Strategi Taman Satwa Solo Dapat Pemasukan Saat Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua ekor rusa tutul bergabung dengan kawanan usai tiba di Taman Satwa Taru Jurug, Surakarta, Jawa Tengah, 29 Maret 2016. Rusa tutul ini langsung didatangkan dari Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta. TEMPOBram Selo Agung

    Dua ekor rusa tutul bergabung dengan kawanan usai tiba di Taman Satwa Taru Jurug, Surakarta, Jawa Tengah, 29 Maret 2016. Rusa tutul ini langsung didatangkan dari Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta. TEMPOBram Selo Agung

    TEMPO.CO, Solo - Pengelola Taman Satwa Taru Jurug atau TSTJ Solo, Jawa Tengah, menerapkan strategi baru agar tetap mendapatkan pemasukan selama wabah corona. Kendati saat ini belum beroperasi seperti biasa, pengelola kebun binatang itu tetap menjual tiket untuk kunjungan di masa mendatang.

    Direktur Utama Taman Satwa Taru Jurug, Solo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengatakan upaya itu dilakukan untuk memastikan segala kebutuhan operasinal tetap terpenuhi selama pandemi Covid-19. "Kami jual dulu tiketnya, nanti kalau Taman Satwa Taru Jurug sudah buka lagi, tiket tersebut bisa digunakan untuk masuk," kata Bimo Wahyu di Solo, Minggu 17 Mei 2020.

    Penjualan tiket untuk kedatangan hingga tahun 2021 itu sudah dilakukan sejak Rabu, 13 Mei 2020. Bimo Wahyu mengatakan ada 40.200 tiket yang tersedia. Dan hingga Sabtu sore, 16 Mei 2020, sudah terjual sebanyak 20 ribu lembar tiket.

    "Masyarakat yang belum bisa membeli tiket secara langsung bisa mentransfer uang pembelian tiket. Nanti saat berkunjung, mereka tinggal menunjukkan bukti transfer kepada petugas," kata Bimo Wahyu. Bagi mereka yang membeli minimal 10 tiket akan mendapatkan sebuah kaos bertuliskan 'Do Manuto'.

    Seekor macan tutul betina asal hutan Gunung Lawu yang diamankan oleh petugas BKSDA saat tiba di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Sabtu, 22 Desember 2018. ANTARA

    'Do Manuto' adalah slogan didengungkan oleh Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran virus corona.

    Taman Satwa Taru Jurug ditutup sejak 16 Maret 2020 karena wabah corona. Tiada pemasukan dari penjualan tiket. Padahal, jika dirata-rata untuk penjualan tiket setiap bulannya sekitar 50 ribu lembar. Meski begitu, biaya pakan dan obat-obatan untuk koleksi Taman Satwa Taru Jurug sudah aman hingga Juli 2020.

    Bimo Wahyu menuturkan, selain menjual tiket di muka, pengelola juga membuat program lain berupa bantuan pakan satwa. "Untuk pakan dan obat satwa, kami butuh Rp 120 juta setiap bulan. Dari Mei hingga Juli 2020, kami mendapatkan suntikan dana dari Pemerintah Kota Surakarta sebesar Rp 100 juta per bulan," katanya.

    Mengenai kekurangan dana Rp 20 juta per bulan, Bimo mengatakan, akan dipenuhi dengan gotong-royong masyarakat melalui program bantuan pakan satwa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.