Waspada Virus Corona 'Impor', Objek Wisata di Shanghai Tutup Lagi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejulah wisatawan meramaikan rumah terbalik di Fengjing Ancient Town, Jinshan, Shanghai, (1/5). REUTERS/Aly Song

    Sejulah wisatawan meramaikan rumah terbalik di Fengjing Ancient Town, Jinshan, Shanghai, (1/5). REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Shanghai menganggap wabah corona telah berakhir. Salah satu indikasinya adalah infeksi virus corona di Wuhan yang mencapai nol kasus dalam enam hari berturut-turut di bulan Maret 2020.

    Mereka percaya virus corona benar-benar telah pergi. Sebab itu, sejumlah objek wisata di Shanghai mulai dibuka setelah tutup selama dua bulan untuk mencegah penyebaran virus corona. Shanghai Oriental Pearl Tower yang merupakan salah satu objek wisata internasional di Cina misalnya, buka pada 12 Maret 2020.

    Namun baru sekitar dua pekan beroperasi, Shanghai Oriental Pearl Tower dan sejumlah objek wisata di Shanghai ditutup kembali karena kasus corona muncul lagi. Selain Shanghai Oriental Pearl Tower, beberapa gedung pencakar langit, seperti Shanghai Tower dan Jinmao Tower tutup mulai Senin, 30 Maret 2020 sampai 17 April 2020.

    Shanghai Haichang Ocean Park, museum patung lilin Madame Tussauds, Museum Sejarah Shanghai, gedung pertunjukan, dan tempat hiburan juga ditutup sementara. Munculnya kasus infeksi virus corona ini diduga karena banyaknya wisatawan asing yang masuk dan menjadi perantara penyebarannya.

    Shanghai Tower.[Asia Times]

    Mengutip laporan Chinanews, Pemerintah Provinsi Sichuan dan Biro Pariwisata, Budaya, Radio dan Televisi Kota Shenyang, Provinsi Liaoning, juga menutup objek wisata, tempat hiburan, dan titik-titik yang menimbulkan kerumunan di daerahnya. Kota Chongqing dan Kota Xi'an di Provinsi Shaanxi juga mengambil langkah yang sama.

    Juru Bicara Komisi Kesehatan Nasional Cina, Mi Feng mengatakan penyebaran wabah secara domestik sudah bisa dikendalikan. Hanya saja, terdeteksi pola penyebaran baru yang berasal dari luar dan masih menjadi persoalan. "Masih ada laporan kasus infeksi virus corona yang sporadis sejak 18 Maret 2020," kata Mi Feng seperti dikutip dari China Daily.

    Sebab itu, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menjauhi keramaian. Hingga 29 Maret 2020, tercatat ada 771 kasus infeksi virus corona yang berasal dari pendatang atau wisatawan. Secara keseluruhan, COVID-19 di Cina mencapai 81.518 kasus dengan rincian 3.305 orang meninggal dan 76.052 orang sembuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.