Ribut Tiket Candi Borobudur Reda, Kini Giliran Pedagang Asongan Mengeluh

Wisatawan sedang menikmati keindahan matahari terbit di Candi Borobudur. Dok. Kemenparekraf

TEMPO.CO, Yogyakarta - Beberapa pekan terakhir, rencana kenaikan tarif tiket Candi Borobudur menuai polemik. Pro dan kontra akhirnya reda setelah Presiden Joko Widodo memutuskan tidak ada perubahan tarif tiket Candi Borobudur dalam rapat terbatas tentang pariwisata di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 14 Juni 2022.

Kini, muncul lagi persoalan dari ratusan pedagang di kawasan Candi Borobudur. Komunitas pedagang asongan zona II dalam Candi Borobudur mengeluh tidak bisa lagi berjualan di dalam area itu setelah candi Budha terbesar tersebut menerima kunjungan wisatawan seperti sebelum pandemi Covid-19.

Puluhan pedagang yang mewakili 340 pedagang asongan dari 14 komoditas di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, mendatangi kantor Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Yogyakarta pada Rabu, 15 Juni 2022. Di LBH Yogyakarta, mereka mengadukan manajemen PT Taman Wisata Candi atau PT TWC selaku pengelola Candi Borobudur yang tidak mengakomodasi mereka untuk berjualan kembali di kawasan zona II Borobudur.

Zona II Candi Borobudur. Dok. PT TWC

"Kami sudah berulang kali bertanya kepada manajemen, tapi tidak ditanggapi," kata Ketua Pedagang Asongan Candi Borobudur Egi Basiyo. Padahal, menurut dia, para pedagang asongan yang biasanya berjualan di depan Museum Karmawibangga itu selalu mematuhi aturan.

Salah satunya ketika manajemen PT TWC meminta mereka berhenti berjualan di awal pandemi Covid-19, dua tahun silam dengan, alasan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. "Kami bukan pedagang liar dan ilegal, semua punya Kartu Izin Berdagang dari manajemen Borobudur yang diperbaharui setiap tahun," katanya.

Menanggapi keluhan para pedagang, Corporate Secretary PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, AY Suhartanto menjelaskan, zona II kawasan Candi Borobudur berfungsi sebagai green belt dan buffer zone untuk mendukung konservasi Candi Borobudur. "Kawasan ini harus steril dari aktivitas komersial, termasuk asongan," katanya. 

Zona II Candi Borobudur. Dok. PT TWC

PT TWC rencananya akan menjadikan zona II sebagai ruang kreatif budaya dan edukasi bagi wisatawan. "Pengaturan area berjualan di zona II ini untuk mewujudkan pariwisata berkualitas di Borobudur," ucap Suhartanto. Dan pariwisata berkualitas, dia melanjutkan, demi memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan. "Pada prinsipnya aktivitas berjualan tetap boleh asalkan sesuai zona yang tersedia."

Suhartanto menambahkan, PT TWC mengajak para pedagang untuk melakukan aktivitas berdagang di area yang sudah ditentukan. "Mari bersama-sama menjaga destinasi wisata ini dengan pelayanan prima dan berkesan bagi wisatawan," kata dia. 

Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas, penting bagi Borobudur selalu menjaga situasi yang kondusif bagi wisatawan, termasuk menjaga citra positif di mata pariwisata dunia. "Terlebih, saat ini adalah momentum kebangkitan pariwisata dan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19," ujarnya.

Baca juga:
Tiket Candi Borobudur Batal Naik, Tetap Rp 50 Ribu Plus Syarat Kuota - Alas Kaki

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Top 3 Tekno Berita Hari Ini: UGM Buat Metaverse Candi Borobudur, Xiaomi 12 Pro

18 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: UGM Buat Metaverse Candi Borobudur, Xiaomi 12 Pro

Topik tentang FMIPA UGM bakal merilis purwarupa Candi Borobudur versi dunia virtual metaverse menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Zenius Luncurkan Video Wisata Berbasis Edukasi, Episode Perdana Soal Borobudur

20 jam lalu

Zenius Luncurkan Video Wisata Berbasis Edukasi, Episode Perdana Soal Borobudur

Episode Candi Borobudur itu kini sudah bisa ditonton di akun YouTube Zenius dengan durasi 12 menit yang mengulas sejarah candi megah itu.


Buntut Kericuhan Babarsari, Polda Yogyakarta Tetapkan 2 Tersangka

20 jam lalu

Buntut Kericuhan Babarsari, Polda Yogyakarta Tetapkan 2 Tersangka

Kericuhan di Babarsari berawal dari keributan di karaoke. Dua tersangka itu belum ditahan.


Minum Jamu dengan Nuansa Kekinian di Kafe Djampi Jawi Yogyakarta

1 hari lalu

Minum Jamu dengan Nuansa Kekinian di Kafe Djampi Jawi Yogyakarta

Kafe Djampi Jawi menyajikan suguhan berbagai macam jamu dan kuliner tradisional di Yogyakarta.


Kerusuhan Babarsari Yogyakarta, Begini Respons Sultan Hamengkubuwono X

1 hari lalu

Kerusuhan Babarsari Yogyakarta, Begini Respons Sultan Hamengkubuwono X

Kerusuhan di Babarsari Yogyakarta pada 4 Juli 2022 lalu mendapat perhatian serius Sultan Hamengkubowono X. Begini responsnya.


FMIPA UGM Bakal Buat Candi Borobudur Versi Metaverse

1 hari lalu

FMIPA UGM Bakal Buat Candi Borobudur Versi Metaverse

Pada September mendatang rencananya prototipe Borobudur versi metaverse akan diluncurkan oleh FMIPA UGM.


Cerita Sultan HB X Soal Kerusuhan Babarsari yang Pernah Terjadi 4 Tahun Lalu

1 hari lalu

Cerita Sultan HB X Soal Kerusuhan Babarsari yang Pernah Terjadi 4 Tahun Lalu

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan HB X meminta polisi bertindak tegas atas peristiwa kerusuhan yang terjadi di Babarsari pada Senin lalu.


Menara Eiffel Dipenuhi Karat, Malah Dicat demi Sambut Olimpiade 2024

1 hari lalu

Menara Eiffel Dipenuhi Karat, Malah Dicat demi Sambut Olimpiade 2024

Menara Eiffel penuh dengan karat dan membutuhkan perbaikan menyeluruh, tetapi malah diberi cat kosmetik senilai 60 juta euro menjelang Olimpiade 2024


Mengenal Metode Among di Sekolah Taman Siswa, Masih Diadopsi sampai Sekarang?

1 hari lalu

Mengenal Metode Among di Sekolah Taman Siswa, Masih Diadopsi sampai Sekarang?

Ki Hajar ingin merombak sistem pendidikan kolonial. Salah satunya dengan mengubahnya pada metode among di Taman Siswa. Seperti apa?


Sosiolog UGM: Kerusuhan Babarsari Cermin Yogyakarta Istimewa Tapi Regulasi Tak Istimewa

1 hari lalu

Sosiolog UGM: Kerusuhan Babarsari Cermin Yogyakarta Istimewa Tapi Regulasi Tak Istimewa

Sosiolog UGM Derajad Sulistyo Widhyharto menilai munculnya kasus kerusuhan seperti di Babarsari akibat wilayah Yogyakarta tapi regulasi istimewa.