Pandemi Covid-19, Pedagang di Candi Borobudur Kena Ganjil Genap

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan asing pemerhati seni budaya melakukan olah gerak tubuh saat Ruwat Rawat Borobudur di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Ahad, 9 Februari 2020. Tradisi ini merupakan bentuk penghargaan dan pelestarian terhadap situs warisan budaya dunia melalui seni budaya tradisional. ANTARA/Anis Efizudin

    Sejumlah wisatawan asing pemerhati seni budaya melakukan olah gerak tubuh saat Ruwat Rawat Borobudur di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Ahad, 9 Februari 2020. Tradisi ini merupakan bentuk penghargaan dan pelestarian terhadap situs warisan budaya dunia melalui seni budaya tradisional. ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukan hanya pengemudi kendaraan yang melintas di sejumlah ruas jalan di Jakarta yang harus mematuhi aturan ganjil genap. Para pedagang di destinasi wisata Candi Borobudur juga harus menerapkan aturan ganjil genap.

    Aturan ganjil genap di kendaraan di Jakarta dengan ganjil genap pedagang di Candi Borobudur sama-sama untuk mengurangi kepadatan. Para pedagang di Borobudur juga sepakat menerapkan itu untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Seorang pedagang di Sentra Kerajinan Makanan Borobudur atau SKMB Taman Wisata Candi Borobudur, Sri Winayah mengatakan para pedagang harus mematuhi aturan berjualan secara bergiliran. "Kios genap berjualan di tanggap genap, kios ganjil buka di tanggal ganjil," kata perempuan 50 tahun itu menjelaskan ihwal aturan ganjil genap.

    Lantaran berdagang dua hari sekali, Sri Winayah mengatakan pendapatannya turun drastis. Ditambah lagi kiosnya tutup sekitar empat bulan sejak pandemi Covid-19 merebak pada pertengahan Maret 2020. "Tidak berjualan ya di rumah saja. Tidak ada pemasukan," katanya. "Mudah-mudahan corona segera berlalu dan kondisi ekonomi pulih kembali."

    Prajurit TNI berpatroli mengamankan kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 7 September 2017. ANTARA/Anis Efizudin

    Selain pedagang di Sentra Kerajinan Makanan Borobudur atau SKMB Taman Wisata Candi Borobudur, para pengusaha wisata di sekitar Candi Borobudur kembali beroperasi sejak pembukaan kembali Taman Wisata Candi Borobudur beberapa waktu lalu.

    Pemilik Pawon Luwak Coffee, Prana Aji, mengatakan setelah tutup selama lima bulan karena pandemi Covid-19, dia mulai membuka lagi usahanya pada pekan lalu. "Waktu itu kami tutup mulai awal Maret karena sejak Februari 2020 kunjungan sudah mulai terasa sepi," katanya pemilik kedai kopi di sekitar Candi Pawon di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur.

    Prana Aji memberanikan diri membuka lagi kedai kopinya setelah memperhatikan taman parkir Candi Borobudur yang mulai ramai dengan kendaraan pengunjung. Kendati saat ini jumlah kunjungan belum sebanyak dulu, setidaknya dia punya pemasukan.

    "Hari Minggu kemarin kami kedatangan beberapa artis dan anggota DPR," kata dia. "Saya senang kalau wisatawan dari luar kota mulai berdatangan, artinya suasana mulai kondusif."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.