Tak Hanya Pengendali Banjir, Bendungan Sukamahi akan Jadi Tujuan Ekowisata

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara pembangunan Bendungan Sukamahi di Bogor, Jawa Barat, Senin 20 Januari 2020. Bendungan Sukamahi yang memiliki konsep bendungan kering itu dibangun untuk mengendalikan aliran air dari hulu Sungai Ciliwung saat terjadi peningkatan debit air sehingga dapat mengurangi resiko banjir di Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Foto udara pembangunan Bendungan Sukamahi di Bogor, Jawa Barat, Senin 20 Januari 2020. Bendungan Sukamahi yang memiliki konsep bendungan kering itu dibangun untuk mengendalikan aliran air dari hulu Sungai Ciliwung saat terjadi peningkatan debit air sehingga dapat mengurangi resiko banjir di Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah tidak hanya membangun Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat sebagai pengendali banjir. Lahan di sekitar bendungan akan dimanfaatkan sebagai taman ekowisata.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pemanfaatan kawasan konservasi di sekitar bendungan itu ditujukan untuk mempromosikan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan dengan mengembangkan potensi sumber daya alam dan perlindungan ekosistem. "Pembangunan bendungan nantinya tidak hanya sebagai bagian dari rencana induk (master plan) pengendalian banjir Ibu Kota Jakarta, tetapi juga pengembangan ekowisata kawasan Puncak Bogor," ujarnya, Kamis, 15 April 2021.

    Menurut Basuki, konsep taman ekowisata itu akan memanfaatkan kawasan terpadu di Bendungan Sukamahi seperti konservasi alam pada area sabuk hijau untuk dikembangkan menjadi hutan konservasi yang mempunyai fungsi utama untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan tumbuhan khas setempat seperti pohon suren dan damar. Kawasan itu juga akan dilengkapi fasilitas garden in the forest, trail/track, rest area, dek wisata, toilet, signage dan pusat informasi.

    "Sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata seperti outdoor recreation, bushwalking, jogging, cycling, horse riding, dan bird watching," kata Basuki.

    Ia mencontohkan kawasan konservasi pada aliran Sungai Ciliwung dari bagian hulu Bendungan Sukamahi hingga hilir akan dikembangkan menjadi natural creek. Sedangkan area genangan atau pasang surut bagian hulu Sungai Ciliwung dengan pemandangan ekosistem alami sungai bisa menjadi wisata river valleySelanjutnya aliran sungai anak Ciliwung berupa hutan lansekap pada bantaran sungai dapat manfaatkan untuk kegiatan wisata susur sungai.

    Bendungan Sukamahi yang merupakan bendungan kering pertama di Indonesia itu memiliki volume tampung sebesar 1,68 juta meter kubik dan luas area genangan 5,23 hektare. Sejak dimulai pada 2017, progres konstruksi hingga 9 April 2021 mencapai 71,21 persen.

    Baca juga: Dosen Pariwisata Universitas Udayana Ungkap Ada Pseudo Ekowisata di Bali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.