Lagi, Lion Air, Batik Air, Wings Air Sementara Berhenti Terbang

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa kelengkapan dokumen calon penumpang pesawat. Foto: Lion Air Grup

    Petugas memeriksa kelengkapan dokumen calon penumpang pesawat. Foto: Lion Air Grup

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Lion Air, Batik Air, dan Wings Air kembali berhenti beroperasi untuk sementara mulai Jumat, 5 Juni 2020.

    Sebelumnya, maskapai yang bernaung di bawah Lion Air Group itu pernah berhenti beroperasi sementara waktu pada 27 - 31 Mei 2020. Kemudian kembali melayani penumpang pada Senin, 1 Juni 2020 sampai Kamis, 4 Juni 2020.

    "Kami akan melakukan penghentian sementara operasional penerbangan penumpang berjadwal domestik dan internasional yang dijadwalkan mulai 5 Juni 2020 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group dalam keterangan tertulis, Selasa 2 Juni 2020.

    Calon penumpang pesawat mengantre di Bandara Soekarno-Hatta dengan menerapkan physical distancing. Foto: Lion Air Grup

    Sebab penghentian opersional sementara ini masih sama dengan sebelumnya. Yakni, banyak calon penumpang yang tidak dapat melaksanakan perjalanan udara karena kurang memenuhi kelengkapan dokumen sebagaimana disyaratkan selama masa kewaspadaan pandemi Covid-19. "Ini keputusan Lion Air Group setelah mengevaluasi pelaksanaan penerbangan sebelumnya," kata Danang.

    Bagi calon penumpang yang sudah membeli tiket untuk penerbangan hari Jumat, 5 Juni 2020 dan seterusnya, dapat melakukan pembatalan tiket dan mendapatkan pengembalian dana tanpa potongan. Mereka juga bisa mengubah jadwal keberangkatan tanpa tambahan biaya melalui kantor pusat dan kantor cabang penjualan tiket Lion Air Group, layanan kontak pelanggan, atau surat elektronik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    18 Lembaga akan Dibubarkan Jokowi, Moeldoko Singgung 3

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebut akan ada 18 lembaga yang akan dibubarkan. Di kesempatan lain, Moeldoko singgung 3 lembaga.