Wisata Edukasi Penggembalaan Sapi di Bekas Lahan Pertambangan Kutai Kartanegara

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mini ranch Jayatama (ANTARA/HO)

    Ilustrasi mini ranch Jayatama (ANTARA/HO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalimantan Timur akan memiliki destinasi wisata baru berupa kandang penggembalaan sapi atau mini ranch di Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Pembangunan mini ranch Jayatama yang kedua itu sudah dilakukan peletakan batu pertamanya oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

    "Ini sudah mengarah kepada peternakan yang modern yang dikelola dengan baik dengan sistem treatment yang begitu modern," kata Isran dalam keterangannya, Ahad, 13 Juni 2021.

    Mini ranch Jayatama merupakan peternakan sapi mini sekaligus perkebunan berkonsep sustainable farming yang memberdayakan masyarakat lokal dengan memanfaatkan area tanah bekas pertambangan Jayatama dengan dukungan pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Di sana, warga bisa menikmati wisata edukasi dengan mengamati ratusan sapi di peternakan dengan hamparan padang rumput nan hijau.

    Mini ranch memiliki pelayanan inseminasi buatan dan vaksinasi hewan ternak yang dijalankan oleh Cattle Buffalo Club (CBC). Tim CBC merupakan tenaga ahli yang terafiliasi dengan Universitas Padjajaran dan Dinas Peternakan dan Pertanian untuk membantu program sosialisasi dan edukasi peternakan ke masyarakat sekitar kawasan.

    ADVERTISEMENT

    Pembangunan mini ranch kedua diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kandang menjadi 200 ekor sapi dan akan bisa menjadi daya tarik wisata baru di daerah tersebut. Fasilitas mini ranch Jayatma berhasil melahirkan sepuluh ekor pedet selama kurang dari tiga bulan fasilitas mini ranch berdiri.

    Hingga saat ini, mini ranch milik PT Bramasta Sakti yang dibangun atas dukungan dari Yayasan Life After Mine dan PT Multi Harapan Utama itu mengelola 1.450 ekor sapi melalui program kemitraan dengan masyarakat dengan program utama seperti perbaikan genetik, menekan jumlah kematian pedet, penggemukan sapi, penyediaan rumput pakan dan pendidikan dan penyuluhan.

    PT Bhramasta Sakti saat ini mengelola 2.400 hektare lahan yang ditujukan untuk pembangunan ekosistem untuk fasilitas peternakan penggembalaan sapi dan perkebunan yang terintegrasi. Sekitar 200 hektare di antaranya digunakan untuk peternakan dan selebihnya sekitar 2.200 hektare digunakan untuk budidaya jagung.

    Baca juga: Taman Wisata Cimory Dairyland akan Hadir di Serpong, Tawarkan Rekreasi Edukasi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...