Temuan Indikasi Varian Omicron, Yogyakarta Imbau Warga Tak ke Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi bepergian dengan koper. Shutterstock

    Ilustrasi bepergian dengan koper. Shutterstock

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kasus varian Omicron tengah menjadi perhatian serius di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyusul pemeriksaan belasan sampel dari kasus baru yang ditemukan di sejumlah kabupaten/kota dua pekan terakhir.

    Sampel indikasi Omicron terbaru yang kini diteliti berasal dari klaster keluarga Kabupaten Gunungkidul sebanyak 4 sampel. Pemda DIY sebelumnya juga telah mengirimkan 15 sampel indikasi Omicron dari Kabupaten Kulon Progo dan Kota Yogyakarta.

    "Sampel yang dikirim ke laboratorium
    itu dari para pasien positif Covid-19 yang CT value-nya dibawah 30, penularan di keluarga ini memang cepat," ujar Sekretaris DIY Kadarmanta Baskara Aji, Rabu, 19 Januari 2022.

    Sampel itu dikirim untuk menjalani pemeriksaan dengan metode whole genome sequencing (WGS) ke laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Kulon Progo dan laboratorium Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Penelitian ini untuk memastikan apakah pasien tersebut memang terpapar virus Covid-19 varian baru.

    Hingga saat ini, dari sampel-sampel yang diperiksa sementara baru ada satu sampel yang dinyatakan negatif dan sisanya masih menunggu hasil pengujian. "Kami masih menunggu sisa sampel lainnya, apakah ada yang mengarah varian baru," kata Aji.

    Untuk mengantisipasi Omicron di DIY, Aji mengimbau masyarakat tidak bepergian ke luar negeri sementara waktu. "Para aparatur sipil negara juga dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri kecuali keadaan sangat sangat mendesak," ujarnya.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty menuturkan pasca kejadian pertama terindikasi Omicron awal pekan ini, pada Selasa, 18 Januari 2022 pihaknya mencatat ada satu lagi warga Gunungkidul yang terpapar Covid-19. "Satu kasus baru ini bukan klaster keluarga, tapi punya riwayat perjalanan luar negeri," kata dia.

    Meski punya riwayat pulang dari luar negeri, namun satu kasus baru asal Kecamatan Wonosari ini tidak ikut dikirim sampelnya ke laboratorium seperti klaster keluarga asal Kecamatan Playen sebelumnya yang terindikasi varian Omicron. "Alasannya sampel tidak dikirim ke laboratorium untuk satu kasus baru ini karena tidak memenuhi syarat untuk diperiksa variannya. Saat ini kami terus tracing dari pasien baru itu" kata Dewi.

    Baca juga: Skuter di Area Malioboro Yogyakarta Potensial untuk Wisata, Boleh dengan Syarat

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.