Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Sulawesi Tenggara Jadi Ikon Wisata Satwa

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuskus Beruang Sulawesi yang dilepasliarkan Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumehai, Selasa 17 November 2020. (ANTARA/HO-Balai Taman Nasional RAW)

    Kuskus Beruang Sulawesi yang dilepasliarkan Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumehai, Selasa 17 November 2020. (ANTARA/HO-Balai Taman Nasional RAW)

    TEMPO.CO, Jakarta - Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, memiliki kekayaan alam yang berbeda dengan taman nasional lainnya. Taman nasional seluas 1.050 kilometer persegi ini menjadi habitat bagi 155 jenis burung dengan 37 jenis burung endemik dan 32 jenis burung langka. Ada pula 323 spesies tanaman.

    Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, La Nyalla Mahmad Mattalitti mengatakan keunikan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai bisa menjadi destinasi wisata unggulan yang memikat wisatawan. "Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai di Konawe Selatan ini saya rasa paling unik di Indonesia," kata La Nyalla saat berkunjung ke Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat 20 November 2020.

    Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai juga memiliki ekosistem yang menarik karena gabungan antara hutan hujan pegunungan rendah, hutan bakau, hutan pantai, savana, dan hutan rawa air tawar. "Rawa Aopa Watumohai menjadi tempat perlindungan satwa langka dan endemik," ucap dia.

    Hewan langka seperti anoa, babi rusa, buaya muara, rusa, musang Sulawesi dan beberapa jenis primata seperti tangkasi dan monyet hitam, serta kura-kura hidup di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Masyarakat di sekitar juga memanfaatkan taman nasional ini sebagai tempat mencari ikan, misalkan ikan gabus, pepuyu, bawung, nila, dan sepat.

    Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong mengatakan satwa endemik di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai pernah menjadi bahan peneliti dari Amerika. Menurut dia, kawasan taman nasional ini memiliki empat ekosistem berbeda, yakni rawa, mangrove, savana, dan hutan tropis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar 10 Lembaga Nonstruktural yang Dibubarkan Peraturan Presiden

    Melalui Peraturan Presiden, 10 Lembaga Nonstruktural dibubarkan. Tugas dan fungsinya dialihkan ke kementerian terkait.