Sejarah Geologis Pulau Siberut: Sejak Awal Terpisah dari 3 Pulau Besar Indonesia

Rabu, 7 Oktober 2020 09:28 WIB

Siberut National Park. TEMPO | Febrianti

TEMPO.CO, Padang - Pulau Siberut merupakan pulau terbesar di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, selain Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Para ahli menyebut Kepulauan Mentawai sebagai Galapagos Asia karena mirip dengan Kepulauan Galapagos di Samudra Pasifik yang memiliki kekayaan keragaman hayati.

Pulau Siberut bersama rangkaian pulau-pulau lainnya di Kepulauan Mentawai mempunyai sejarah geologis yang unik. Laporan penelitian World Wildlife Fund atau WWF berjudul 'Saving Siberut: A Conservation Master Plan' pada 1980 menyebutkan, selama zaman Pleistocene atau Zaman Es, kira-kira satu juta hingga 10 ribu tahun silam, permukaan laut di kawasan Asia Tenggara lebih rendah 200 meter dari sekarang.

Daratan menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan Benua Asia. Saat itu terjadi perpindahan bebas berbagai jenis satwa. Tak heran terdapat persamaan fauna di tiga pulau besar tersebut. Hanya pulau-pulau di Kepulauan Mentawai yang terpisah dari daratan Pulau Sumatera saat pulau lain masih menyatu pada masa Pleistocene Tengah.

Seorang sikerei ahli pengobatan Mentawai di Simatalu. TEMPO | Febrianti

Ahli biodiversiti yang juga mantan Deputi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI Bidang Ilmu Hayati, Endang Sukara mengatakan Kepuluan Mentawai sangat unik karena terpisah dengan Sumatera daratan hampir satu juta tahun lalu. "Dari Simelue sampai Enggano, semua pulau itu telah rusak ekosistemnya, tinggal Siberut masih bagus karena keunikan flora dan fauna serta tradisi dan kearifan masyarakatnya," kata Endang.

United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization atau UNESCO melalui program Man and Biosfer menetapkan Pulau Siberut sebagai Cagar Biosfer pada 1981. Status Cagar Biosfer ini disematkan karena ekosistem Pulau Siberut mempunya flora dan fauna langka serta primata endemik terbesar di dunia karena terisolasi jutaan tahun dari daratan pulau Sumatera.

Kepulauan Mentawai yang diperkirakan masih asri sejak 500 ribu tahun silam menyebabkan flora-faunanya terpelihara dari perubahan evolusi dinamis, seperti yang terjadi pada lempengan daratan Sunda lainnya, seperti di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Keterpisahan tersebut menyebabkan Kepulauan Mentawai memiliki keunikan flora dan fauna yang berbeda dari pulau lain di Indonesia.

Primata endemik bilou atau Hylobates closii di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. TEMPO | Febrianti

Sekitar 65 persen dari 31 spesies hewan dan 15 persen dari 896 spesies tumbuhan di Pulau Siberut adalah endemik. Yang teristimewa adalah empat primata endemik, yaitu bokkoi (Macaca siberu), joja atau lutung mentawai (Presbytis potenziani siberu), bilou (Hylobates closii), dan simakobu (Nasalis concolor siberu).

Ahli primata dari Jurusan Biologi Universitas Andalas, Padang, Rizaldi mengatakan bilou sangat tergantung pada tegakan pohon yang paling tinggi, karena tidak pernah turun ke lantai hutan seperti tiga primata lainnya. Bilou hanya memakan buah, terutama buah ara. Sedangkan simakobu juga tinggal di pohon yang tinggi, memakan buah dan daun. Tidak seperti joja dan bokoi yang pilihan makanannya lebih banyak dan bisa turun ke lantai hutan.

"Kepulauan Mentawai adalah daerah terkecil dan terendemik di dunia, karena untuk ukuran pulau-pulau yang kecil memiliki empat primata endemik," kata Rizaldi. "Kalau primata itu habis, ya punah. Tidak bisa kita temukan lagi di belahan dunia lain."

FEBRIANTI

*Liputan ini atas dukungan Rainforest Journalism Fund yang bekerja sama dengan Pulitzer Center.






Afrika Laporkan 1.597 Kasus Cacar Monyet dengan 66 Kematian

9 hari lalu

Afrika Laporkan 1.597 Kasus Cacar Monyet dengan 66 Kematian

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika mendesak vaksinasi untuk menangani wabah cacar monyet di seluruh dunia harus dimulai di Afrika


WHO: Penyebaran Cacar Monyet Secara Tiba-Tiba Jadi Alarm Bagi Dunia

22 hari lalu

WHO: Penyebaran Cacar Monyet Secara Tiba-Tiba Jadi Alarm Bagi Dunia

WHO menduga ada penularan cacar monyet yang tidak terdeteksi di negara bukan endemik untuk beberapa waktu


WHO Sebut Lebih Banyak Kasus Cacar Monyet Akan Teridentifikasi

33 hari lalu

WHO Sebut Lebih Banyak Kasus Cacar Monyet Akan Teridentifikasi

Data WHO pada Sabtu menunjukkan bahwa 92 kasus terkonfirmasi dan 28 kasus suspek cacar monyet telah dilaporkan dari 12 negara.


Citilink Tambah Tiga Rute Penerbangan dari Medan, Berikut Jadwalnya

35 hari lalu

Citilink Tambah Tiga Rute Penerbangan dari Medan, Berikut Jadwalnya

Maskapai penerbangan Citilink menambah tiga rute dari Medan yaitu Medan-Banda Aceh, Medan-Gunungsitoli dan Medan-Sibolga.


Arus Balik, Menhub: 63 Persen Pemudik dari Sumatera Belum Kembali ke Jawa

49 hari lalu

Arus Balik, Menhub: 63 Persen Pemudik dari Sumatera Belum Kembali ke Jawa

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan 63 persen pemudik dari Sumatera belum kembali ke Jawa hingga Sabtu. Puncak arus balik diperkirakan 2 hari ini.


Ini Progres Jalan Lintas Tengah Sumatera Penghubung Lampung - Bengkulu

50 hari lalu

Ini Progres Jalan Lintas Tengah Sumatera Penghubung Lampung - Bengkulu

Kementerian PUPR melakukan pembangunan dan pemeliharaan jalan arteri nasional di Lintas Timur, Barat dan Lintas Tengah Sumatera.


Mudik Lebaran ala Veri Sanovri, Serpong - Palembang PP dengan Gowes Gembira

50 hari lalu

Mudik Lebaran ala Veri Sanovri, Serpong - Palembang PP dengan Gowes Gembira

Veri Sanovri mudik lebaran dari Serpong ke Palembang dengan bersepeda.


Penumpang Arus Balik dari Sumatera ke Jawa Meningkat 63,4 Persen

51 hari lalu

Penumpang Arus Balik dari Sumatera ke Jawa Meningkat 63,4 Persen

Penumpang arus balik Lebaran 2022 dari wilayah Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Merak mencapai 68.917 penumpang atau meningkat 63,4 persen.


Pertamina Patra Niaga Siapkan Layanan Penyaluran BBM Tambahan di Sumbagsel

53 hari lalu

Pertamina Patra Niaga Siapkan Layanan Penyaluran BBM Tambahan di Sumbagsel

Pertamina Patra Niaga menyiapkan layanan tambahan untuk penyaluran BBM di Sumatera Bagian Selatan.


Mudik di Sumatera, Catat Lokasi Rest Area Sepanjang Tol Lampung-Palembang

58 hari lalu

Mudik di Sumatera, Catat Lokasi Rest Area Sepanjang Tol Lampung-Palembang

Pengelola jalan tol trans sumatera sudah menyiapkan rest area dengan berbagai fasilitas seperti toilet, masjid, SPBU, stan UMKM untuk membeli makanan dan oleh-oleh.