Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ziarah ke Negeri Orang Mati Toraja

image-gnews
Kawasan wisata Loko mata atau kuburan alam yang terdiri dari liang lahat berbahan batu yang dipahat. Loko mata berada pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis, 17 Agustus 2023. Foto: TEMPO | Shinta Maharani.
Kawasan wisata Loko mata atau kuburan alam yang terdiri dari liang lahat berbahan batu yang dipahat. Loko mata berada pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis, 17 Agustus 2023. Foto: TEMPO | Shinta Maharani.
Iklan

TEMPO.CO, Toraja - Tengkorak dan tulang belulang manusia berserakan di dalam dan dinding gua yang lembab dengan stalaktit masih aktif. Peti-peti berselimut kain dan plastik berisikan jenazah dijepit bebatuan. Sesaji sirih, pinang, rokok, serta uang koin dan kertas menemani jemala. Tengkorak dan tulang belulang dalam gua itu berumur ratusan tahun. Peti-peti yang terlihat masih baru menampung jasad yang baru berumur bulanan hingga tahunan. Ada yang berumur dua bulan. 

Siang itu, puluhan peziarah terlihat memasuki pintu gua yang sempit di kompleks pemakaman Gua Londa, salah satu destinasi wisata di Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan. Pekuburan Gua Londa berada di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi. Gua ini berjarak tujuh kilometer dari pusat Kota Rantepao. Dari Kota Makale Tana Toraja berjarak 16 kilometer. 

Susuri Pemakaman Gua di Toraja Bisa Pakai Jasa Pemandu Wisata

Bila pengunjung ingin menyusuri gua, maka bisa menggunakan jasa pemandu wisata. Pemandu menggunakan lampu petromaks untuk memberi terang cahaya di sepanjang satu kilometer. Untuk masuk ke gua setiap pengunjung hanya membayar tiket Rp 15 ribu dan Rp 50 ribu jasa pemandu dengan lampu petromaks. 

Pekuburan Batu Lemo di Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis, 17 Agustus 2023 (TEMPO/Shinta Maharani).

Julianto Dasa Bangalino, 26 tahun, merupakan salah satu pemandu di kampung itu. Julianto lebih dikenal dengan nama panggilan Igal. Dia berasal dari keturunan keluarga jenazah bermarga To’lengke yang dimakamkan di gua itu. 

Keluarga To’lengke dan To’pangrapa merupakan trah yang pertama kali menemukan gua tersebut hingga menjadi makam keluarga. “Di sini makam terbagi menjadi tiga, yakni bangsawan, kalangan menengah, dan rakyat jelata sesuai kastanya,” ujar Igal yang menjadi pemandu sejak umur 15 tahun. 

Sembari menyusuri gua, Igal menenteng lampu petromaks untuk menerangi perjalanan saya bersama dua pegiat Serikat Jurnalis untuk Keberagaman, Tantowi Anwari dan Yuni Pulungan. Kami ke Toraja untuk mengenal lebih dekat peninggalan-peninggalan zaman purba agama lokal suku Toraja, Aluk Todolo selepas mengisi acara workshop isu keberagaman di Makassar, yang berjarak delapan jam perjalanan dengan menumpang bus. 

Sejarah Gua Londa Jadi Pemakaman Penganut Aluk Todolo

Pekuburan Batu Lemo di Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis, 17 Agustus 2023 (TEMPO/Shinta Maharani).

Igal menyebutkan Gua Londa menjadi pemakaman penganut Aluk Todolo, agama lokal yang menyembah arwah leluhur sejak abad ke-11. Meski agama baru atau Kristen masuk ke Toraja, namun dalam praktiknya mereka menjalankan tradisi Aluk Todolo, misalnya menyimpan mayat atau to makula, pemakaman atau rambu solo, dan ritual manene atau membersihkan jenazah dan mengganti baju maupun kain. 

Orang mati di Tana Toraja dimakamkan di gua, bebatuan dan tebing sekitar pegunungan atau dikenal sebagai erong. Menurut Igal, leluhur Aluk Todolo visioner. Jasad tidak dikebumikan di tanah karena nenek moyang suku Toraja berpikir panjang untuk masa depan. “Tanah lebih baik digunakan untuk rumah dan pertanian,” kata dia. 

Agama samawi, salah satunya Kristen berdampingan dengan Aluk Todolo dengan tetap mempertahankan ritual. Hanya saja, dalam prosesi upacara kematian, keluarga mendiang yang beragama Kristen menambahkan unsur kebaktian. Tradisi itu masih dijalankan keluarga Igal yang menganut Kristen. 

Selanjutnya Kisah Tengkorak Sepasang Kekasih di Gua Londa

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Update Info Terbaru Bencana Tanah Longsor di Tana Toraja

16 April 2024

Tim SAR gabungan mencari korban tanah longsor yang dinyatakan hilang di Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Senin 15 April 2024. Basarnas Makassar secara resmi menutup operasi SAR bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (13/4) malam di dua titik di daerah itu setelah dua korban yang dinyatakan hilang berhasil ditemukan sehingga total korban meninggal dunia akibat bencana tersebut menjadi 20 orang. ANTARA FOTO/Arnas Padda
Update Info Terbaru Bencana Tanah Longsor di Tana Toraja

Proses pencarian dihentikan sementara usai BNPB menemukan 2 korban terakhir dalam bencana tanah longsor di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.


Longsor di Tana Toraja, Tim Gabungan BNPB Temukan 20 Korban Meninggal

16 April 2024

Tim SAR gabungan mengangkut kantong berisi jenazah korban tanah longsor di Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Senin 15 April 2024. Sebanyak dua korban yang dinyatakan hilang akibat tanah longsor di daerah itu berhasil ditemukan sehingga total korban yang meninggal dunia menjadi 20 orang. ANTARA FOTO/Arnas Padda
Longsor di Tana Toraja, Tim Gabungan BNPB Temukan 20 Korban Meninggal

BNPB melaporkan telah menemukan 20 korban dalam bencana longsor di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.


Korban Meninggal Akibat Tanah Longsor di Tana Toraja 18 Orang

15 April 2024

Ilustrasi tanah longsor. Tempo/Imam Hamdi
Korban Meninggal Akibat Tanah Longsor di Tana Toraja 18 Orang

Jumlah korban meninggal akibat tanah longsor di Tana Toraja, hingga Ahad, 14 April 2024, pukul 19.00 WIB mencapai 18 orang.


Tanah Longsor di Tana Toraja, BNPB: Sebanyak 14 Orang Meninggal

15 April 2024

Proses evakuasi korban tanah longsor di Makale, Tana Toraja, Minggu, 14 April 2024. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel
Tanah Longsor di Tana Toraja, BNPB: Sebanyak 14 Orang Meninggal

Peristiwa tanah longsor tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi di wilayah dengan kondisi tanah yang tidak stabil.


14 Orang Meninggal Akibat Tanah Longsor di Tana Toraja

14 April 2024

Petugas membawa anjing pelacak mencari warga yang hilang saat tanah longsor dari puncak bukit mengubur 10 rumah dan lebih dari 30 rumah terdampak di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 25 Maret 2024. Sementara ini 9 orang dinyatakan masih hilang, lebih dari 30 rumah tertimbun longsor, serta lebih dari 300 jiwa mengungsi di kantor desa dan sekolah. TEMPO/Prima Mulia
14 Orang Meninggal Akibat Tanah Longsor di Tana Toraja

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja hingga kini masih mencari warga yang dilaporkan hilang akibat tanah longsor.


PLN Dukung 100 Persen Green Tourism di Tana Toraja

30 Desember 2023

PLN Dukung 100 Persen Green Tourism di Tana Toraja

PT PLN (Persero) mendorong pengembangan Green Tourism di Tana Toraja.


Kunjungi Tana Toraja, Ganjar Diajak Bicara soal Pariwisata dan Isu Perempuan

25 November 2023

Calon Presiden Ganjar Pranowo (kanan) bersama Calon Wakil Presiden Mahfud MD saat hadir pada acara dialog terbuka bersama Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 23 November 2023. Dalam dialog yang dihadiri mahasiswa, para kader Muhammadiyah dan masyarakat umum tersebut pasangan capres dan cawapres menyampaikan visi dan misinya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Kunjungi Tana Toraja, Ganjar Diajak Bicara soal Pariwisata dan Isu Perempuan

Ganjar mengatakan untuk memajukan pariwisata perlu asesmen potensi dengan menggandeng ahli di bidang wisata.


Kampanye Politik di Mimbar Akademik

23 Agustus 2023

Kampanye Politik di Mimbar Akademik

Putusan Mahkamah Konstitusi yang membolehkan kampanye politik di kampus dan sekolah membuat para pegiat pendidikan waswas.


Mengunjungi Jasad Suku Toraja yang Diawetkan

21 Agustus 2023

Erong atau kuburan yang menggantung di sela-sela gua tebing di desa adat Kete Kesu Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Rabu, 16 Agustus 2023. Foto: TEMPO | Shinta Maharani.
Mengunjungi Jasad Suku Toraja yang Diawetkan

Menyimpan dan memperlihatkan jasad seseorang di dalam rumah bagi orang Toraja merupakan tradisi yang berjalan selama berabad-abad.


5 Tradisi Pemakaman Unik di Indonesia, Mulai dari Ngaben Hingga Waruga

7 Juli 2023

Warga menyaksikan prosesi kremasi saat upacara Ngaben massal di Desa Adat Padangbai, Karangasem, Bali, Jumat 29 Juli 2022. Sebanyak 117 jasad dikremasi secara bersamaan dalam ritual Ngaben massal tersebut. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
5 Tradisi Pemakaman Unik di Indonesia, Mulai dari Ngaben Hingga Waruga

Tradisi pemakaman di setiap budaya tentu berbeda-beda, dan umumnya tradisi tersebut dilaksanakan untuk menghormati dan menjunjung nilai-nilai leluhur. Bahkan di tengah era yang penuh dengan teknologi seperti sekarang, masih banyak masyarakat yang tetap berpegang teguh pada tradisi pemakaman.