Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

5 Tempat Pengasingan Bung Karno yang Kini Jadi Tempat Wisata

image-gnews
Wisatawan mengunjungi situs bekas rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, 19 Oktober 2015. Rumah ini menyimpan barang-barang peninggalan Soekarno saat diasingkan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1934-1938. TEMPO/Frannoto
Wisatawan mengunjungi situs bekas rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira, Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, 19 Oktober 2015. Rumah ini menyimpan barang-barang peninggalan Soekarno saat diasingkan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1934-1938. TEMPO/Frannoto
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, biasa dipanggil Bung Karno, serta pejuang kemerdekaan lainnya sempat ditangkap dan diasingkan di beberapa tempat di luar Pulau Jawa. Mereka semua diasingkan Pemerintah Hindia Belanda, sebagai imbas kegigihan mereka berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Menurut Belanda, ide dan kontribusi pemikiran Soekarno dianggap sebagai penghalang tujuan utama penjajah.

Kenyataannya di tempat pengasingan itu, Soekarno tetap melanjutkan cita-cita perjuangannya dengan membangun konsolidasi pemuda Indonesia demi terwujudnya kemerdekaan. Pengasingan tidak mematikan semangatnya mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka. 

Saat ini, tempat pengasingan Soekarno menjadi objek wisata. Masyarakat bisa menapak tilas perjuangan Bung Karno dan menyalakan semangat untuk mengisi kemerdekaan Indonesia. Berikut 5 tempat pengasingan Soekarno yang sekarang dijadikan sebagai wisata sejarah.

Penjara Banceuy

Penjara Banceuy terletak di Jalan Banceuy, Bandung. Penjara ini sering digunakan untuk menahan pribumi yang telah melakukan tindakan kriminal dan tahanan politik. Pada saat itu Bung Karno beserta 3 rekannya dari Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Maskoen, Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepraja ditangkap di Yogyakarta dan kemudian sempat diasingkan ke Penjara Banceuy selama delapan bulan.

Bung Karno sempat menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan hanya berisikan kasur lipat dan juga toilet nonpermanen. Sampai saat ini barang-barang yang digunakan Bung Karno selama dipenjara masih tersimpan sangat rapi di dalam kamar.

Patung Proklamator sekaligus Presiden RI pertama di situs bersejarah penjara Banceuy, tempat beliau pernah ditahan di Bandung, Jawa Barat, Ahad, 12 Februari 2023. Disini merupakan penjara tempat Sukarno menyusun pledoi Indonesia Menggugat yang terkenal saat sidang di Landraad. TEMPO/Prima Mulia

2. Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

Rumah pengasingan Bung Karno ini terletak di Jalan Perwira, Kampung Ambugaga, Kelurahan Kota Raja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Bung Karno diasingkan ke rumah ini karena ia dinilai memiliki kegiatan politik yang akan membahayakan Pemerintah Hindia Belanda.

Bung Karno bersama keluarga sempat diasingkan di rumah ini selama empat tahun. Saat diasingkan di rumah ini Bung Karno kerap menggali ide di bawah pohon sukun. Salah satu gagasan besar yang ia ciptakan adalah dasar negara yang akhirnya dirumuskan oleh panitia sembilan menjadi Pancasila 1945.

Saat ini tempat tersebut telah dibuatkan taman perenungan Bung Karno, serta didirikan patung Bung Karno yang sedang duduk merenung di bawah pohon sukun.

3. Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Rumah putih bergaya Eropa yang terletak di Jalan Soekarno Hatta nomor 8, RT 5 RW 2, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu menjadi salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi kemerdekaan Indonesia. Awalnya rumah tersebut milik pengusaha penyalur bahan pokok untuk Belanda yaitu Tjang Tjeng Kwat.

Belanda menyewa rumah tersebut untuk mengasingkan Bung karno. Pada saat itu Bung karno diasingkan bersama istrinya, Inggit Garnasih dan anak angkatnya yaitu Ratna Djuami.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bung Karno menempati rumah ini sejak 1938 sampai 1942. Selain itu, Bung Karno memanfaatkan tempat pengasingan tersebut bukan sekadar tempat tinggal. Ia kerap menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat Bengkulu.

Rumah kediaman Bung Karno selama pengasingan di Kota Bengkulu pada 1938-1942. rumah yang mempertemukannya dengan ibu negara pertama Indonesia Fatmawati. TEMPO/Phesi Ester

4. Rumah Pengasingan Soekarno di Rengasdengklok

Rumah pengasingan ini adalah milik keluarga Dijau Kie Song yang berada di Kampung Bojong Tugu, Kelurahan Rengasdengklok, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. Rumah ini menyimpan sejarah tentang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Rumah ini juga menjadi tempat perundingan antara pemuda seperti Sukarni, Wikana, Chaerul Saleh, dan Soekarno untuk segera melakukan Proklamasi Kemerdekaan. Sampai saat ini barang-barang yang dulu sempat dipakai oleh Soekarno, Ibu Fatmawati, dan Guntur Soekarno Putra masih tertata dengan rapih.

5. Lapas Sukamiskin

Penjara Sukamiskin dibangun pada 1918 yang dirancang oleh arsitek yang bernama Prof. CP Wolff Scjoemaker. Penjara bergaya arsitektur Eropa ini berlokasi di Jalan A.H. Nasution no 114, Bandung.

Bung Karno diasingkan ke Lapas Sukamiskin karena berkonflik dengan putusan Belanda. Soekarno ditempatkan di kamar nomor 1 Blok Timur Atas. Kini kamar yang sempat ditempatkan oleh Soekarno diberi tulisan "Bekas Kamar Bung Karno."

DWI NUR AZIZAH I JABAR.KEMENKUMHAM| KEBUDAYAAN.KEMDIKBUD| INDONESIA| DIREKTORIPARIWISATA| WISATABDG

Pilihan Editor: Sejarah GBK yang Dibangun Era Presiden Soekarno

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kisah Daud Beureueh, Jejak Pejuang Kemerdekaan Asal Aceh yang Berontak

6 hari lalu

Daud Beureueh. Foto : wikipedia
Kisah Daud Beureueh, Jejak Pejuang Kemerdekaan Asal Aceh yang Berontak

Daud Beureueh berontak dengan mendirikan NII akibat pelanggaran perjanjian dengan rakyat Aceh oleh Sukarno dan ketidakpuasannya terhadap Jakarta.


KBRI Tunis Resmikan Jalan Sukarno di Tunisia

9 hari lalu

KBRI Tunis meresmikan Jalan Bapak Bangsa Sukarno di kota Tunis, Tunisia, bertepatan pada hari lahir Sukarno, yaitu pada 6 Juni. Sumber: istimewa
KBRI Tunis Resmikan Jalan Sukarno di Tunisia

KBRI Tunis meresmikan Jalan Bapak Bangsa Sukarno di kota Tunis, Tunisia, bertepatan pada hari lahir Sukarno, yaitu pada 6 Juni.


Profil Pulau Ende yang Menjadi Tempat Sukarno Merumuskan Pancasila

15 hari lalu

Patung Soekarno di Kota Ende. BPMI Setpres/Laily Rachev
Profil Pulau Ende yang Menjadi Tempat Sukarno Merumuskan Pancasila

Pulau Ende terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Pulau ini menjadi saksi bisu proses Sukarno dalam perenungan dan merumuskan Pancasila.


Megawati Bakal Sambangi Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

17 hari lalu

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan Pidato Penutupan Rakernas-V di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, pada Ahad, 26 Mei 2024.Dok. Humas PDIP
Megawati Bakal Sambangi Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

Megawati Soekarnoputri direncanakan menyambangi Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, untuk peringati Hari Lahir Pancasila.


Kritik PDIP Tak Undang Jokowi ke Rakernas, Noel Kutip Puisi Soekarno

30 hari lalu

Immanuel Ebenezer alias Noel mengunjungi Wakil Ketua Umum Nasdem Ahmad Ali di Kantor DPP Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Februari 2023. TEMPO
Kritik PDIP Tak Undang Jokowi ke Rakernas, Noel Kutip Puisi Soekarno

Noel mengutip puisi karya Presiden Pertama RI Soekarno, untuk mengkritik PDIP yang tidak mengundang Jokowi di Rakernas


Prabowo Sebut Sukarno Bukan Milik Satu Partai, Apa Tanggapan PDIP?

36 hari lalu

Prabowo Subianto (kiri) dan Megawati Soekarnoputri. TEMPO/ Subekti
Prabowo Sebut Sukarno Bukan Milik Satu Partai, Apa Tanggapan PDIP?

Basarah menganggap pernyataan Prabowo itu membuktikan keberhasilan PDIP mengembalikan status, peran, dan nama baik Sukarno.


Kata Pengamat soal Prabowo Sebut Ada Partai Klaim Miliki Bung Karno

37 hari lalu

Presiden terpilih Prabowo Subianto saat menghadiri rapat koordinasi nasional (rakornas) pilkada Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2024. Dalam sambutannya, Prabowo memuji kesetiaan PAN atas dukungannya. Setidaknya PAN sudah mendukung Prabowo selama 15 tahun. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Kata Pengamat soal Prabowo Sebut Ada Partai Klaim Miliki Bung Karno

Pengamat Politik Ujang Komarudin tidak melihat pernyataan Prabowo terkait Bung Karno milik satu partai sebagai sindiran terhadap PDIP.


Prabowo Sebut Bung Karno Bukan Milik Satu Partai, Ini Reaksi Para Politikus PDIP

37 hari lalu

Presiden terpilih Prabowo Subianto saat menghadiri rapat koordinasi nasional (rakornas) pilkada Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2024. Dalam sambutannya, Prabowo memuji kesetiaan PAN atas dukungannya. Setidaknya PAN sudah mendukung Prabowo selama 15 tahun. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Prabowo Sebut Bung Karno Bukan Milik Satu Partai, Ini Reaksi Para Politikus PDIP

Presiden terpilih Prabowo Subianto mengatakan, Bung Karno milik seluruh rakyat Indonesia. Apa kata para politikus PDIP?


Kata Pengamat dan PDIP soal Prabowo Sebut Ada Partai Klaim Miliki Bung Karno

38 hari lalu

Presiden terpilih Prabowo Subianto saat menghadiri rapat koordinasi nasional (rakornas) pilkada Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2024. Dalam sambutannya, Prabowo memuji kesetiaan PAN atas dukungannya. Setidaknya PAN sudah mendukung Prabowo selama 15 tahun. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Kata Pengamat dan PDIP soal Prabowo Sebut Ada Partai Klaim Miliki Bung Karno

Prabowo menyindir bahwa selalu ada partai politik yang mengaku-ngaku memiliki Bung Karno. Apa kata PDIP dan pengamat?


Prabowo Sebut Ada Partai Mengaku Miliki Bung Karno, Sindir PDIP?

38 hari lalu

Presiden terpilih Prabowo Subianto saat menghadiri rapat koordinasi nasional (rakornas) pilkada Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2024. Dalam sambutannya, Prabowo memuji kesetiaan PAN atas dukungannya. Setidaknya PAN sudah mendukung Prabowo selama 15 tahun. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Prabowo Sebut Ada Partai Mengaku Miliki Bung Karno, Sindir PDIP?

Presiden terpilih Prabowo Subianto merasa dirinya bakal mendapat dukungan Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno, jika masih hidup. Prabowo mengklaim punya keyakinan itu karena sama-sama memperjuangkan hal yang sama dengan Soekarno.