10 Kendaraan Tradisional, Saat Orang Bicara Mobil Listrik Mereka Makin Tersisih

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kusir delman menunggu pengunjung di Kawasan Monas, Jakarta, Kamis, 31 Desember 2020. Kawasan Monas, Kota Tua, GBK atau Jalan Medan Merdeka masuk kategori penutupan pada Tahun Baru 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kusir delman menunggu pengunjung di Kawasan Monas, Jakarta, Kamis, 31 Desember 2020. Kawasan Monas, Kota Tua, GBK atau Jalan Medan Merdeka masuk kategori penutupan pada Tahun Baru 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Seiring berkembang pesatnya teknologi, moda transpostasi atau kendaraan pun ikut berkembang. Kini orang sudah bicara tentang mobil listrik atau sepeda listrik berteknologi terkini, saat yang sama kendaraan tradisional Indonesia yang khas dan dulunya eksis, kini mulai punah tergerus zaman. Kemudahan dan keefektifannya membuat transpostasi modern mendapat tempat di hati masyarakat.

    Kendaraan atau alat transportasi terbagi dalam tiga jenis yaitu kendaraan darat, laut, dan udara. Kini, kendaraan tradisional bahkan menjadi sesuatu yang unik dan menarik karena makin langka, dan hanya ditemukan di destinasi wisata tertentu, bukan lagi sebagai alat transportasi utama seperti dulu. Kehadirannya sudah mulai jarang, dan makin ditinggalkan.

    Yuk, kilas kembali apa saja kendaraan tradisional Indonesia yang unik dan hampir punah.

    1. Delman

    Delman merupakan salah satu kendaraan tradisional khas Indonesia yang memanfaatkan kuda sebagai penggeraknya. Kuda digabungkan dengan sebuah kereta kecil yang akan ditariknya sembari berjalan. Delman  hanya bisa memuat untuk 4 hingga 5 orang penumpang.

    Kendaraan tradisional satu ini begitu unik dan menarik saat dinaiki. Anda bisa menikmati pemandangan di sekitar dan merasakan langsung udara jalanan. Namun, kini delman mulai langka ditemukan.

    Nama delman berasal dari nama penemunya, yaitu Charles Theodore Deeleman. Ia seorang litografer dan insinyur Belanda pada masa Hindia Belanda. Awalnya, delman digunakan untuk mengangkut barang dari pasar, pedesaan atau tempat yang berjarak tempuh singkat.

    1. Bajaj

    Anda pasti tidak asing lagi dengan kendaraan tradisional dengan bunyi khas yang rebut ini. Ukuran kendaraan beroda tiga ini cukup mungil dan gerakannya gesit. Biasanya, bajaj dapat memuat hingga 2 penumpang saja. Bajaj sering menjadi alternatif pilihan dengan kemampuannya menyalip di tengah kemacetan dan menjangkau jalan-jalan sempit.

    Bajaj berasal dari India, pertama kali diekspor ke Indonesia sejak tahun 70-an oleh PT Bajaj Auto.

    1. Bemo

    Bemo merupakan singkatan dari becak-motor. Sama halnya dengan bajaj, bemo adalah kendaraan dengan roda tiga. Namun bedanya, bemo memiliki kapasitas penumpang lebih besar, mencapai 6 penumpang dewasa. Bemo mulai digunakan sebagai alat transportasi di Indonesia pada awal tahun 1962.

    Kini, kehadiran bemo sudah banyak dihapuskan dari program angkutan kota. Bemo dianggap sudah terlalu tua dan tidak aman lagi. Ditambah pula dengan asapnya menyebabkan polusi.

    1. Becak

    Becak adalah kendaraan tradisional beroda tiga yang umum ditemukan di Indonesia. Becak dapat bergerak dengan cara dikayuh oleh pengemudinya. Jarak tempuh becak tidak terlalu jauh, sehingga biasanya digunakan dari gang menuju ke dalam gang atau sebaliknya.

    Becak dibuat dengan menggunakan sepeda yang dimodifikasi dengan bak becak. Bak ini kemudian ditambah dengan tempat duduk dan dipoles sedemikian rupa.

    Kapasitas normal becak hanyalah dua orang penumpang. Di Indonesia, ada dua jenis becak yang biasa digunakan, yaitu becak dengan pengemudi di belakang dan pengemudi di samping.

    1. Ojek pangkalan

    Ojek merupakan kendaraan yang hanya membutuhkan motor untuk operasinya. Meskipun masih kerap ditemukan, moda kendaraan satu ini mulai tergerus oleh perkembangan teknologi. Ojek pangkalan mulai ditinggalkan, masrayakat lebih memilih untuk memesan ojek online karena kemudahannya.

    Ojek pangkalan biasanya memiliki tempat mangkal yang disebut pangkalan. Di sanalah mereka menanti datangnya penumpang. Penumpang ojek biasanya satu orang atau bisa berdua. Ongkosnya pun terkadang bisa ditawar sebelum naik.

    Baca: Malioboro bebas Kendaraan, Kali Ini dengan beragam Acara

    1. Ojek Sepeda

    Dahulu, bukan hanya motor yang dijadikan kendaraan ojek, namun juga sepeda. Kerjanya sama saja dengan ojek motor, yakni mengantarkan orang atau barang ke suatu tempat.

    Namun, kini ojek sepeda sudah sangat jarang. Sebab, sepeda bekerja dengan cara dikayuh yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama.

    1. Cidomo

    Cidomo atau yang sering juga disebut dengan Cimodok adalah salah satu kendaraan tradisional yang menggunakan tenaga kuda khas Pulau Lombok dan Kepulauan Gili. Dilihat dari tampilan fisiknya, cidomo mirip dengan delman atau andong. Hanya saja, delman atau andong menggunakan roda kayu, sedangkan cidomo menggunakan roda mobil bekas sebagai roda penggeraknya.

    Kapasitas kendaraan cidomo hanya empat orang. Dua di antaranya di depan dan dua lagi di belakang. Yang menjadi kekurangannya, kecepatan cidomo sangat lambat dan menyebabkan kemacetan di kota.

    1. Getek

    Kendaraan getek digunakan untuk menyeberangi sungai. Berbeda dengan kini, orang-orang menggunakan jembatan ataupun perahu. Getek berupa anyaman dari bambu yang disusun membentang dan direkatkan satus ama lain. Biasanya getek digunakan untuk menyebrang dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

    Getek dapat mengangkut manusia dan barang-barang lain seperti sepeda motor. Namun, kapasitasnya terbatas sebab dikhawatirkan akan tenggelam.

    Jenis kendaraan tradisional satu ini sudah mulai ditinggalkan. Masyarakat sudah banyak yang beralih menggunakan perahu atau kapal yang lebih aman dan cepat untuk aktivitas penyeberangan. Namun di beberapa daerah, getek masih dipertahankan

    9. Dokar

    Seperti Namanya, dokar ditemukan di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Secara tampilan fisik, kendaraan tradisional ini memiliki bentuk serupa dengan delman. Hanya saja, ada modifikasi yang membuatnya sedikit berbeda.

    10. Pedati

    Kendaraan tradisional berikutnya adalah pedati. Pedati adalah kendaraan yang memiliki 2 atau 4 buah roda. Pedati sebagai sarana transportasi, digunakan untuk mengangkut penumpang. Baik manusia, maupun barang.

    Pedati biasanya ditarik oleh hewan ternak seperti kuda, sapi, atau kerbau. Pedati umumnya dapat dijumpai di wilayah pedesaan untuk mengangkut hasil pertanian.

    Indonesia kaya dengan kendaraan tradisional yang unik dan khas. Namun, perkembangan teknologi membuatnya tidak mampu bertahan dan mulai punah.

    ANNISA FEBIOLA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.