Tip Wisata Aman, Nyaman, dan Berkah di Malioboro dari Wakil Wali Kota Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan Malioboro Yogyakarta mulai padat dengan kendaraan wisatawan berbagai daerah, Sabtu 24 Oktober 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Kawasan Malioboro Yogyakarta mulai padat dengan kendaraan wisatawan berbagai daerah, Sabtu 24 Oktober 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sektor pariwisata di Kota Yogyakarta mulai menggeliat menjelang akhir Oktober 2020. Memasuki momentul libur panjang dan cuti bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad mulai Rabu sampai Minggu, 28 Oktober - 1 November 2020 nanti, wisatawan diharapkan tetap merasa nyaman dan aman saat pelesiran di masa pandemi Covid-19.

    Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi berharap masyarakat Yogyakarta dan para wisatawan bisa saling menjaga, melindungi, dan terhindar dari infeksi Covid-19. "Jadi semua bisa nyaman berlibur dan berbelanja," ujar Heroe Poerwadi kepada Tempo, Sabtu 24 Oktober 2020.

    Heroe Poerwadi yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Kota Yogyakarta itu mengatakan, semua hotel, restoran, kafe serta destinasi wisata dan sejumlah layanan umum di Kota Yogyakarta wajib memiliki tim satuan tugas atau Satgas Covid-19. Tim ini senantiasa memonitor, menjaga, dan bertanggung jawab agar protokol kesehatan di lingkup kerjanya selalu berjalan optimal.

    Setiap hotel, restoran, kafe, dan unit-unit usaha wisata itu juga sudah memperoleh sertifikasi atau stiker yang menunjukkan bahwa Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta sudah meninjau dan mengevaluasi penerapan protokol kesehatan di sana. "Memang belum semua hotel, restoran, kafe itu di-review Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta, tetapi hampir semua layanan umum dan ekonomi sudah menerapkan protokol kesehatan," ujar Heroe. Protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, membatasi kapasitas agar dapat menerapkan jarak fisik antar-individu, dan menyediakan tempat mencuci tangan.

    Siapapun yang tidak mematuhi protokol kesehatan akan terkena sanksi, mulai dari teguran, sangki sosial berupa menyapu jalan, hingga denda senilai Rp 100 ribu. "Tentu Anda tidak ingin membuat kenangan ketika sedang berlibur di Yogyakarta malah terkena sanksi sosial menyapu jalan kan?" ujar Heroe.

    Kawasan Titik Nol Kilometer di Kota Yogyakarta mulai padat pada Sabtu, 24 Oktober 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Sebab itu, Heroe Poerwadi mengatakan, wisatawan yang ingin berkunjung ke Yogyakarta, seperti di Malioboro atau destinasi wisata lainnya, sebaiknya menyimak kiat berikut agar liburan mereka tetap aman dari Covid-19, nyaman, dan menyenangkan. Simak rinciannya:

    1. Pastikan kondisi tubuh

      Heroe Poerwadi mengingatkan agar wisatawan memastikan dalam keadaan sehat, tidak ada gejala sakit apapun, termasuk indikasi Covid-19. Tidak kontak erat dengan pasien Covid-19 atau tempat dengan kasus Covid-19 yang masih tinggi atau zona merah.

      "Kondisi tubuh sehat itu penting karena Anda akan melindungi teman atau keluarga yang akan berlibur bersama," katanya. "Jaga dan lindungi keluarga atau teman yang akan Anda kunjungi, dan tentunya melindungi siapa saja agar tidak terpapar Covid-19 di mana pun kita berinteraksi." Heroe menyarankan agar wisatawan melakukan tes Covid-19, baik rapid maupun swas, sebelum melakukan perjalanan.

    2. Pilih tempat menginap yang tepat

      Heroe Poerwadi menyarankan wisatawan memilih tempat menginap yang menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Sebab itu berarti mereka sungguh-sungguh melindungi tamunya.

      Terlebih tempat menginap yang memiliki surat verifikasi atau stiker yang menandakan sudah diperiksa oleh tim Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta. Begitu juga ketika hendak ke restoran atau kafe, pilih yang serius menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    3. Scan QR code atau barcode

      Biasanya di hotel, restoran, kafe, atau destinasi wisata meminta pengunjung untuk melakukan scan QR Code atau barcode. Ikuti saja ketentuan itu, sebab akan membantu pelacakan jika terjadi kasus Covid-19 di sana. Apabila ini terjadi, Pemerintah Kota Yogyakarta akan menindaklanjuti melalui pesan instan WhatsApp.

      Scan QR code atau barcode ini juga berlaku di beberapa hotel, restoran, kafe untuk memilih menu. Tujuannya, meminimalisir kontak antara pengunjung dengan benda-benda yang kerap disentuh oleh orang lain. "Masih bisa jika harus memesan melalui daftar menu, tapi setelahnya langsung gunakan hand sanitizer," kata Heroe.

    4. Rajin mencuci tangan dan bawa selalu hand sanitizer

      Kawasan Malioboro Yogyakarta mulai padat dengan kendaraan wisatawan berbagai daerah, Sabtu 24 Oktober 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    5. Patuhi pembatasan kapasitas pengunjung

      Setiap hotel, restoran, kafe, dan destinasi wisata memiliki ketentuan berbeda tentang jumlah pengunjung, tergantung kapasitas tempatnya. Jangan memaksa masuk jika memang sudah penuh. Patuhi pembatasan kapasitas pengunjung di tempat dituju demi keamanan dan kenyamanan Anda.

      Di Malioboro, Pemerintah Yogyakarta menetapkan lima zona dengan maksimal 500 orang pada masing-masing zona. Orang yang masuk ke setiap zona harus memindai QR code. "Hampir semua destinasi wisata di Yogyakarta mensyaratkan scan QR code atau barcode sebelum masuk," kata Heroe.

    6. 3M protokol kesehatan

      Di manapun, terutama di tempat umum, selalu memakai masker, menjaga jarak fisik atau menghindari kerumunan, dan rajin mencuci tangan.

    7. Bawa uang saku, belanjalah

      Heroe Poerwadi mengatakan orang yang berlibur dan melakukan transaksi apapun, misalkan membeli makanan, minuman, oleh-oleh, dan lainnya, berarti telah membantu mereka yang terlibat dalam proses produksi. "Apakah Anda pernah membayangkan Rp 100 ribu yang dibelanjakan telah membantu lima jiwa dalam keluarga yang menjual, lima jiwa anggota keluarga yang membuat, lima jiwa keluarga yang mengantar, dan banyak lagi yang terbantu," ucap Heroe Poerwadi. "Dari uang Rp 100 ribu yang dibelanjakan itu sangat menghidupkan ekonomi dan membantu banyak keluarga."

      "Maka siapkan uang yang cukup, belanjakanlah di manapun. Semakin banyak Anda berbelanja maka jiwa-jiwa dan keluarga yang terbantu akan semakin banyak," kata Heroe. Dengan begitu, dia melanjutkan, liburan menjadi amal ibadah, penuh barakah, dan memberi manfaat bagi banyak orang.

    8. Tak perlu repot mengantongi uang tunai

      Di Malioboro terutama Pasar Beringharjo, Heroe melanjutkan, pengunjung dapat bertransaksi non-tunai denganmenggunakan berbagai macam metode pembayaran, seperti e-money atau e-wallet. Transaksi seperti ini juga mengurangi kontak dengan orang lain.

    9. Perhatikan jalan satu arah dan tempat duduk

      Ketika berada di Malioboro, perhatikan rambu jalan satu arah. Dari Stasiun Tugu, pilih jalur pedestrian sisi kiri atau timur jalan. Kalau Anda datang dari Titik Nol Kilometer atau Pasar Beringharjo, mau menuju ke utara atau ke arah Stasiun Tugu, pilih jalur sebelah barat atau kiri juga. Pengaturan ini untuk menghindari orang yang berjalan berlawanan arah sehingga memicu kepadatan saat berpapasan.

      Di Malioboro juga sudah diatur tempat duduk dan tempat berdiri. Tujuan mencegah kerumunan. Jadi, taati saja petunjuk-petunjuk yang sudah banyak tersebar di Malioboro itu.

    10. Bawa peralatan pribadi

      Bawalah kantong belanja sendiri untuk mengurangi sampah plastik. Bawa juga peralatan ibadah sendiri, seperti sajadah dan mukena.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyebab Lemak Perut Sulit Dihilangkan setelah Usia 40 Tahun

    Untuk mengatasi sulitnya menghilangkan lemak perut untuk pria yang berumur di atas 40 tahun, perlu melakukan upaya ekstra. Apa saja?