Tahu Langka, Ketahui Filosofi Kuliner Tahu Menurut Masyarakat Asia Timur

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tahu (Pixabay.com)

    Ilustrasi tahu (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini tahu dan tempe sulit kita dapatkan di pasar karena harga kedelai naik. Padahal bagi orang Asia, tahu dan tempe adalah bahan makanan pokok yang harganya terjangkau dan kaya nutrisi, terutama protein nabati.

    Kuliner tahu atau bisa juga disebut tofu menjadi salah satu hidangan wajib di meja makan bagi masyarakat Asia Timur. Tahu, menurut mereka, memenuhi konsep keseimbangan Yin dan Yang. Mengutip situs The Culture Trip, tahu termasuk jenis makanan Yin.

    Makanan Yin merupakan makanan penyeimbang bagi Yang. Sifat makanan Yin lebih hijau dan memiliki rasa yang cenderung pahit atau asin. Jenis makanan Yin juga lebih lembap, adem di perut, baik bagi pencernaan, dan cenderung memiliki warna 'dingin'. Sebagai makanan Yin, tahu berbahan dasar kedelai yang tumbuh di media tanam yang mengandung banyak air.

    Laman Soy Info Center menyatakan masyarakat Asia sudah mengenal tahu sejak 1100 sebelum Masehi. Makanan ini disantap turun-temurun dan proses pengolahannya kian bervariasi, khususnya setelah tahun 1980-an.

    Ilustrasi tahu. Pixabay.com/Ally J

    Tahu menjadi sama penting seperti daging, susu dan keju bagi bangsa barat. Lantaran menjadi bahan makanan pokok, pabrik tahu tersebar di seluruh kawasan Asia. Tercatat ada 30 ribu pabrik tahu di Jepang, 200 ribu pabrik tahu di Tiongkok, 11 ribu pabrik tahu di Indonesia, 2500 pabrik tahu di Korea, 1500 pabrik tahu di Taiwan dan total 225 pabrik tahu di negara-negara barat.

    Ilmuwan di negara barat meyakini proses pembuatan tahu hampir sama dengan keju. Tahu tidak memiliki bentuk yang sama seperti bahan dasar aslinya, melainkan hasil kondensasi dari santan kedelai. Proses pembuatan jenis makanan ini dinilai tidak alami, meski sangat aman dikonsumsi.

    Tahu mengandung nutrisi yang penting bagi tubuh. Menurut situs Healthline, tahu tinggi protein dan asam amino, lemak , karbohidrat, serta sejumlah vitamin. Dalam 100 gram tahu terdapat 8 gram protein, 2 gram karbohidrat, 1 gram serat, 4 gram lemak, 31 persen mangan, 20 persen kalsium, 14 persen selenium. Ada pula kandungan fosfor, tembaga, magnesium, zat besi, dan seng. Adapun total energi dari 100 gram tahu hanya 70 kalori.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.