Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ini yang Membuat Sangi Run Night Trail 2021 Berbeda dengan Lomba Lari Lainnya

Reporter

image-gnews
Sejumlah pelajar melihat ruang pamer manusia purba dalam pameran Sosialisasi dan Publikasi Museum Manusia Purba Sangiran di pusat perbelanjaan Mall Grand City, Surabaya, Kamis (11/6). TEMPO/Fully Syafi
Sejumlah pelajar melihat ruang pamer manusia purba dalam pameran Sosialisasi dan Publikasi Museum Manusia Purba Sangiran di pusat perbelanjaan Mall Grand City, Surabaya, Kamis (11/6). TEMPO/Fully Syafi
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Lari di taman atau lapangan mungkin sudah biasa. Tapi lewat event Sangi Run Night Trail 2021, para pelari bisa merasakan pengalaman berlari seolah berada di zaman purba.

Event yang akan digelar pada 20-21 November mendatang itu akan menghadirkan lintasan lari yang unik dan tak biasa. "Sepanjang rute perlombaan nanti, kita akan membuat suasana instalasi cahaya dari garis start hingga garis finish berupa suasana zaman purba," kata Ketua Panitia Sangi Rum Night Trail 2021 Andre Donas, Kamis, 28 Oktober 2021.

Panitia, kata Andre, akan menampilkan suasana zaman purba seperti hutan dalam video mapping, gerakan evolusi manusia purba dengan rangkaian instalasi lampu yang bergerak, crafting benda berbentuk fosil zaman purba hingga menghiasi pinggir jalan rute dengan obor.

Konsep itu diambil karena lomba lari itu digelar untuk memperingati 25 tahun situs purbakala Sangiran menjadi situs warisan dunia UNESCO. Lomba itu akan memulai start di situs Sangiran dan finish di Taman Balekambang Surakarta.

Andre menjelaskan bahwa lomba lari itu bisa diikuti secara langsung maupun virtual. Secara daring, peserta juga tetap dapat merasakan seolah berlari di Sangiran dengan video yang disiapkan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selain lomba lari Sangi Run Night Trail 2021, peringatan 25 tahun situs Sangiran akan diisi dengan pertunjukan dari 10 desa yang ada di sekitar Sangiran.

SHELAMITA AZZAHRA

Baca jugaSangi Run Night Trail 2021 Siap Digelar, Lomba Lari di Situs Purbakala Sangiran

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Halangi Pemandangan ke Gunung Fuji, Apartemen 10 Lantai Jepang Dihancurkan

14 jam lalu

Gunung Fuji Jepang (Pixabay)
Halangi Pemandangan ke Gunung Fuji, Apartemen 10 Lantai Jepang Dihancurkan

Apartemen 10 lantai yang hampir selesai di ibu kota Jepang dihancurkan karena halangi pemandangan ke Gunung Fuji


Tiket Digiland Run Terjual Empat Ribu Lembar di Hari Pertama

2 hari lalu

Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah (tengah), SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom, Ahmad Reza (kedua dari kiri), Brand Ambassador Digiland Run 2024, Daniel Mananta (paling kanan) dan Melanie Putria (kedua dari kanan), serta Director D&D Sport, Dardityo Santoso (paling kiri) saat acara press conference Digiland Run 2024 di Jakarta, Senin (10/6).
Tiket Digiland Run Terjual Empat Ribu Lembar di Hari Pertama

Digiland Run diselenggarakan pertama kali sebagai bagian event Digiland 2024.


Tim Peneliti BRIN Telusuri Jejak Manusia Purba dan Artefak di Gua Aul Ciamis

14 hari lalu

Gua Aul tampak dari luar sebagai lokasi temuan artefak dan fosil manusia purba di daerah Ciamis, Jawa Barat. (Dok. Lutfi Yondri)
Tim Peneliti BRIN Telusuri Jejak Manusia Purba dan Artefak di Gua Aul Ciamis

Tim peneliti BRIN menelusuri hasil temuan sisa kerangka manusia purba dan artefak lain di Gua Aul, Ciamis, Jawa Barat.


Kisah Gua Pawon di Bandung Barat, Tempat Temuan Jejak Manusia Purba

14 hari lalu

Seorang pengunjung di Goa Pawon, di Cipatat, Padalarang, Bandung, (23/11). Gua yang luasnya 300 meter persegi lebih itu terdiri dari beberapa rongga seperti kamar, juga beberapa jendela alami yang besar. TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Kisah Gua Pawon di Bandung Barat, Tempat Temuan Jejak Manusia Purba

Temuan prasejarah dari penelitian di Gua Pawon dijadikan sebagai bahan untuk pengembangan salah satu objek wisata unggulan Provinsi Jawa Barat.


8 Destinasi Wisata Ikonik yang Bergulat dengan Dampak Buruk Overtourism

27 hari lalu

Suasanan Venesia di Italia. Unsplash.com/Andreas M
8 Destinasi Wisata Ikonik yang Bergulat dengan Dampak Buruk Overtourism

Destinasi wisata populer di dunia mengalami overtourism dalam beberapa tahun terakhir.


Pekan ini, Venesia Mulai Menerapkan Biaya Masuk untuk Wisatawan Harian

49 hari lalu

Suasanan Venesia di Italia. Unsplash.com/Andreas M
Pekan ini, Venesia Mulai Menerapkan Biaya Masuk untuk Wisatawan Harian

Kamis ini, yang merupakan hari libur di Italia, pengunjung Venesia diharuskan membeli tiket masuk seharga Rp87 ribu. Tidak berlaku untuk tamu hotel.


Puluhan Mahasiswa Berkumpul di Yogyakarta Peringati Hari Warisan Dunia

55 hari lalu

Mahasiswa dari tiga kampus yakni Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Tidar Magelang berkumpul di Yogyakarta untuk memperingati Hari Warisan Dunia Kamis 18 April 2024. Dok.istimewa
Puluhan Mahasiswa Berkumpul di Yogyakarta Peringati Hari Warisan Dunia

Tak kurang 80 mahasiswa dari tiga kampus yakni Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Tidar Magelang berkumpul di Yogyakarta pada Kamis 18 April 2024.


Ada Youtuber Siksa Kera di Angkor, Pemerintah Kamboja Bakal Ambil Tindakan

10 April 2024

Candi Angkor Wat di Siem Reap, Kamboja, (1/12). Angkor Wat dibangun oleh Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke-12, dan kini menjadi tujuan wisata di Kamboja. ANTARA/Wahyu Putro A
Ada Youtuber Siksa Kera di Angkor, Pemerintah Kamboja Bakal Ambil Tindakan

Selama ini, penyiksaan terhadap kera di Angkor tidak mencolok, tapi lama kelamaan kasusnya semakin banyak.


Traveling ke Eropa Tak Melulu Prancis dan Italia, Ada Armenia yang Menarik Dikunjungi

1 April 2024

Yerevan, Armenia. Unsplash.com/Alexander Popovkin
Traveling ke Eropa Tak Melulu Prancis dan Italia, Ada Armenia yang Menarik Dikunjungi

Beberapa blogger perjalanan yang mengunjungi Armenia mengaku selalu ingin kembali mengunjungi negara tersebut


Traveling ke Patan, Ini 5 Atraksi Menarik di Sana

31 Maret 2024

Patan Durbar Square, Nepal. Unsplash.com/Aaron Santelices
Traveling ke Patan, Ini 5 Atraksi Menarik di Sana

Kalau tertarik mengunjungi Patan di Nepal, setiap sudutnya sangat menarik dieksplorasi dan mengkungkapkan sebuah cerita