Kenali Pulau Pramuka, Agar Tak Kecele Berwisata Kepulauan Seribu

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal ojek bermuatan wisatawan berlabuh usai bertolak dari Muara Angke menuju Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, Jakarta (29/08). Ribuan wisatawan lokal berwisata Kepulauan Seribu pada H-1 menjelang Lebaran. TEMPO/Dasril Roszandi

    Kapal ojek bermuatan wisatawan berlabuh usai bertolak dari Muara Angke menuju Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, Jakarta (29/08). Ribuan wisatawan lokal berwisata Kepulauan Seribu pada H-1 menjelang Lebaran. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Pulau Pramuka, Mahariah bercerita ketika ada pelancong yang ingin mengunjungi Kepulauan Seribu. Mereka tak paham, Kepulauan Seribu adalah gugusan pulau.

    "Kepulauan Seribu itu nama kawasan, bukan pulau. Kalau ada orang mau ke Pulau Seribu bisa kesasar ke mana-mana," kata Mahariah sambil berkelakar saat bercerita dalam tur virtual yang diadakan perusahaan teknologi pariwisata, Atourin, Sabtu, 27 Juni 2020.

    Tur virtual Atourin itu bermitra dengan Wisata Kreatif Jakarta dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DKI Jakarta, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta yang ke-493. Rangkaian tur virtual selama sepekan bertema Keliling Jakarta itu, juga mengunjungi destinasi Kepulauan Seribu. 

    Baca: 4 Pulau Andalan untuk Wisata di Kepulauan Seribu

    Tak cuma kecele nama Kepulauan Seribu, Mahariah juga bercerita tentang dermaga. Menurut dia, beberapa pelancong pun kadang kecele ketika mengabarkan sedang berada di dermaga Pulau Pramuka, "Ada dermaga kabupaten untuk kapal sandar kedinasan kalau ada kunjungan," ujarnya.

    Kemudian, ada pula dermaga perhubungan. "Untuk kapal besar tol laut," ucapnya. Ada pula dermaga utama yang menurut dia adalah pangkalan sandar yang paling tua di Pulau Pramuka, "Ada juga dermaga perikanan nelayan untuk menambat labuh," katanya.

    Ia menambahkan, ada dermaga baru yang dibuat dekat jalur hutan bakau. "Kalau menentukan di mana bersandar mesti jelas. Lima (dermaga) itu dengan beragam fungsi." tuturnya

    Mahariah menjelaskan, Kepulauan Seribu adalah satu-satunya kabupaten administrasi di Indonesia. "Kalau lihat nomenklatur negara pasti ketemu kabupaten administrasi cuma di Kepulauan Seribu, tidak ada yang lain," kata Mahariah yang pernah menerima penghargaan Kalpataru pada 2017 itu.

    Bila berkunjung ke Pulau Pramuka, pelancong akan menemukan sebuah gerbang selamat datang yang bertuliskan Pusat Pemerintahan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

    Dulu Kepulauan Seribu adalah salah satu wilayah kecamatan di Jakarta Utara. Sejak tahun 1999, Kepulauan Seribu menjadi Kabupaten Administrasi. Hal itu berdasarkan Undang-undang Nomor 34 Tahun 1999. Pusat pemerintahan berada di Pulau Pramuka.

    Mahariah menjelaskan, Pulau Pramuka bukan yang paling besar di antara gugusan Kepulauan Seribu. "Luas Pulau Pramuka 16 hektare. Pulau Tidung itu yang lebih luas 54 hektare," katanya.

    Pulau Pramuka yang sekarang telah menjadi permukiman warga Kepulauan Seribu, yang dulunya tak berpenghuni. "Namanya dulu Pulau Elang," tuturnya.

    Wisatawan berwisata di Pantai Pasir Perawan, Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, 19 November 2017. Kepulauan Seribu memiliki sejumlah pulau yang menjadi tujuan wisata bahari di antaranya adalah Pulau Pramuka, Pulau Air, Pulau Semak Daun, Pulau Pari dan Pulau Untung Jawa. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

    Mahariah menceritakan, warga yang menghuni Pulau Pramuka adalah pindahan dari Pulau Panggang. Sebab terlalu padat, Pulau Panggang yang luasnya 12 hektare itu dihuni penduduk sekitar 5.000 orang. Pulau Pramuka pun disiapkan menjadi kawasan permukiman.

    "Makanya berbeda dengan pulau yang lain. Pulau Pramuka disiapkan jalannya dulu, sehingga lebih rapi," katanya. Mahariah menambahkan, waktu satu jam dianggap cukup bila mengelilingi Pulau Pramuka menggunakan sepeda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.