3 Kategori Desa Wisata dan Contoh Terbaik, Kepala Desa dan Pordarwis Wajib Tahu

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menari Tor Tor di depan patung Sigale-gale di Desa Wisata Tomok, Simanindo, Samosir, Sumatera Utara, 21 Februari 2021. Danau Toba saat ini disiapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai lokasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) untuk menggantikan pulau Bali. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    Wisatawan menari Tor Tor di depan patung Sigale-gale di Desa Wisata Tomok, Simanindo, Samosir, Sumatera Utara, 21 Februari 2021. Danau Toba saat ini disiapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai lokasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) untuk menggantikan pulau Bali. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah daerah berlomba membangun desa wisata yang mengusung tema tertentu sesuai ciri khas dan kearifan lokal. Desa wisata menjadi salah satu potensi untuk mengembangkan desa, meningkatkan perekonomian penduduknya, sekaligus menambah pundi-pundi desa.

    Hanya saja, tak semua desa mampu menjadi desa wisata yang sukses. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan ada tiga kategori desa wisata. Pertam adalah desa wisata rintisan; kedua, desa wisata maju dan berkembang; ketiga, desa wisata mandiri.

    "Desa wisata mandiri adalah desa wisata yang penduduknya mampu berinovasi dalam pengembangan potensi desa menjadi unit kewirausahaan mandiri," kata Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 1 Mei 2021. Sandiaga juga menunjukkan desa wisata yang bisa ditiru atau menjadi contoh, yakni Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.

    Dengan konsep sederhana, yakni menjaga kebersihan dan melestarikan budaya, Desa Panglipuran sudah dikenal di kancah dunia. "Desa ini terkenal karena menjadi desa terbersih di dunia," kata Sandiaga Uno. Mengenai penilaian anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021, dia menjelaskan, ada empat dasar penilaiannya, yakni tata kelola, ekonomi lokal, budaya, dan pelestarian lingkungan.

    Desa wisata Panglipuran di Kabupaten Bangli, Bali. Foto: Instagram Desa Wisata Panglipuran

    Kementerian Pariwisata, menurut Sandiaga Uno, akan memetakan 1.200 potensi desa wisata yang siap dikembangkan secara berkelanjutan. Syaratnya adalah memiliki nilai kearifan lokal dan budaya yang kuat. Dengan begitu, desa wisata mampu menjadi penggerak kebangkitan perekonomian Indonesia, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

    Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2020 - 2024, Kementeria Pariwisata menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Sementara di Indonesia terdapat 74 ribu desa. Artinya, menurut Sandiga Uno, potensi desa wisata masih amat besar.

    Bagi masyarakat atau pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang ingin bergabung ke dalam jaringan desa wisata resmi di Indonesia, dapat mendaftar melalui situs resmi Jaringan Desa Wisata atau Jadesta.com. Peserta dapat melakukan pendaftaran mulai 7 Mei hingga 26 Juni 2021. Para kepala desa dan kelompok sadar wisata atau pokdarwis di desa-desa dapat mendaftar.

    Baca juga:
    Sandiaga Uno Beberkan Peran Atta Halilintar di Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.