, Mahfud Md menyebut Putusan MA soal batas usia calon kepala daerah destruktif. Ini alasannya.


Mahfud Md Tanggapi Putusan MA soal Batas Usia Calon Kepala Daerah: Destruktif, PKPU Sudah Benar

13 hari lalu

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan keterangan pers di Gedung Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis, 1 Februari 2024. Mahfud MD resmi mengundurkan diri dari posisi di Kabinet Indonesia Maju (KIM). Mahfud resmi menanggalkan jabatannya usai memberikan surat permhonan pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Mahfud Md Tanggapi Putusan MA soal Batas Usia Calon Kepala Daerah: Destruktif, PKPU Sudah Benar

Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud Md menilai putusan Mahkamah Agung atau Putusan MA soal batas usia calon kepala daerah pada Pilkada 2024 destruktif dan tidak progresif.