Sambut Libur Tahun Baru Imlek, Yogyakarta Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan pidato dalam peringatan sewindu Undang-undang Keistimewaan di Keraton Yogyakarta, Senin 31 Agustus 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan pidato dalam peringatan sewindu Undang-undang Keistimewaan di Keraton Yogyakarta, Senin 31 Agustus 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Tahun baru Imlek akan berlangsung pada Jumat, 12 Februari 2021. Libur tahun baru Imlek tersebut beriringan dengan libur akhir pekan dan berpotensi memicu keramaian di sejumlah destinasi wisata. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X menyatakan belum membuat keputusan apapun menyambut libur tahun baru Imlek sekaligus menekan kasus Covid-19.

    "Dalam rapat dengan Presiden Joko Widodo pada Jumat, 5 Fabruari 2021 sudah disinggung tentang libur tahun baru Imlek pekan depan. Namun kami belum membuat keputusan soal itu," kata Sultan Hamengku Buwono X pada Sabtu, 6 Februari 2021. Pemerintah DI Yogyakarta mewanti-wanti agar momentum libur tahun baru Imlek tak memicu kenaikan kasus Covid-19 di Yogyakarta.

    Saat ini Yogyakarta sedang sedikit menikmati penurunan penularan kasus Covid-19 dari dua periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM yang berlangsung 11 Januari sampai 8 Februari 2021. Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, pemerintah dan masyarakat Yogyakarta belajar dari dua masa libur panjang pada 2020 yang memicu kenaikan kasus Covid-19 hingga 40 persen secara nasional. Dia tak ingin kondisi itu terulang lagi.

    Baca juga:
    Baru 2 Bulan Diresmikan, Kerusakan Lantai Tugu Jogja Jadi Sorotan

    ADVERTISEMENT

    Peringatan tahun baru Imlek bertepatan dengan masa periode perpanjangan ketiga PPKM pada 9 - 23 Februari 2021. Sultan Hamengku Buwono X memperkirakan bakal ada peraturan dari pemerintah pusat terkait perayaan Imlek, sehingga pemerintah daerah tinggal menyesuaikan. "Kami belum tahu apakah pemerintah pusat akan mengatur perayaan Imlek dalam perpanjangan ketiga PPKM nanti," ujarnya.

    Sultan Hamengku Buwono X melanjutkan, untuk membuat kebijakan tersendiri terkait Imlek, pemerintah Yogyakarta akan berkaca pada kebijakan daerah-daerah di sekitarnya. Misalkan, pemerintah Jawa Tengah membuat gerakan 'Jateng di Rumah Saja', dan lainnya. "Dari kebijakan seperti Jateng di Rumah Saja, kami akan cermati apakah penduduknya benar-benar di rumah saja atau malah banyak yang lari (berlibur) ke sini (Yogyakarta)?" ujar dia.

    Sebab itu, Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, peringatan tahun baru Imlek yang diperkirakan selama tiga hari Jumat sampai Minggu, 12 - 15 Februari 2021, perlu mempertimbangkan ruang mobilitas masyarakat. Meski begitu, dia melanjutkan, pemerintah Yogyakarta tak mungkin menutup wilayahnya dari kunjungan wisatatawan karena konsekuensinya terlalu besar bagi perekonomian masyarakat. "Pemda DI Yogyakarta tidak akan mampu membiayai masyarakat jika wilayah Yogyakarta tutup," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?