Kapal Ini Jadi Andalan Wisatawan dan Masyarakat Menuju Raja Ampat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kapal saat bersandar di kawasan wisata Piaynemo, di Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 22 November 2019. Dari Sorong, Piaynemo bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar tiga hingga enam jam tergantung dari jenis dan cepatnya kapal yang digunakan. TEMPO/Fardi Bestari

    Sejumlah kapal saat bersandar di kawasan wisata Piaynemo, di Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, 22 November 2019. Dari Sorong, Piaynemo bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar tiga hingga enam jam tergantung dari jenis dan cepatnya kapal yang digunakan. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pilihan akses transportasi menuju salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia, Raja Ampat makin terjangkau. Kabupaten di wilayah Papua Barat itu bisa ditempuh menggunakan kapal penyeberangan KM Fajar Mulai dengan ongkos yang terbilang murah.

    Ahmad, seorang wisatawan domestik asal Bandung yang ditemui di pelabuhan rakyat Sorong mengatakan dirinya kaget karena ada angkutan penyeberangan dari Sorong ke Raja Ampat yang cukup murah seperti kapal Fajar Mulai. Sorong merupakan pintu masuk ke Papua Barat.

    "Informasi yang kami peroleh saat masih di Bandung wisata ke Raja Ampat mahal. Setelah tiba di Sorong ternyata ada transportasi penyeberangan murah menuju Raja Ampat dan ini sangat luar biasa," kata Ahmad, Sabtu, 10 April 2021.

    Kapal itu pun menjadi alternatif transportasi bagi wisatawan yang hendak menuju Raja Ampat. Harganya Rp 75 ribu per orang.

    Amir, anak buah kapal KM Fajar Mulai mengatakan bahwa kapal tersebut banyak pula ditumpangi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara dari Sorong menuju ke Raja Ampat. "Kebanyakan wisatawan yang membawa banyak barang seperti alat menyelam dan barang lainnya guna kebutuhan berwisata di pulau-pulau kabupaten Raja Ampat," kata dia.

    Kapal Fajar Mulai berlayar dari pelabuhan rakyat Sorong menuju ke pelabuhan Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat. Selanjutnya wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dari Waisai ke destinasi wisata dengan menggunakan speed boat masyarakat lokal dengan harga yang dapat dijangkau.

    Bukan hanya menjadi pilihan wisatawan, kapal itu juga menjadi harapan masyarakat kabupaten Raja Ampat karena dapat mengangkut belanjaan barang dalam jumlah banyak dari kota Sorong. Bahkan menjadi menjadi penghubung Raja Ampat dengan pulau Seram Provinsi Maluku.

    Baca juga: Wisata ke Papua, Waspada 2 Hewan Berbahaya yang Bertubuh Kecil dan Besar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.