Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Yogyakarta Berpotensi Diselimuti Kabut Pagi Sepanjang September, Ini Penjelasan BMKG

image-gnews
Kabut pagi di Yogyakarta (Dok. media sosial)
Kabut pagi di Yogyakarta (Dok. media sosial)
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Sejumlah wilayah Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diselimuti kabut pada Kamis pagi 31 Agustus 2023. Media percakapan warga dan media sosial pun ramai membahas fenomena yang menyelimuti wilayah Sleman seperti Kecamatan Godean, Moyudan, Moyudan, Seyegan, Mlati, dan Minggir itu.

Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas menjelaskan fenomena kabut yang terjadi pagi kemarin salah satunya akibat kondisi atmosfer.

"Terbentuknya kabut ini merupakan fenomena alam yang sering terjadi," ujar Reni dalam keterangannya, Kamis.

Reni melanjutkan, kondisi atmosfer pada pagi hari mendukung terbentuknya kabut karena kandungan udara dekat permukaan tanah cukup jenuh dengan uap air. 

"Biasanya kandungan uap air di dalam udara itu mempunyai kelembapan mendekati 100 persen," kata dia. "Apabila kandungan udara yang cukup jenuh berada di daerah yang suhu udaranya dingin atau di bawah titik beku, maka uap air akan berkondensasi, sehingga muncul kabut."

BMKG Yogyakarta pun telah memeriksa kelembapan udara di sekitar area yang diselimuti kabut. Hasilnya menunjukkan angka cukup tinggi yakni sekitar 95 persen.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Suhu udara pada pagi hari sekitar jam 06.00 WIB terpantau 19,6 derajat celcius, jadi sangat memungkinkan terjadinya kabut di Sleman dan sekitarnya," katanya.

BMKG Yogyakarta menyebut bahwa Agustus hingga September ini potensi kabut serupa pada pagi hari itu masih bisa terus terjadi mengingat saat ini masih musim kemarau. "Pada musim kemarau suhu udara di pagi hari terasa lebih dingin daripada biasanya dan disertai kelembapan udara yang tinggi karena tutupan awan juga relatif masih sedikit," kata dia.

PRIBADI WICAKSONO

Pilihan Editor: Cemari Kota Wisata, Yogya Tindak Ratusan Pembuang Sampah Sembarangan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Menjajal Packrafting Menantang Arus Kali Papah di Kulon Progo

6 jam lalu

Para pengunjung packrafting di Kali Papah, Kulon Progo, DI Yogyakarta (ANTARA/Fitra Ashari)
Menjajal Packrafting Menantang Arus Kali Papah di Kulon Progo

Beda dengan rafting atau arung jeram biasa, packrafting mengajak pengunjung mengarungi Kali Papah Kulon Progo menggunakan perahu karet.


BMKG Prediksi Jakarta Cerah Seharian, Namun Kualitas Udaranya Tergolong Buruk

18 jam lalu

Gedung perkantoran terselimuti kabut polusi di Jakarta, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
BMKG Prediksi Jakarta Cerah Seharian, Namun Kualitas Udaranya Tergolong Buruk

Cuaca Jakarta diprediksi cerah sepanjang hari ini. Namun, tingkat polusinya juga sedang tinggi.


Taman Aglaonema yang Diklaim Terbesar di Dunia Diresmikan di Puri Mataram Yogyakarta

20 jam lalu

Taman Aglaonema di Puri Mataram Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Taman Aglaonema yang Diklaim Terbesar di Dunia Diresmikan di Puri Mataram Yogyakarta

Total ada sebanyak 90.000 tanaman aglaonema yang terdiri dari 209 spesies di Taman Aglaonema Sleman, Yogyakarta.


Festival Kampung Wisata Yogyakarta Dimulai, Berkonsep Pasar Malam Meriah

1 hari lalu

Permainan pasar malam seperti bianglala hadir dalam Festival Kampung Wisata Kota Yogyakarta yang dikonsep dengan pasar malam. Dok. Istimewa
Festival Kampung Wisata Yogyakarta Dimulai, Berkonsep Pasar Malam Meriah

Wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta akhir pekan ini bisa menyaksikan Festival Kampung Wisata yang digelar 21 hingga 23 Juni 2024.


Cuaca Jabodetabek Hari Ini, BMKG Prediksi Suhu Harian Maksimal Kota Bogor Bisa Lampaui Jakarta Utara

1 hari lalu

Ilustrasi Ramalan Cuaca. fishershypnosis.com
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, BMKG Prediksi Suhu Harian Maksimal Kota Bogor Bisa Lampaui Jakarta Utara

Secara umum untuk wilayah Indonesia, BMKG membuat daftar yang semakin pendek untuk wilayah provinsi yang berpotensi hujan.


Hampir Sebulan Daerah Pantura Jawa Barat Ini Nihil Hujan, Begini Catatan BMKG

2 hari lalu

Area persawahan yang kering di kawasan Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 September 2023. Kekeringan yang telah terjadi di beberapa daerah di Indonesia merupakan dampak dari El Nino. TEMPO/Tony Hartawan
Hampir Sebulan Daerah Pantura Jawa Barat Ini Nihil Hujan, Begini Catatan BMKG

Sebagian daerah di pantai utara atau pantura Jawa Barat mengalami hari tanpa hujan terpanjang, sampai 27 hari.


Kampung Wisata di Yogyakarta Dapat Bantuan Alat Pengelolaan Sampah

2 hari lalu

Dinas Pariwisata DI Yogyakarta mulai salurkan bantuan alat pengelolaan sampah di kampung wisata. Dok.istimewa
Kampung Wisata di Yogyakarta Dapat Bantuan Alat Pengelolaan Sampah

Alat pengolahan sampah bantuan untuk kampung wisata di Yogyakarta ini menghasilkan produk akhir pupuk cair.


Libur Sekolah Tiba, Wisatawan Berburu Foto Estetik di Yogyakarta

2 hari lalu

Wisatawan berfoto di area Royal Kencana Mansion Yogyakarta. Dok.istimewa
Libur Sekolah Tiba, Wisatawan Berburu Foto Estetik di Yogyakarta

Wisatawan berburu foto-foto konsep keluarga dalam balutan busana Jawa khas Yogyakarta sebagai kenang-kenangan.


Liburan Ke Kota Yogyakarta, Ini Tiga Kampung Wisata Seru untuk Disambangi

2 hari lalu

Kampung wisata Pakualaman Yogyakarta. Dok.istimewa
Liburan Ke Kota Yogyakarta, Ini Tiga Kampung Wisata Seru untuk Disambangi

Di Kota Yogyakarta, sedikitnya ada 25 kampung wisata yang juga bisa dikunjungi saat libur sekolah, ini tiga di antaranya.


TNI AL Lanal Yogyakarta Gagalkan Penyelundupan 5 Ribuan Lobster Benih Bening, Apa Bedanya dengan Benih Lobster Lain?

2 hari lalu

TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) dan menangkap terduga pelaku penyelundupan bertempat di Desa Karangweni, Kab. Kulonprogo, Prov. DI Yogyakarta.
TNI AL Lanal Yogyakarta Gagalkan Penyelundupan 5 Ribuan Lobster Benih Bening, Apa Bedanya dengan Benih Lobster Lain?

TNI AL Lanal Yogyakarta berhasil gagalkan penyelundupan 5 ribu lebih benih bening lobster. Ini bedanya dengan benih lobster lainnya.