Paket Wisata Murah Gunung Api Purba Nglanggeran Saat Cuti Bersama Maulid Nabi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengelola Gunung Api Purba Nglanggeran, Yogyakarta, membersihkan kawasan yang dipersiapkan menjadi objek wisata pertama dalam masa new normal nanti. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Pengelola Gunung Api Purba Nglanggeran, Yogyakarta, membersihkan kawasan yang dipersiapkan menjadi objek wisata pertama dalam masa new normal nanti. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pengelola objek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, turut menyiapkan paket wisata murah meriah menyambut libur dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad. Libur dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad sepanjang lima hari berlangsung pada Rabu sampai Minggu, 28 Oktober - 1 November 2020.

    Sekretaris Kelompok Sadar Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Sugeng Handoko mengatakan paket wisata yang amat terjankau itu dimulai dari harga Rp 15 ribu per orang. Wisatawan bisa menikmati atraksi edukasi sambil melihat eksotisme objek wisata yang diabadikan lewat lagu Banyu Langit oleh almarhum penyanyi campur sari Didi Kempot.

    "Kami sudah menyiapkan paket-paket wisata yang tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19," kata Sugeng Handoko di Yogyakarta, Rabu 21 Oktober 2020. Beberapa paket wisata yang tersedia antara lain, paket edukasi Budidaya Kakao dan paket Griya Cokelat 'Dodol Kakao' Olahan Produk Kakao.

    Jika mengikuti paket wisata Budidaya Kakao, wisatawan akan belajar bersama petani mengenai proses budidaya kakao yang dilakukan di Nglanggeran. Mulai dari pembibitan, memetik, sampai mengenali proses fermentasinya. Apabila peserta paket wisata ini semakin banyak, maka harganya bisa lebih murah. Untuk peserta minimal lima orang, harga paketnya Rp 50 ribu per orang. Apabila pesertanya lebih dari 30 orang, maka harga paket wisata edukasi tersebut hanya Rp 15 ribu per orang.

    Desa Wisata Nglanggeran memiliki kontur bertebing dan berbukit, bekas gunung api purba. Foto: @jogjaku

    Pada paket Griya Cokelat 'Dodol Kakao' Olahan Produk Kakao, wisatawan belajar membuat dodol kakao bersama para perempuan perajin Gunung Api Purba Nglanggeran. Untuk paket wisata ini, jumlah minimal lima orang dengan membayar Rp 60 ribu per orang. Jika pesertanya lebih dari 30 wisatawan, maka setiap orang membayar Rp 20 ribu.

    Ada pula paket Peternakan Kambing. Wisatawan belajar merawat, memerah susu, menyaksikan proses pengolahan susu kambing, dan mencicipi langsung saat menjadi susu segar dengan harga serupa paket Budidaya Kakao. Pengelola destinasi wisata Gunung Api Nglanggeran juga membuat paket wisata edukasi menarik lain, seperti Batik Topeng dan Kreasi Janur.

    Dalam paket wisata Batik Topeng, wisatawan belajar melukis topeng kayu khas gunung itu dari tahap awal sampai membatiknya. Tarifnya Rp 50 ribu per orang. Sedangkan paket Kreasi Janur, wisatawan membuat kreasi dari daun pohon kelapa dengan harga paket Rp 40 ribu per orang jika hanya diikuti lima pengunjung. Dan turun menjadi Rp 20 ribu apabila pesertanya sebanyak 31 sampai 50 orang.

    Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, DIY. (Tempo/Pribadi Wicaksono)

    Sugeng Handoko mengatakan paket wisata Budidaya Kakao dan Griya Cokelat menyasar kelompok kecil atau keluarga. "Karena wisata keluarga mendominasi di masa pandemi ini," ucapnya. Selain menyuguhkan keseruan bagi wisatawan yang mengikuti beragam paket wisata tadi, Sugeng menambahkan, pengelola juga memikirkan penerapan protokol kesehatan yang ketat, terutama saat pengunjung membludak.

    Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan untuk persiapan menghadapi libur dan cuti bersama pada akhir Oktober 2020, pemerintah kabupaten telah meminta bantuan personel kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Puskesmas, SAR, dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk menjaga kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. "Sekitar seratus personel akan memonitor situasi selama libur dan cuti bersama nanti," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyebab Lemak Perut Sulit Dihilangkan setelah Usia 40 Tahun

    Untuk mengatasi sulitnya menghilangkan lemak perut untuk pria yang berumur di atas 40 tahun, perlu melakukan upaya ekstra. Apa saja?