MotoGP Mandalika Dipredikasi Dongkrak Wisata dan Ekonomi Lokal NTB

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Foto udara Sirkuit Mandalika. (ITDC)

    Foto udara Sirkuit Mandalika. (ITDC)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan event balap motor internasional MotoGP yang akan digelar di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret 2022 akan menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi Nusa Tenggara Barat. Ia bahkan memprediksi kenaikan ekonomi bisa mencapai sebesar 20-30 persen.

    “(Hal ini didasari) taksiran kami dari total investasi pemerintah antara membuat sirkuit, kesiapan akomodasi, hingga pembayaran hosting fee,” kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara virtual, Senin, 10 Januari 2022.

    Perhelatan itu diprediksi dapat menyedot hingga 100 ribu wisatawan domestik dan mancanegara. Namun karena situasi pandemi, kemungkinan wisatawan nusantara yang akan mendominasi.

    Akomodasi bagi para wisatawan juga terus disiapkan agar siap menampung dan memberikan dampak ekonomi. Sampai Desember 2022, total akomodasi hotel, penginapan, hingga desa wisata di Lombok sekitar 23 ribu unit.

    Khusus di ibu kota Mataram, Sandiaga mengatakan pemesanan kamar hotel untuk MotoGP Mandalika sudah mencapai 90 persen. “Kota Mataram sendiri memiliki 2.758 kamar hotel yang sekarang masuk ke dalam anggota Asosiasi Hotel Mataram,” ujarnya.

    Okupansi hotel di Lombok sepanjang pelaksanaan MotoGP pun diprediksi akan mencapai 100 persen. Sandiaga mengatakan pihaknya akan mendukung ketersediaan akomodasi dengan menjalin kerja sama bersama sejumlah stake holder.

    Sandiaga menyebut sarana hunian pariwisata (sarunta) telah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), termasuk homestay. Saat ini, dikatakan ada 300 sarana hunian pariwisata atau homestay yang sudah terbangun dan sedang dalam proses sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability).

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga mendorong beberapa kolaborasi dengan Bobobox (pengelola hotel kapsul berteknologi) dan Eiger untuk terlibat dalam penyiapan fasilitas, termasuk penginapan. Misalnya Eiger, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan pemda setempat akan membuat camping jenis glamping (menginap di tenda dengan fasilitas mewah) di kawasan Mandalika. “Untuk tenda, akan disediakan 100 unit di kawasan camping group tersebut di mana satu tenda bisa menampung 4 orang,” kata Sandiaga.

    Sandiaga juga mengharapkan perhelatan MotoGP dapat menggerakkan ekonomi lokal serta pariwisata dan ekonomi kreatif melalui penjualan produk-produk UKM di Lombok dan seluruh provinsi Indonesia. “Akan ada showcase, pre-event, post-event, dan aktivitas yang on event. Ini akan didahului dengan touring-touring yang akan dilakukan oleh komunitas roda dua maupun komunitas otomatif lainnya yang berangkat dari berbagai destinasi seperti Jakarta, Bandung, Semarang, (dan) Makassar,” ujarnya.

    Baca jugaPenonton Kelas Atas MotoGP Mandalika Butuh Sewa Mobil Mewah, Impor dari Bali

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.