Dosen Pariwisata Universitas Udayana Ungkap Ada Pseudo Ekowisata di Bali

Reporter

Wisatawan menyaksikan matahari terbit pertama tahun 2021 di Desa Pinggan, Kintamani, Bangli, Bali, Jumat 1 Januari 2020. Kawasan wisata alam dengan pemandangan Gunung Agung, Gunung Batur dan Gunung Abang tersebut menjadi salah satu lokasi di Pulau Dewata yang dikunjungi wisatawan untuk menyaksikan matahari terbit pertama tahun 2021. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

TEMPO.CO, Jakarta - Dosen Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Nyoman Sukma Arida mengungkapkan sinyalemen adanya pseudo ekowisata di Bali atau dengan istilah lain ekowisata semu.

Nyoman Sukma menjelaskan pseudo ekowisata ini adalah kegiatan pariwisata yang tampak seperti ekowisata pada umumnya, tetapi, peran masyarakat lokal di sekitar ekowisata justru terpinggirkan. Dan tak mendapat apa-apa.

Seperti dikutip Tempo dari laman resmi UGM, Kamis 1 April 2021, Nyoman Sukma mencontohkan kemunculan gerakan desa wisata di Desa Taro sebagai perlawanan halus atau counter wacana terhadap hegemoni wisata gajah sebutan untuk para investor besar.

"Desa Taro merupakan desa dengan tipe ekowisata hybrid yaitu percampuran antara investor-pemerintah-masyarakat,” katanya dalam Seminar Series Nasional Kepariwisataan ke #11 yang diselenggarakan oleh Prodi S3 Kajian Pariwisata, Sekolah Pascasarjana UGM pada Selasa 23 Maret 2021.

Sukma menemukan adanya pergeseran nilai pariwisata di Bali dari yang bernafaskan filosofi Tri Hita Karana, yang kemudian lebih banyak digerakkan oleh investor asing yang punya modal besar.

Di Bali, kata dia, ekowisata dapat ditipologikan dalam tiga tipe: yaitu investor, pemerintah dan masyarakat. Masing masing tipe ekowisata tersebut memiliki ciri yang berbeda berdasarkan produk, strategi pengembangan, pola pelibatan masyarakat dan karakter wisatawan.

Sukma berharap pendemi Covid-19 saat ini kesempatan bagi para pelaku wisata di Bali untuk memastikan apakah yang saat ini sudah berjalan benar-benar ekowisata atau pseudo-ekowisata.

Hal itu karena melalui pandemi ini sektor pariwisata diminta rehat sejenak sehingga menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan langkah kedepannya.

Adapun Guru Besar Geografi UGM Sudarmadji menyoroti pentingnya keberlanjutan desa wisata atau destinasi ekowisata. Ia menyarankan untuk selalu memperhitungkan kondisi lingkungan ketika mengembangkan obyek wisata. “Jangan sampai lingkungan diabaikan dan hanya berkonsentrasi pada kenaikan pendapatan dan kesejahteraan," katanya.

WILDA HASANAH

Baca juga: Sandiaga Cerita Ada Kafe di Bali yang Tutupi Kamera HP Tamu dengan Stiker






Mahasiswa UGM Gali Ciri Khas 18 Kampung Wisata di Yogyakarta untuk Rebranding

5 jam lalu

Mahasiswa UGM Gali Ciri Khas 18 Kampung Wisata di Yogyakarta untuk Rebranding

Ikon di kampung wisata Kota Yogyakarta itu perlu ditemukan, di-branding lalu dijual kepada wisawatan.


Upaya Wujudkan Wisata Kesehatan di Bali, Pengembangan KEK Sanur Hingga Gaet Mayo Clinic

6 jam lalu

Upaya Wujudkan Wisata Kesehatan di Bali, Pengembangan KEK Sanur Hingga Gaet Mayo Clinic

Wisata kesehatan ini perlu dikembangkan agar masyarakat Indonesia sendiri memanfaatkan layanan kesehatan di tanah air.


Pengudang Festival Seafood, Perkumpulan Chef: Desa Wisata Harus Punya Kuliner Khas

13 jam lalu

Pengudang Festival Seafood, Perkumpulan Chef: Desa Wisata Harus Punya Kuliner Khas

Festival kuliner itu diharapkan dapat melahirkan makanan khas desa untuk memikat wisatawan berkunjung ke Desa wisata Pengudang.


Gempa Cianjur, Kemenparekraf Catat Kerusakan di 92 Tempat dan Desa Wisata

19 jam lalu

Gempa Cianjur, Kemenparekraf Catat Kerusakan di 92 Tempat dan Desa Wisata

Gempa Cianjur yang terjadi pada Senin, 21 November lalu telah menyebabkan setidaknya 320 korban jiwa, 700 orang luka-luka dan 73 ribu pengungsi.


Tilang Elektronik di Bali Mulai Berlaku

1 hari lalu

Tilang Elektronik di Bali Mulai Berlaku

Rahmawati meminta masyarakat Bali menaati seluruh aturan lalu lintas mulai hari ini sebab tilang elektronik sudah diberlakukan diikuti pemindakan.


Kunjungan Turis Asing ke Jepang Mulai Meningkat, Wisata Domestik Tetap Digenjot

3 hari lalu

Kunjungan Turis Asing ke Jepang Mulai Meningkat, Wisata Domestik Tetap Digenjot

Pada 11 Oktober, Jepang mencabut sejumlah aturan pembatasan perjalanan paling ketat di dunia dan memyambut kembali kedatangan turis.


Bupati Kediri Tetapkan Lima Desa Wisata Terbaik

3 hari lalu

Bupati Kediri Tetapkan Lima Desa Wisata Terbaik

Kelima desa tersebut dipilih dari 52 desa wisata yang telah melalui tahapan seleksi.


Gempa Cianjur, Sandiaga Uno Ungkap Kerusakan yang Dialami Desa Wisata dan Sentra Ekraf

5 hari lalu

Gempa Cianjur, Sandiaga Uno Ungkap Kerusakan yang Dialami Desa Wisata dan Sentra Ekraf

Gempa Cianjur itu juga menyebabkan longsor dan membuat sejumlah akses jalan terputus.


Kaltim Siapkan Paket Wisata Titik Nol IKN Nusantara untuk Pikat Wisatawan

5 hari lalu

Kaltim Siapkan Paket Wisata Titik Nol IKN Nusantara untuk Pikat Wisatawan

Sebelum ditetapkan sebagai IKN Nusantara, Penajam Paser Utara Kalimantan Timur telah memiliki beragam potensi alam dan budaya yang dapat dikembangkan.


Laksmita, Cara Yogyakarta Branding Ulang Event Unggulan untuk Pikat Wisatawan

6 hari lalu

Laksmita, Cara Yogyakarta Branding Ulang Event Unggulan untuk Pikat Wisatawan

Laksmita menjadi sarana komunikasi baru sejumlah event unggulan Kota Yogyakarta kepada wisatawan.