Sandiaga Sebut Wisatawan Asing Backpacker juga Boleh ke Bali, tapi Ada Syaratnya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan asing tanpa menggunakan masker berjalan di Pantai Berawa, Badung, Bali, Jumat, 19 Juni 2020. Pemerintah Provinsi Bali berencana menerapkan tiga tahapan implementasi protokol kesehatan menyambut normal baru mulai 9 Juli 2020, di mana sektor pariwisata baru akan dibuka pada tahapan terakhir. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    Wisatawan asing tanpa menggunakan masker berjalan di Pantai Berawa, Badung, Bali, Jumat, 19 Juni 2020. Pemerintah Provinsi Bali berencana menerapkan tiga tahapan implementasi protokol kesehatan menyambut normal baru mulai 9 Juli 2020, di mana sektor pariwisata baru akan dibuka pada tahapan terakhir. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pihaknya terus mempersiapkan Bali untuk kembali menerima wisatawan asing. Jika kasus Covid-19 dapat terus terkendalo, pulau Dewata ditargetkan dapat dibuka pada Oktober mendatang.

    "Tentunya setiap pekan kita evaluasi dan Oktober ini merupakan suatu target yang disampaikan, dan kita pastikan negara yang memungkinkan untuk berkunjung di Indonesia sudah teridentifikasi," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin, 20 September 2021.

    Menurut Sandiaga, pemerintah sangat berhati-hati dalam mempersiapkan pembukaan Bali untuk warga asing. Ia pun menekankan kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dan wisatawan untuk menjaga protokol kesehatan yang sangat ketat agar varian terbaru Covid-19 tidak menimbulkan gelombang ketiga.

    Sandiaga juga melengkapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan soal pembukaan kembali Bali untuk wisatawan mancanegara. Sebelumnya, Luhut menyampaikan bahwa ia tak ingin wisman ala backpacker datang ke Bali.

    "Selanjutnya turis yang datang itu kita saring. Kita enggak mau backpaker yang datang agar Bali itu bersih, orang yang datang berkualitas," kata Luhut di Bali pekan lalu.

    Sandiaga menjelaskan bahwa penyaringan wisman masuk Bali bukan dari atribut yang digunakan wisman, misalnya backpack. Namun lebih berfokus pada kualitas wisman, baik secara sikap maupun kemampuan ekonomi.

    "Backpacker yang dimaksud Pak Luhut adalah yang tidak mendatangkan dividen. Memang sangat rancu dari segi definisi. Setelah kami mengklarifikasi, Pak Luhut menyampaikan ini adalah kelompok wisatawan yang tidak mendatangkan keuntungan, tidak mendatangkan profit, tidak mendatangkan benefit, tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak menghormati kearifan lokal dan tipe-tipe wisatawan inilah yang bukan menjadi sasaran target wisatawan pascapandemi," kata Sandiaga.

    Sandiaga mengatakan Indonesia terbuka untuk semua wisatawan asing yang mampu mematuhi peraturan yang berlaku di Bali. "Kami tidak akan melarang backpacker selama mereka mematuhi aturan, taat protokol kesehatan, dan menghormati kearifan lokal," ujarnya.

    Baca jugaSandiaga Uno Sebut Pembukaan 20 Destinasi Wisata akan Dievaluasi Setiap Pekan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.