Cagar Budaya Batutulis akan Dibenahi, Eks Gedung SD Disulap Jadi Pusat Budaya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria sedang membaca tulisan aksara sunda kuno, di depan Prasasti Batutulis yang berdiri setinggi 151 cm, dengan lebar dasar 145 cm dan ketebalan antara 12-14 cm, Bogor, 24 Februari 2015. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Seorang pria sedang membaca tulisan aksara sunda kuno, di depan Prasasti Batutulis yang berdiri setinggi 151 cm, dengan lebar dasar 145 cm dan ketebalan antara 12-14 cm, Bogor, 24 Februari 2015. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rangka menyambut Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2021, Pemerintah Kota Bogor akan membenahi kawasan Cagar Budaya Batutulis di Kelurahan Batulis Kecamatan Bogor Selatan. Kondisi situs cagar budaya itu saat ini dinilai kurang representatif.

    "Pemerintah Kota Bogor sudah lama berencana membangun kawasan Cagar Budaya Batutulis ini menjadi Pusat Budaya Batutulis," kata Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah saat meninjau lokasi, Rabu, 21 April 2021.

    Saat ini, ruangan tempat prasasti Batutulis berada ukurannya kecil dan hanya bisa menampung beberapa orang. "Tidak bisa menampung peserta JKPI jika datang ke lokasi," kata Syarifah.

    Karena itu, Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bogor akan melaksanakan pembenahan, khususnya di lokasi Gedung bekas SDN Batutulis. Di sana rencananya dibangun lahan parkir dan kawasan pusat wisata budaya yang lebih representatif.

    Cagar budaya Batutulis menyimpan batu prasasti peninggalan Kerajaan Pajajaran. Di batu itu terukir kalimat-kalimat dengan huruf Sunda Kawi yang dibuat oleh Prabu Surawisesa pada 1533 M dengan maksud memperingati jasa ayahandanya Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal dengan nama Prabu Siliwangi.

    Pemerintah Kota Bogor menyiapkan anggaran sekitar Rp 450 Juta untuk pembenahan di kawasan Cagar Budaya Batutulis. "Mudah-mudahan pembenahannya bisa segera dilakukan karena penyelenggaraan Kongres JKPI pada Oktober 2021," kata Syarifah.

    Sebelum pembenahan dimulai, menurut Syarifah, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten karena kewenangan penataan situs budaya itu ada di sana. "Pembenahan ini tujuannya untuk merawat kepusakaan situs Cagar Budaya Batutulis yang sudah menjadi aset nasional," ujarnya.

    Baca juga: Jembatan Merah Surabaya Diusulkan Jadi Kawasan Wisata Cagar Budaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.