Mulai 1 April, 122 Perjalanan Kereta Lewat Yogyakarta Dibatalkan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengukur suhu tubuh calon penumpang di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Jumat, 6 Maret 2020. Sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), saat ini PT KAI Daop VI Yogyakarta meningkatkan berbagai pelayanan seperti mengintensifkan pembersihan fasilitas stasiun, pemasangan antiseptik untuk membasuh tangan hingga pengecekan suhu tubuh penumpang. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Petugas mengukur suhu tubuh calon penumpang di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Jumat, 6 Maret 2020. Sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), saat ini PT KAI Daop VI Yogyakarta meningkatkan berbagai pelayanan seperti mengintensifkan pembersihan fasilitas stasiun, pemasangan antiseptik untuk membasuh tangan hingga pengecekan suhu tubuh penumpang. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Akibat merebaknya virus corona atau Covid-19 jumlah penumpang kereta api anjlok. Biasanya, penumpang yang kereta api yang melalui Yogyakarta mencapai 30 ribuan per hari. Kini jumlahnya di bawah 20 persen dibanding hari biasa.

    PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta dan Jawa Tengah, membatalkan 122 perjalanan kereta. Termasuk semua kereta bandara, baik yang ke Yogyakarta International Airport (YIA) maupun Adi Soemarmo Solo. Pembatalan perjalanan kereta api itu mulai 1 April 2020 hingga 30 April 2020.

    "Ada 122 perjalanan kereta yang dibatalkan terkait Covid-19. Termasuk kereta Bandara YIA maupun Adi Soemarmo," kata Manager Humas PT KAI Daop 6, Eko Budiyanto, saat ditemui di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Selasa 31 Maret 2020.

    Pembatalan ini, kata dia, karena kondisi jumlah penumpang sangat minim. Bahkan bisa dikatakan tidak ada penumpang. Kalau toh ada sekali perjalanan hanya ada di bawah 10 penumpang saja.

    Semua perjalanan kereta Bandara YIA sebanyak 24 perjalanan dibatalkan. Sedangkan untuk kereta Bandara Adi Sumarmo Solo sebanyak 45 perjalanan juga dibatalkan.

    Selebihnya adalah kereta api jarak jauh menuju ke berbagai relasi. Baik ke arah timur yaitu Surabaya, Malang, dan Banyuwangi maupun kereta api yang menuju ke arah barat, yaitu ke Jakarta dan Bandung.

    Kereta api jarak jauh yang dibatalkan perjalanannya itu antara lain Argo Wilis, Argo Lawu, Turangga, Taksaka, Mutiara Selatan, Malabar, Singasari, Gaya Baru Malam, Mataram, Bogowonto, Gajahwong.

    Selain itu juga ada kereta lain yang dibatalkan perjalanannya yaitu kereta api Fajar Utama, Senja Utama, Lodaya, Sancaka Utara, Malioboro, Sancaka, Majapahit, Jayakarta, Jaka Tingkir, Pasundan, Logaya dan kereta api Anjasmara. Jika ditotal, semua perjalanan yang dibatalkan sebanyak 122 perjalanan kereta api.

    "Ini adalah langkah efisiensi karena tidak ada penumpang. Kalau wabah ini sudah hilang tentunya akan kami operasikan lagi," kata Eko.

    Ia menjelaskan, jika calon penumpang sudah membeli tiket sebelumnya, maka uang tiket dikembalikan 100 persen. Kalau pembelian tiket melalui online maka pengembalian juga melalui online melalui KAI Acces. Kalau yang membeli di stasiun maka pengembalian uang dilayani di stasiun.

    Di Daop 6, kata Eko, sudah banyak yang mengembalikan tiket. Sebanyak 26.000 tiket dari semua jurusan telah dikembalikan. Pembatalan tiket tersebut, untuk perjalanan mulai 23 Maret hingga 29 Mei 2020.

    Di sisi lain, masih ada beberapa kereta api yang beroperasi terutama kereta api PSO (Public Service Obligation) seperti Kereta Api Prameks jurusan Solo dan beberapa yang jarak jauh, seperti Sri Tanjung, Bima dan Gajayana.

    Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta Lilik Syaiful Ahmad menyambangi Stasiun Wates, Kulon Progo, Selasa, 31 Maret 2020. Ia sebagai anggota komisi C memastikan pelayanan standar dalam memerangi virus corona di stasiun.

    "Secara masif selama seminggu terakhir ini, kami melakukan edukasi hidup bersih, penyemprotan disinfektan dan pembagian ratusan botol hand sanitizer," kata Lilik.

    Penjualan tiket kereta api di Stasiun Tugu Yogyakarta (21/9). Dok.TEMPO/Arif Wibowo

    Selain ke stasiun dan kampung, aksi sosial yang dilakukan bersama anak-anak muda Kulon Progo ini, juga menyasar sejumlah pondok pesantren dan fasilitas umum

    “Masyarakat harus lebih waspada dan menjaga kebersihan diri karena virus ini tidak terlihat dan mudah menyebar. Yang penting ikuti imbauan pemerintah. Jangan keluar rumah jika tidak mendesak, hindari kerumunan. Jika ada keluhan penyakit segera datangi fasilitas kesehatan,” kata dia.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.