Sandiaga Uno Rencanakan Stasiun MRT Jadi Panggung Pelaku Wisata dan Ekraf

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengenakan pelindung wajah saat berjaga di dekat kereta MRT di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2020.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas mengenakan pelindung wajah saat berjaga di dekat kereta MRT di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ingin menjadikan beberapa stasiun MRT (mass rapid transit) sebagai ruang pertunjukan bagi para pelaku wisata dan ekonomi kreatif untuk membangkitkan sektor tersebut pascapandemi.

    “MRT berpotensi untuk showcasing berbagai destinasi pariwisata dan berkaitan dengan kemajuan terknologi," kata Sandiaga, Selasa, 19 Januari 2021.

    Ia mencontohkan misalnya di stasiun MRT H.Nawi ada spot coffee culture dan dibuatkan travel planner-nya. "Supaya para penggemar kopi yang berhenti di H Nawi, bisa transit sambil menikmati kopi,” kata Sandiaga.

    Sebelumnya, Kemenparekraf pernah berkolaborasi dengan MRT. Salah satu stasiun MRT dijadikan ruang pamer bagi para UMKM dan pelaku ekraf untuk mempromosikan produknya. 

    Sandiaga pun mendorong kolaborasi dengan Intelligent Transport System (ITS) untuk mendorong inisiatif pembangunan dan penggunaan transportasi pintar di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Bali ditetapkan oleh Sandiaga sebagai lokasi calon pilot project-nya.

    “Bali kita rencanakan jadi pilot project untuk pembangunan dan penggunaan transportasi pintar, dimana nanti para wisatawan bisa memilih langsung dengan menggunakan platform digital sehingga bisa menjadi pariwisata berbasis inclusion in the inner city,” kata Sandiaga.

    Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan sistem ITS ini mempunyai tujuan dasar menyediakan sistem transportasi yang cerdas sehingga dapat membantu pengguna transportasi mendapatkan informasi, mempermudah transaksi, meningkatkan kapasitas prasarana dan sarana, mengurangi kemacetan, meningkatkan keamanan dan kenyamanan serta mengurangi polusi lingkungan. “Kami berharap bisa mengolaborasikan semua potensi parekraf di MRT dengan cara membangun ekosistem digital. Dengan melibatkan start up yang sudah bekerja sama dengan kami. Sehingga nantinya MRT bisa menjadi sebuah platform dan inkubator,” ujarnya.

    Baca jugaSandiaga Uno akan Kembangkan Mandalika Jadi Destinasi Wisata Olahraga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.