Naik Kereta Listrik KRL Yogyakarta - Solo Bayar Rp 1, Begini Caranya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi KRL. TEMPO/Ninis Chairunissa

    Ilustrasi KRL. TEMPO/Ninis Chairunissa

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Masyarakat yang ingin mencoba naik kereta rel listrik atau KRL dari Yogyakarta ke Solo (Surakarta) dan sebaliknya, cukup membayar Rp 1. Uji coba kereta komuter tahap pertama ini berlangsung mulai 20 - 31 Januari 2021. Uji coba tahap kedua pada 1 - 7 Februari 2021.

    Manajer External Relation PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Adli Hakim mengatakan uji coba tahap pertama ini hanya diikuti oleh kalangan khusus, seperti teknisi dan pihak yang berkepentingan, karena ini kali pertama kereta meluncur di rel. "Saat uji coba tahap kedua untuk masyarakat," kata Adli Hakim pada Sabtu, 24 Januari 2021.

    Masyarakat yang ingin mengikuti uji coba naik kereta listrik cukup membayar Rp 1 dengan uang elektronik. Selama masa uji coba, PT KCI fokus pada faktor keselamatan perjalanan KRL dan menerima masukan dari masyarakat. Mereka yang ingin mengikuti uji coba naik KRL Yogyakarta - Solo harus mendaftar lewat aplikasi KRL Access.

    Setelah aplikasi KRL Access sudah terbenam dalam ponsel pintar, buat akun, lalu klik 'Ambil Antrean' pada aplikasi tersebut. Perlu diketahui, calon penumpang hanya dapat mengambil antrean dan mengikuti uji coba di hari yang sama. Jadi, calon penumpang tak dapat mengambil antrean hari ini untuk uji coba esok atau hari berikutnya.

    PT KCI juga membatasi jumlah calon penumpang yang mengikuti uji coba untuk menerapkan protokol kesehatan. Jika kuota masih tersedia, calon penumpang dapat memilih stasiun keberangkatan dan jadwal KRL uji coba yang hendak dinaiki. Pada pilihan jadwal tertera waktu boarding atau saat masuk gerbang stasiun dan waktu keberangkatan kereta. Kemudian konfirmasi pilihan keberangkatan, dan pastikan muncul tampilan yang mengkonfirmasi calon penumpang tersebut berhasil mengambil antrean.

    Baca juga:
    Pengguna KRL Yogyakarta - Solo Ditargetkan Tembus 29 juta Orang pada 2035

    Datanglah sesuai waktu boarding dan keberangkatan untuk mengikuti uji coba pada jadwal yang telah dipilih. Saat memasuki rentang waktu boarding, buka menu 'Check-in'. Setelah masuk menu ini, akan tampil warna dominan hijau yang menandakan calon penumpang dapat masuk stasiun dan mengikuti uji coba KRL Yogyakarta - Solo .

    Jika tampilan yang muncul pada ponsel calon penumpang dominan berwarna merah, artinya belum tiba waktu untuk masuk stasiun dan rangkaian kereta. Warna merah juga akan muncul apabila calon penumpang ketinggalan kereta atau melewati waktu keberangkatan yang dia pilih.

    Vice President Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia, Anne Purba menjelaskan, satu antrean hanya berlaku untuk satu orang dan sekali perjalanan, tidak berlaku pergi - pulang. "Jika hendak mengikuti uji coba pergi - pulang, pastikan calon penumpang telah mengambil antrean untuk dua perjalanan," kata dia.

    Satu lagi yang tak kalah penting adalah calon penumpang harus memiliki uang elektronik yang sesuai untuk naik KRL. Calon penumpang uji coba KRL Yogyakarta - Solo dapat menggunakan kartu multi trip di loket stasiun seharga Rp 30 ribu, termasuk saldo Rp 10 ribu. Calon penumpang juga dapat menggunakan uang elektronik e-Money Mandiri, Brizzi BRI, Tap Cash BNI, dan Flazz BCA. Kartu multi trip dan kartu uang elektronik bank juga hanya berlaku untuk satu orang.

    Calon penumpang uji coba KRL Yogyakarta - Solo harus mengikuti protokol kesehatan di stasiun dan selama perjalanan di dalam kereta. Penumpang harus dalam keadaan sehat, mengikuti pengecekan kesehatan berupa pengukuran suhu tubuh, wajib memakai masker kain tiga lapis atau masker kesehatan, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL, serta menjaga jarak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.