Tiga Strategi Sandiaga Uno untuk Pulihkan Pariwisata Bali

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) menerima audiensi pelaku pariwisata saat

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) menerima audiensi pelaku pariwisata saat "Work from Bali' di Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis 27 Mei 2021. Menparekraf Sandiaga Uno bersama jajarannya melakukan 'Work from Bali' atau bekerja dari Bali serta mendukung program 'Work from Bali' yang dicanangkan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi agar dapat direalisasikan sebagai salah satu upaya untuk membantu pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Bali yang terdampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan ada tiga strategi yang akan dilakukan kementerian bersama pemerintah daerah untuk mereaktivasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Tiga strategi itu juga ditujukan untuk kembali menggairahkan pariwisata Bali yang terpuruk akibat pandemi.

    “Kami terus menyiapkan pemulihan pariwisata di Bali," kata Sandiaga usai bertemu dengan Gubernur Bali I Wayan Koster, Jumat, 11 Juni 2021.

    Strategi pertama adakah percepatan vaksinasi terhadap masyarakat Bali. Sebanyak 3 juta atau sekitar 70 persen penduduk Bali ditargetkan bisa mendapatkan vaksinasi. Jumlah penduduk Bali diketahui sebanyak 4,3 juta orang.

    "Dan sesuai dengan arahan Presiden vaksinasi itu harus sudah diselesaikan pada Juli ini,” kata Sandiaga.

    ADVERTISEMENT

    Strategi berikutnya adalah pengetatan terhadap kepatuhan protokol kesehatan. Sandiaga mengatakan kementerian  memiliki beberapa program untuk membantu hal tersebut, diantaranya melalui Gerakan BISA yang masih digulirkan di destinasi wisata yang ada di Bali dan daerah lainnya yang ada di Indonesia serta sertifikasi CHSE yang jumlahnya akan terus ditingkatkan.

    “Mulai bulan Juli, kita akan memulai program CHSE dan Bali kita targetkan dua kali lipat dari tahun lalu, menjadi 1.200 destinasi wisata, hotel, dan restoran yang akan tersertifikasi CHSE,” kata Sandiaga.

    Strategi terakhir adalah langkah jangka menengah panjang, yaitu penyiapan dari reaktivasi Bali dan diversifikasi ekonomi Bali. Langkah itu antara lain mencakup infrastruktur transportasi darat, laut, dan udara serta menyiapkan fasilitas pariwisata seperti kegiatan MICE dan lainnya.

    "Kita harapkan akan mempercepat pemulihan pariwisata di Bali sesuai dengan pengendalian Covid-19 yang lebih baik lagi kedepannya,” kata Sandiaga.

    Pada 2019, kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Bali mencapai 54 persen. Namun, akibat pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi di Bali minus hingga 9,3 persen secara kumulatif. Angka itu merupakan kontraksi terdalam yang pernah dialami Bali.

    Selain itu, Kemenparekraf dapat memberikan program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang dianggarkan sebesar Rp 60 miliar dan program Dana Hibah Pariwisata yang tahun ini akan diperluas dan diperbesar jumlahnya menjadi Rp 3,7 triliun. Ada juga dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan seperti Arabian Travel Market (ATM) Dubai 2021 dan Bali & Beyond Travel Fair 2021.

    Baca juga: Dibanding Work From Bali, PHRI Nilai Kegiatan Dinas Lebih Berdampak untuk Hotel


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...