Kedatangan Penumpang di Bandara YIA Melonjak Menjelang Larangan Mudik

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara YIA di Kulon Progo Yogyakarta, Jumat 28 Agustus 2020. Dokumentasi Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara YIA di Kulon Progo Yogyakarta, Jumat 28 Agustus 2020. Dokumentasi Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Otoritas Bandara YIA atau Yogyakarta International Airport menyatakan keberangkatan dan kedatangan penumpang di bandara tersebut melonjak tajam. Kenaikan itu terjadi sepekan menjelang pemberlakuan larangan mudik mulai 6 - 17 Mei 2021.

    Pelaksana Tugas Sementara General Manager Bandara YIA, Agus Pandu Purnama mengatakan lalu lintas penumpang mulai melonjak sejak 28 April 2021. "Penumpang yang berangkat dari bandara ini naik 30 persen dan jumlah penumpang yang datang juga naik hingga 58 persen," kata Agus pada Senin, 3 Mei 2021.

    Pandu merinci, kedatangan penumpang harian sebelumnya hanya di kisaran 1.000 sampai 1.500 penumpang. Namun dalam sepekan ini naik dua kali lipat. "Pada Minggu malam, 2 Mei 2021, penumpang yang datang mencapai 3.000 orang," katanya.

    Dari data kedatangan dan keberangkatan yang dilansir Bandara YIA, mulai Jumat, 30 April 2021 jumlah kedatangan tercatat 3.619 penumpang. Pada Sabtu, 1 Mei 2021 sebanyak 3.305 penumpang, Minggu, 2 Mei 2021 sebanyak 2.386 penumpang, dan Senin, 3 Mei 2021 dengan 3.000 penumpang. Sedangkan selama periode 21 - 29 April 2021, jumlah kedatangan penumpang harian paling banyak 2.000 orang.

    Untuk keberangkatan dari Yogyakarta International Airport dalam periode 30 April - 3 Mei 2021 juga terpantau tinggi. Pada Jumat, 30 April 2021, tercatat sebanyak 3.015 orang, Sabtu 1 Mei 2021 sebanyak 2.502 orang, Minggu 2 Mei 2021 sebanyak 2.981 orang, dan Senin 3 Mei 2021 sebanyak 2.009 orang.

    Petugas bandara YIA memastikan setiap penumpang yang masuk dan keluar sudah aman dari potensi penularan Covid-19. Musababnya, setiap 1 × 24 jam penumpang wajib tes GeNose maupun menjalani repid test antigen sebagai syarat melakukan perjalanan.

    Pihak Angkasa Pura I juga menerapkan aturan baru terkait jam operasional bandara saat kebijakan larangan mudik berlaku. Jam operasional bandara akan berubah dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Sementara di hari normal, bandara YIA beroperasi dari pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.

    Terpisah, epidemiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Riris Andono Ahmad meminta pemerintah lebih tegas menegakkan aturan dalam mengefektifkan langkah-langkah antisipasi masuknya varian baru Covid-19 ke Indonesia, khususnya dari India. Situasi kasus Covid-19 di India yang kian parah pasca ditemukannya varian B 1617 yang kabarnya lebih ganas, tak mudah dideteksi, dan belum ada varian vaksinnya, itu menuntut langkah lebih tegas.

    "Cara antisipasi penularan yang paling tepat hanya dengan menurunkan kontak, menurunkan mobilitas dan interaksi orang-orang," kata Riris yang juga Direktur Pusat Kedokteran Tropis UGM itu. Sayangnya, meski pemerintah Indonesia sejak awal sudah menerapkan kebijakan 3M menjadi 5M yakni menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas, di lapangan aturan itu kurang punya daya. "Dari kebijakan 5M itu, masalahnya sudah dijalankan dengan optimal dan konsisten tidak?"

    Sementara mengenai lalu lintas arus penumpang di bandara YIA, Pandu memperkirakan akan tetap tinggi hingga beberapa hari ke depan sebelum larangan mudik berlaku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.