Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Wisata Sejarah yang Dekat dengan Bandara Sentani Papua, Cuma 15 Menit

Reporter

Editor

Rini Kustiani

image-gnews
Pohon kayu putih di Situs Megalitik Tutari, Papua. Dok. Balai Arkeologi Papua
Pohon kayu putih di Situs Megalitik Tutari, Papua. Dok. Balai Arkeologi Papua
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketika berkunjung ke Papua dan tiba di Bandara Sentani, ada sebuah destinasi wisata yang letaknya dekat dengan bandara itu. Destinasi wisata sejarah ini akan menunjukkan bagaimana masyarakat hidup di zaman megalitik.

Namanya Situs Megalitik Tutari. Situs ini terletak di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Untuk menjangkaunya, hanya perlu waktu 15 menit perjalanan darat ke arah barat Bandara Sentani. Situs Megalitik Tutari berada di kawasan Bukit Tutari. Di sana terdapat bongkahan-bongkahan batu bergambar.

Kawasan Situs Tutari banyak tumbuh pohon kayu putih. Sejak pandemi Covid-19, sebagian masyarakat mengolah pohon kayu putih karena dianggap mampu menjaga daya tanah tubuh. Pohon kayu putih di Situs Megalitik Tutari ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk mengambilnya.

"Perlu diketahui, di wilayah Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, Bukit Tutari adalah satu-satunya tempat yang ditumbuhi oleh pohon kayu putih," kata peneliti Badan Arkeologi Papua, Hari Suroto dalam keterangan tertulis, Rabu 21 Oktober 2020.

Pemandangan di Situs Megalitik Tutari, Papua. Dok. Balai Arkeologi Papua

Seorang penjaga Situs Megalitik Tutuari, Hans Pangkatana mengatakan sebagian besar pengunjung datang pada sore hari. "Pengunjung didominasi anak muda usia sekolah," katanya. Mereka kerap berfoto karena Situs Megalitik Tutuari terletak di dataran tinggi dan gambar akan lebih menarik dengan suasana matahari tenggelam.

Ketika turun dari bukit, para pengunjung memetik ranting dan dedaunan pohon kayu putih. "Mereka memetik bagian ujung pohon yang mudah dijangkau. Saya hanya memperingatkan jangan mengambil banyak-banyak," kata Hans Pangkatana yang hanya berjaga sendirian di sana. "Kami kekurangan daya manusia untuk menjaga situs ini."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Situs Megalitik Tutari berada di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua. Tenaga teknis penjaga situs yang masih aktif hanya satu orang dan bekerja dari pagi sampai petang. "Kalau tiba-tiba ada panggilan dari kantor dinas untuk kegiatan lain, saya tinggalkan situs dan pergi ke kota," kata Hans Pangkatana.

Batu di Situs Megalitik Tutari, Papua. Dok. Balai Arkeologi Papua

Hari Suroto menambahkan, pepohonan kayu putih mulai tumbuh di Situs Megalitik Tutari pada tahun 1994. Saat itu, Dinas Kebudayaan Provinsi Irian Jaya menanam pohon kayu putih untuk penghijauan. Sebab, suasana di sana begitu gersang dan panas. Dengan adanya pohon kayu putih, Bukit Tutuari tampak asri dan sejuk.

"Kelestarian Situs Megalitik Tutari harus dijaga, baik batu bergambar maupun pohon kayu putih," kata Hari Suroto. Jika pengunjung kerap mengambil daun kayu putih, walaupun sedikit, tetap saja akan merusak pohon. "Dan pohon yang tidak ada daunnya tak sedap dipandang mata dan tidak teduh," katanya.

Selain menjadikan kawasan Bukit Tutuari menjadi lebih asri, pohon-pohon kayu putih juga mencegah longsor di bukit tersebut. Sayangnya, masih ada pengunjung yang tidak menjaga kebersihan karena membuang bekas botol minumannya sembarangan dan mencoret-coret di batu situs.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Polres Jayapura Tangkap Ceria yang Jual Sabu di Diaper MamyPoko

1 jam lalu

Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) menunjukkan alat bukti narkoba berupa sabu, narkotika, dan jenis obatan-obatan terlarang di gedung Mabes Polri, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2024. TEMPO/Ihsan Reliubun
Polres Jayapura Tangkap Ceria yang Jual Sabu di Diaper MamyPoko

Polisi menangkap perempuan berinisial SJ alias Ceria, 43 tahun, karena menjual narkotika jenis sabu.


Boyamin Saiman Sambangi KPK Minta Bantuan Mutasi PNS ke Nurul Ghufron

16 jam lalu

Koordinator Perkumpulan Masyarakat Antikorupsi Indonesia alias MAKI, Boyamin Saiman, menghadiri sidang praperadilan atas belum ditahannya bekas Ketua KPK, Firli Bahuri, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Rabu, 13 Maret 2024. Dalam gugatannya, MAKI mendesak Polda Metro Jaya, Kapolri, dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta segera menahan Firli. Alasannya, Firli telah ditetapkan tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya atas dugaan pemerasan terhadap bekas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, sejak 22 November 2023.  Tempo/ Adil Al Hasan
Boyamin Saiman Sambangi KPK Minta Bantuan Mutasi PNS ke Nurul Ghufron

Boyamin Saiman menyambangi KPK hari ini untuk menyampaikan surat permohonan bantuan kepada Nurul Ghufron. Satire minta dibantu mutasi PNS.


Jusuf Kalla Sebut Akar Konflik di Papua karena Salah Paham

1 hari lalu

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla berjalan saat menghadiri acara gerakan masjid bersih 2024 di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2024. Kegiatan tersebut merupakan upaya berkelanjutan untuk mendorong terciptanya masjid yang bersih dan nyaman bagi umat Islam di seluruh Indonesia, khususnya dalam menyambut bulan Ramadan. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Jusuf Kalla Sebut Akar Konflik di Papua karena Salah Paham

Menurut Jusuf Kalla, pandangan masyarakat Papua seakan-akan Indonesia merampok Papua, mengambil kekayaan alamnya.


Lebih dari Setahun Pilot Susi Air Disandera TPNPB-OPM, Aparat Sebut Ada Kendala di Lapangan

4 hari lalu

Kondisi terkini pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang disandera Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Foto: TPNPB-OPM
Lebih dari Setahun Pilot Susi Air Disandera TPNPB-OPM, Aparat Sebut Ada Kendala di Lapangan

Pemerintah masih terus mengupayakan pembebasan Pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens. Belum ada perkembangan signifikan.


TNI Pastikan Tak Ada Perubahan Pendekatan di Papua usai Rakor dengan Menko Polhukam

6 hari lalu

Kapuspen TNI Mayjend Nugraha Gumilar (kedua dari kiri), Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayjend Izak Pangemanan (ketiga dari kiri), Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi (paling kanan) dalam konferensi pers video viral penganiayaan warga Papua oleh anggota TNI di Subden Mabes TNI, Jakarta Pusat, pada Senin, 25 Maret 2024. Tempo/Yohanes Maharso
TNI Pastikan Tak Ada Perubahan Pendekatan di Papua usai Rakor dengan Menko Polhukam

Kemenko Polhukam sebelumnya menggelar rapat koordinasi untuk membahas situasi terkini di Papua yang juga dihadiri oleh Panglima TNI.


Kemenko Polhukam Bakal Kaji Istilah Kelompok Bersenjata di Papua

6 hari lalu

TPNPB-OPM klaim serang pasukan TNI-Polri di Titigi, Papua. Dokumentasi TPNPB OPM.
Kemenko Polhukam Bakal Kaji Istilah Kelompok Bersenjata di Papua

Kemenko Polhukam belum bisa memastikan apakah penyebutan OPM seperti yang dilakukan TNI akan dijadikan keputusan negara.


Menko Polhukam Rapat Koordinasi dengan Panglima TNI hingga Kapolri soal Situasi Papua, Ini yang Dibahas

6 hari lalu

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto di gedung Kemenkopolhukam RI, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Maret 2024. ANTARA/Walda Marison
Menko Polhukam Rapat Koordinasi dengan Panglima TNI hingga Kapolri soal Situasi Papua, Ini yang Dibahas

Pertemuan itu dilakukan untuk membahas berbagai situasi terakhir di Papua.


Koops Habema Tembak 2 Anggota TPNPB yang Serang Pos TNI di Nduga Papua

6 hari lalu

Ilustrasi penembakan. Haykakan.top
Koops Habema Tembak 2 Anggota TPNPB yang Serang Pos TNI di Nduga Papua

Koops Habema TNI menembak dua anggota TPNPB di Papua Pegunungan


Polda Papua Belum Tangkap Pembunuh Bripda Oktovianus Buara, TPNPB Klaim Bertanggung Jawab

6 hari lalu

Jenazah Bripda Oktovianus Buara yang ditemukan meninggal akibat dianiaya di Dekai tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa 16 April 2024. (ANTARA/HO/Dok KP3 Bandara Sentani)
Polda Papua Belum Tangkap Pembunuh Bripda Oktovianus Buara, TPNPB Klaim Bertanggung Jawab

Polda Papua belum mampu menangkap pelaku pembunuhan terhadap Brigadir Dua Oktovianus Buara.


Bertemu Panglima TNI, Ketua Komnas HAM Sebut Tak Khusus Bahas Soal Papua

7 hari lalu

Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait persoalan HAM selama Pemilu 2024 di Jakarta, Rabu, 21 Februari 2024. Sejumlah pelanggaran HAM yang ditemukan di antaranya, hak pilih kelompok marginal dan rentan, netralitas aparatur negara, hak kesehatan, dan hak hidup petugas pemilu. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Bertemu Panglima TNI, Ketua Komnas HAM Sebut Tak Khusus Bahas Soal Papua

Pertemuan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Komnas HAM tidak secara khusus membahas konflik di Papua dan upaya penyelesaiannya.