Terlepas Jadi Tidaknya Cuti Bersama Desember 2020, Masyarakat Akan Tetap Liburan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi liburan keluarga (pixabay.com)

    Ilustrasi liburan keluarga (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah belum menentukan cuti bersama Desember 2020. Banyak orang menantikan keputusan ada tidaknya atau berapa banyak hari libur di bulan Desember 2020 karena akan berdampak pada agenda liburan, terutama di akhir tahun.

    Terlepas dipangkas atau tidak cuti bersama Desember 2020, sebuah survei dari biro perjalanan Pegipegi menyebutkan masyarakat akan tetap liburan menjelang akhir tahun. "Mereka bakal berlibur sembari menyambut pergantian tahun," kata Busyra Oryza, Corporate Communications Manager Pegipegi dalam keterangan tertulis, Minggu 29 November 2020.

    Survei Pegipegi yang berlangsung pada 9 - 16 November ini melibatkan 1.490 pelanggan di seluruh Indonesia. Berikut lima fakta tentang perilaku liburan masyarakat di akhir tahun 2020.

    1. Tetap liburan
      Sebanyak 75 persen responden tetap merencanakan liburan di akhir 2020. Mereka ingin merayakan perpisahan dengan tahun 2020 yang kelam karena pandemi Covid-19 dan menyambut tahun baru dengan penuh harapan. Semangat untuk tetap liburan ini tercermin dari peningkatan pemesanan hotel dan tiket pesawat seperti pada masa liburan di bulan Oktober 2020 lalu.

      "Masyarakat sudah mulai percaya diri untuk kembali bepergian," kata Busyra Oryza. Keyakinan bahwa kondisi sudah relatif aman ini ditunjang oleh infrastruktur di destinasi wisata yang sudah menyediakan dan menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, wisatawan merasa lebih aman dan nyaman.

    2. Fasilitas penunjang
      Survei Pegipegi juga menunjukkan beberapa faktor yang membuat masyarakat yakin untuk kembali berwisata di masa pandemi Covid-19. Sebanyak 66 persen responden meyakini penerapan dan ketaatan terhadap protokol kesehatan menjadi kunci utama untuk mencegah infeksi Covid-19.

      Para responden juga percaya destinasi wisata dan tempat menginap yang dituju telah menerapkan protokol kesehatan. Terlebih jika tubuh dalam kondisi sehat saat berwisata, maka keyakinan akan aman dari infeksi Covid-19 akan semakin kuat. Para responden juga menyatakan liburan menjadi bagian dari penyegaran yang bermanfaat untuk kesehatan.

    3. Cara liburan
      Sebanyak 45 persen responden yang berniat liburan di akhir pekan akan memilih naik kendaran pribadi ketimbang transportasi umum. Disusul moda transportasi pesawat terbang (30 persen), staycation di hotel dalam kota (11 persen), ke luar kota dengan naik kereta (10 persen), dan ke luar kota naik bus atau travel (4 persen). Data itu menunjukkan masyarakat akan memilih destinasi wisata yang dekat dengan tempat tinggal mereka.

    4. Pemesanan tiket perjalanan
      Sebanyak 60 persen responden memilih memesan tiket perjalanan pergi pulang sekaligus. Sementara sisanya memilih untuk memesan tiket satu kali jalan. Dari data internal Pegipegi, pada libur panjang di akhor Oktober 2020, sebagian besar masyarakat memilih memesan tiket perjalanan secara mendadak atau kurang dari seminggu sebelum berangkat.

    5. Masih ada yang menunda liburan
      Dari 1.490 responden survei Pegipegi itu, sebanyak 25 persen dari mereka belum berencana bepergian pada akhir tahun nanti. Mereka belum tahu kapan akan berwisata lagi, ada juga yang memilih menunda liburan hingga pertengahan hingga akhir 2021. Mereka akan travelling setelah gelombang liburan reda dan menunggu saat yang tepat, misalkan ketika nanti sudah ada vaksin. Intinya, masih ada kekhawatiran akan keamanan dan keselamatan saat bepergian di masa pandemi Covid-19.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H