Pariwisata Bali Buka Lagi, Menteri Wishnutama Ingatkan CHSE

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menparekraf Wishnutama meminta Pemda aktif menyelamatkan industri pariwisata di daerahnya yang terpuruk akibat wabah virus corona. Dok. Kemenparekraf

    Menparekraf Wishnutama meminta Pemda aktif menyelamatkan industri pariwisata di daerahnya yang terpuruk akibat wabah virus corona. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Bali dan pengelola destinasi wisata di Pulau Dewata memperhatikan prinsip CHSE atau Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability saat melayani wisatawan. Penerapan prinsip itu menjadi kunci kepercayaan wisatawan bahwa pariwisata di Indonesia sudah bagus dan memperhatikan protokol pencegahan penyebaran virus corona.

    Menteri Wishnutama menyampaikan pesan itu bersamaan dengan dibukanya pariwisata Bali untuk wisatawan domestik mulai Jumat, 31 Juli 2020. "Saya sangat berbahagia karena pariwisata Bali siap menyambut wisatawan nusantara kembali," ujar Wishnutama. "Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memberikan pendampingan mulai dari persiapan hingga pembukaan kembali destinasi wisata di Bali."

    Di kawasan wisata Nusa Dua Bali, Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan sertifikat Sertifikasi Tatanan Kehidupan Era Baru untuk Kawasan The Nusa Dua kepada Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

    "Mulai hari ini, kami menyatakan The Nusa Dua Bali resmi menerima kunjungan wisatawan dengan protokol kesehatan tersertifikasi dan dukungan penerapan oleh semua pihak secara disiplin," kata Abdulbar M. Mansoer dalam keterangan resmi di Denpasar, Jumat 31 Juli 2020. "Kami optimistis dapat mewujudkan The Nusa Dua sebagai destinasi wisata yang clean, health, aman serta nyaman bagi wisatawan yang berkunjung di masa adaptasi kebiasaan baru."

    Abdulbar menambahkan kualitas standar pelaksanaan protokol kesehatan yang di The Nusa Dua telah lulus uji verifikasi dan tersertifikasi dari Pemerintah Provinsi Bali. Wisatawan yang berkunjung wajib memakai masker selama beraktivitas dalam kawasan, rajin mencuci tangan, dan menerapkan physical distancing.

    Adapun penerapan protokol kesehatan di kawasan The Nusa Dua, dimulai dari pemeriksaan di pintu gerbang utama kawasan. Petugas akan memeriksa kondisi kendaraan dan mengecek suhu tubuh pengunjung, memeriksa identitas diri dan reservasi tempat yang dituju.

    ITDC memastikan kebersihan lingkungan di The Nusa Dua dan melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin setiap dua kali sehari. Pengelola kawasan The Nusa Dua itu juga telah menambah fasilitas penunjang pelaksanaan protokol kesehatan, berupa tempat cuci tangan di lima titik, signage physical distancing sebanyak 14 titik, dan toilet.

    Untuk memastikan pelaksanaan physical distancing, petugas di The Nusa Dua membatasi jumlah pengunjung di suatu lokasi, misalkan saat mengantre, maksimal 25 orang. Pengelola juga menggunakan sistem transaksi non-tunai atau cashless di seluruh area The Nusa Dua untuk mengurangi interaksi melalui sentuhan.

    Di The Nusa Dua, wisatawan dapat beraktivitas tanpa keluar kawasan. Wisatawan dapat menikmati keindahan pantai yang sepanjang empat kilometer lalu menikmati suguhan budaya Tari Kecak di Pulau Peninsula.

    Bagi pecinta olahraga, dapat melakukan yoga di Pulau Nusa Dharma, bermain golf di lapangan golf 18 holes berkelas internasional, bersepeda, surfing, dan berlari. Wisatawan juga dapat melakukan green activity berupa penanaman karang, mengunjungi penangkaran penyu serta melakukan pelepasan tukik penyu ke laut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa Efek Buruk Asupan Gula Berlebih Selain Jadi Penyebab Diabetes dan Stroke

    Sudah banyak informasi ihwal efek buruk asupan gula berlebih. Kini ada satu penyakit lagi yang bisa ditimbulkan oleh konsumsi gula berlebihan.