Libur Cuti Bersama Maulid Nabi, Menteri Wishnutama: Disiplin Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat jumpa media di Oeang Coffee Roastery, Jakarta Selatan, 5 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat jumpa media di Oeang Coffee Roastery, Jakarta Selatan, 5 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Libur dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad akan berlangsung pada Rabu sampai Minggu, 28 Oktober - 1 November 2020. Masyarakat biasanya memanfaatkan libur lima hari yang cukup panjang ini untuk berwisata ke sejumlah tempat.

    Menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengingatkan yang hendak berwisata saat libur nasional dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad tetap menerapkan protokol kesehatan. "Disiplin protokol kesehatan supaya tidak terjadi kenaikan kasus Covid-19," kata Wishnutama dalam keterangan tertulis, Selasa 20 Oktober 2020.

    Wishnutama berharap semua pemangku kepentingan di industri wisata dan masyarakat menyadari dan peduli akan pentingnya memakai masker, menjaga jarak fisik, dan rajin mencuci tangan. "Saatnya peduli terhadap diri sendiri, keluarga, sahabat, teman-teman, dan sektor pariwisata," katanya. "Dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saya yakin sektor pariwisata akan segera bangkit."

    Angkutan wisata tradisional, delman di kawasan wisata Malioboro. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan agar semua pihak mengantisipasi potensi penularan Covid-19 di masa libur panjang. Peringatan dari Presiden Jokowi itu bercermin dari libur panjang pada Agustus 2020 yang mengakibatkan lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah.

    "Kita memiliki pengalaman libur panjang kemarin. Setelah itu terjadi kenaikan kasus Covid-19 yang agak tinggi," kata Presiden Joko Widodo. "Jangan sampai terulang lagi. Penting agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama ini tidak sampai berdampak pada kenaikan kasus Covid-19."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.