Tamu Hotel Kian Selektif, Pastikan Jaminan Protokol Kesehatan dan Kebersihan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemenparekraf bekerja sama dengan RedDoorz menyediakan akomodasi untuk para tenaga medis dan gugus tugas Covis-19. Dok. Kemenparekraf

    Kemenparekraf bekerja sama dengan RedDoorz menyediakan akomodasi untuk para tenaga medis dan gugus tugas Covis-19. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Platform pemesanan dan manajemen hotel daring, RedDoorz mencatat peningkatan jumlah tamu pada properti dalam program Hygiene Pass. Program ini bertujuan menjamin properti yang digunakan sebagai tempat menginap telah menerapkan protokol kesehatan dan kebersihan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Vice President Operations RedDoorz, Adil Mubarak mengatakan, tingkat okupansi meningkat pada properti yang memiliki sertifikasi Hygiene Pass ketimbang yang belum bersertifikat. "Kenaikan jumlah tamu sekitar tujuh sampai sepuluh persen," kata Adil pada Kamis, 22 Oktober 2020.

    Kebersihan properti kini menjadi pertimbangan utama para tamu di masa pandemi Covid-19. Protokol kesehatan yang diterapkan dengan konsisten menjadi kunci mempertahankan kepercayaan konsumen agar berani menginap di hotel. Tak hanya RedDoorz, sejumlah platform pemesanan hotel dan biro perjalanan daring juga melakukan langkah serupa.

    Platform OYO meluncurkan program kualifikasi 'Sanitized Stay', biro perjalanan daring Pegipegi dengan fitur 'Clean & Safe Stay'. Ada pula tiket.com melalui tiket Clea sebagai jaminan partner mereka telah memenuhi standard protokol kesehatan, dan Traveloka meluncurkan kampanye Traveloka Clean Partners.

    Ilustrasi Hotel (pixabay.com)

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengajak pelaku industri pariwisata bersiap menyambut era pemulihan. Pemerintah mengucurkan hibah di bidang pariwisata senilai Rp 3,3 triliun guna membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha di sektor tersebut, seperti hotel, restoran, dan para perajin.

    Adil Mubarak optimistis pemerintah bersama pengampu industri pariwisata mampu membenahi kondisi yang anjlok karena pandemi Covid-19. "Pemerintah banyak berbagai program untuk membantu pelaku usaha perhotelan dan sedang tren staycation untuk wisatawan domestik," katanya.

    Dalam masa pemulihan ini, menurut Adil, para pemangku industri pariwisata sebaiknya memanfaatkan peluang dan teknologi serta melakukan riset untuk membuat tamu merasa aman menginap di hotel. Jangan lupa, terus menyempurnakan standard kebersihan dan kesehatan, disiplin protokol kesehatan, juga melatih para staf agar siap menyambut wisatawan mancanegara.

    Adil menambahkan, data RedDoorz Indonesia menunjukkan peningkatan bisnis yang positif pada kuartal ketiga 2020. RedDoorz mencatat terjadi peningkatan sebesar 80 persen dalam pemesanan kamar dan tingkat hunian hingga 50 persen sepajang Maret sampai Oktober 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Harian Covid-19, Hampir Tiap Bulan Rekor

    Pada 29 November 2020, Kasus Harian Covid-19 sebanyak 6.267 merupakan rekor baru dalam penambahan harian kasus akibat virus corona di Indonesia.