Qatar Airways Beri 100 Ribu Tiket Gratis Buat Tenaga Medis

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Qatar Airways.

    Qatar Airways.

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Qatar Airways menawarkan 100 ribu tiket gratis untuk tenaga medis. Tiket perjalanan secara cuma-cuma itu diberikan sebagai tanda penghormatan atas kerja keras mereka menangani pasien selama wabah corona.

    Tenaga medis yang ingin mendapatkan tiket gratis tersebut dapat mengakses situs resmi Qatar Airways dengan program Thank You Heroes. Di sana mereka harus mengisi formulir untuk memastikan tiket gratis ini tetap sasaran dan mendapatkan kode promosi.

    Pendaftaran untuk mendapatkan tiket gratis untuk tenaga medis itu dibuka mulai Selasa, 12 Mei 2020 pukul 00.01 dan ditutup pada Senin, 18 Mei 2020, pukul 23.59, waktu Doha. Perlu diketahui, siapa cepat dia dapat.

    "Kerja keras tenaga medis selama tiga bulan belakangan membuat kami tak kehilangan harapan untuk tetap membantu orang-orang terbang, pulang ke rumah," kata Pimpinan Eksekutif atau CEO Qatar Airways, Akbar Al Baker seperti dikutip dari Anadolu Agency.

    Qatar Airways.

    Tenaga medis yang telah menerima kode promosi bisa memesan dua tiket kelas ekonomi gratis. Ketentuan dua tiket itu untuk tenaga medis dan pendamping. Mereka bisa melakukan perjalanan ke seluruh rute jaringan global maskapai Qatar Airways.

    Tiket gratis itu bisa dipesan sebelum 26 November 2020 dengan perjalanan yang berlaku hingga 10 Desember 2020. "Kami berharap layanan ini memungkinkan tenaga medis menikmati liburan yang layak," kata Al Baker.

    Selain memberikan 100 tiket gratis untuk tenaga medis, Qatar Airways juga memberikan voucher belanja dengan diskon 35 persen di gerai ritel Qatar Duty Free, Bandara Internasional Hamad, Doha, yang berlaku hingga 31 Desember 2020.

    ANADOLU AGENCY | QATAR AIRWAYS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.