Prediksi Wishnutama: Usai Covid-19 Ada Tren Kepariwisataan Baru

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menparekraf Wishnutama meminta Pemda aktif menyelamatkan industri pariwisata di daerahnya yang terpuruk akibat wabah virus corona. Dok. Kemenparekraf

    Menparekraf Wishnutama meminta Pemda aktif menyelamatkan industri pariwisata di daerahnya yang terpuruk akibat wabah virus corona. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio memandang akan ada tren wisata dan paradigma baru setelah pandemi virus corona (Covid-19) berakhir. Menurut dia, tren itu terkait kesehatan dan kenyamanan di berbagai sektor kepariwisataan.

    "Pembangunan pariwisata ke depan, kami akan memfokuskan ke hal-hal yang sangat prinsip, misalnya toilet bersih, sanitasi dan higienitas," katanya, Sabtu, 2 Mei 2020.

    Ia menjelaskan, tren yang menunjang kesehatan dan kenyamanan itu antara lain atraksi, akomodasi, preferensi produk, transportasi, hingga label higienis. “Sebagai salah satu contoh, toilet yang ada di Mandalika dibuat setara dengan toilet hotel berbintang," ujarnya.

    Wishnutama berharap, nanti ada semacam sertifikasi tempat wisata atau hotel memenuhi kriteria tersebut. "Dari sisi keamanan, kesehatan terjamin dan ini menjadi hal yang sangat penting,” katanya.

    Wishnutama ingin agar seluruh negara terus bekerja sama dalam menyiapkan standar baru. Hal itu untuk menyikapi dinamika perubahan global akibat pandemi Covid-19 di sektor kepariwisataan.

    "Dibutuhkan kerja sama yang kuat untuk mendorong dunia dalam mitigasi dan pemulihan situasi, baik selama pandemi dan pasca-pandemi," katanya. Ia menambahkan, bahwa Indonesia akan urun membantu merumuskan kebijakan global, "Menerapkan norma dan standar baru,” imbuhnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.